Musim Nyamuk? Yuk Tanam Tanaman Ini Untuk Mengusir Nyamuk

Banyak yang mengira jika tanaman pengusir nyamuk bekerja dengan membunuh nyamuk yang mendekati tanaman tersebut, ternyata hal itu tidak benar. Kebanyakan tanaman pengusir nyamuk mampu mencegah datangnya nyamuk dengan mengeluarkan aroma yang tidak disukai nyamuk. Namun, aroma yang dikeluarkan terlalu lemah sehingga dibutuhkan pengolahan atau perlakuan tertentu. Misalnya, kalian harus menggosokkan daunnya pada kulit atau mengeringkan daunnya sebelum digunakan. Ada juga yang harus disuling minyak atau ekstraknya untuk digunakan sebagai spray, serta berbagai perlakuan lainnya agar efeknya lebih optimal terhadap nyamuk.

Ada juga tanaman pengusir nyamuk yang langsung efektif hanya dengan menanamnya di sekitar rumah kalian. Jangan lupa memperhitungkan kemampuan serta kemudahan perawatan saat memilih tanaman pengusir nyamuk, ya! Yuk kita lihat apa saja tanaman yang bisa untuk mengusir nyamuk.

Bunga Geranium

Bunga geranium sebenarnya memiliki banyak varian yang memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pengusir nyamuk alami. Geranium juga dikenal dengan nama tapak dara mengandung zat geraniol dan sitronelol yang aromanya sangat tidak disukai nyamuk. Kalian bisa menjadikan geranium sebagai tanaman hias outdoor maupun indoor yang banyak memiliki banyak kegunaannya. Manfaat lain daro Geranium yaitu bisa menjadi obat relaksasi dan obat stres alami.

Serai / Sereh

Selain serai terkenal sebagai penyedap rasa makanan dan minuman, serai juga ternyata bisa jadi pengusir nyamuk alami. Aroma tanaman outdoor ini sangat tak disukai nyamuk sehingga sering dijadikan bahan untuk membuat lotion anti nyamuk. Kalian bisa menggunakan serai wangi sebagai tanamna hias outdoor ataupun memanfaatkan minyak serainya untuk dioleskan ke badan.

Mosquito Plant

Dari namanya saja sudah jelas bahwa tanaman ini untuk mengusir nyamuk. Menurut penelitian Van Leeni, mosquito plant bermanfaat untuk menurunkan kemampuan nyamuk dalam mendeteksi CO2 (karbondioksida). Ada banyak jenis mosquito plant yang terkenal, namun lebih banyak lagi jenis lainnyya yang masih asing dan belum diketahui banyak orang, salah satunya yaitu southernwood yang terkenal di Australia dan memiliki khasiat yang sangat efektif untuk mengusir nyamuk.

Lemon Balm

Tanaman pengusir nyamuk yang satu ini memiliki bunga berwarna putih dan aroma lemon yang lembut serta beberapa manfaat lainnya. Lemon balm sangat baik untuk mengusir nyamuk, selain itu juga penanamannya cepat sehingga kalian harus perhatikan selalu agar tidak keluar dari area luar lainnya.

Lavender

Menebarkan wangi indah yang berasal dari minyak atsiri pada daun tanaman ini membuat serangga enggan menghancurkan tanaman Lavender. Bahkan ada pendapat yang menyatakan lavender menghilangkan kemampuan nyamuk untuk mencium aromanya. Tanaman ini sangat kuat dan tahan lama, hanya saja dibutuhkan sinar matahari dan drainase yang baik. Lavender bisa bertahan di banyak iklim dan tumbuh subur di daerah yang lebih hangat.

Mint

Mint adalah pilihan tanaman hias pengusir nyamuk, lalat hingga semut. Semakin tajam aroma mintnya, semakin ampuh untuk mengusir nyamuk. Tanaman mint merupakan tanamanyang bisa diletakkan di dalam ruangan atau di kamar dan bisa juga dijadikan sebagai pengusir serangga secara alami di rumah kalian.

Rosemary

New York Botanical Garden dan Plantshed merekomendasikan Rosemary sebagai tanaman pengusir nyamuk yang efektif. Rosemary memiliki aroma kayu sehingga membuat nyamuk terbang atau mabuk. Rosemary dapat tumbuh dengan baik diberbagai iklim, selain itu rosemary juga bisa digunakan untuk bumbu masakan.

Hati-Hati, Gigitan Nyamuk Dapat Sebabkan Sindrom Skeeter

Semua orang pasti pernah merasakan digigit nyamuk. Umumnya, efek gigitan nyamuk menimbulkan iritasi ringan disertai timbulnya bintik merah dan rasa gatal pada kulit. Berbicara tentang gigitan nyamuk, ternyata gigitan nyamuk dapat menimbulkan reaksi yang lebih parah dari sekedar iritasi.

Reaksi tersebut dikenal dengan nama sindrom Skeeter atau alergi terhadap air liur nyamuk. Berdasarkan penjelasan American Academy of Allergy & Immunology, sindrom Skeeter adalah reaksi peradangan akibat gigitan nyamuk. Beberapa gejalanya antara lain pembengkakan luas, panas, kemerahan, dan gatal-gatal atau nyeri di kulit yang mirip dengan proses infeksi. Kasus yang lebih parah dari akibat sindrom Skeeter adalah penderita mengalami kesulitan bernapas, sesak tenggorokan, gatal-gatal, dan anafilaksis.

Nyamuk mengeluarkan sejumlah protein yang menyebabkan penggumpalan darah, sehingga bisa menyedot darah targetnya. Nyamuk harus melakukan kontak dengan kulit minimal selama enam detik supaya bisa memunculkan reaksi sindrom Skeeter. Selanjutnya, korban sindrom Skeeter akan mendapati benjolan lunak yang lama kelamaan berubah warna menjadi merah muda. Benjolan tersebut akan berubah warna lagi menjadi sangat merah dan teksturnya mengeras. Gejala yang ditimbulkan ini akan bertahan selama 48 jam setelah digigit nyamuk. Rasa gatal akan hilang beberapa hari kemudian. Benjolan merah tua berubah menjadi merah muda dan berangsur kembali ke warna kulit semula. Untuk kondisi pembengkakan, kondisi ini butuh waktu kurang lebih satu minggu agar benar-benar mengempis.

Gejala-gejala sindrom Skeeter bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, seperti mata, wajah, dan seluruh tubuh bisa mengalami bengkak serta berwarna kemerahan. Hingga saat ini belum diketahui ada berapa banyak orang yang mengalami sindrom Skeeter, karena kebanyakan tidak mengetahui tentang sindrom ini, alhasil tidak mencari pengobatan. Jelasnya, alergi nyamuk tidak separah alergi tawon dan lalat yang penderitanya harus siaga membawa EpiPen atau obat pereda alergi.

Seperti yang telah dijelaskan, nyamuk membutuhkan waktu enam detik atau lebih untuk mentransfer enzimnya ke dalam tubuh korbannya. Terkadang, proses pengembangan enzim dari nyamuk memerlukan waktu hingga 48 jam agar berkembang sepenuhnya. Estimasi waktu ini terjadi pada anak yang memiliki alergi terhadap air liur nyamuk. Anak yang alergi terhadap air liur nyamuk akan bereaksi terhadap enzim tertentu yang dimiliki nyamuk, sehingga menimbulkan alergi. Reaksi alerginya juga tidak langsung.

Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi sindrom Skeeter? Para ahli medis menyarankan apabila reaksi gigitan nyamuk sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan sangat parah, terutama pada anak-anak, maka cara terbaik mencegahnya adalah menggunakan losion anti nyamuk. Membawa semprotan anti nyamuk dan mengenakan pakaian yang menutupi kulit tubuh adalah cara jitu menangkal sindrom Skeeter. Jika gatal dan bengkak terlanjur muncul, disarankan untuk mengoleskan obat yang dapat meredakan alergi, seperti cairan antihistamin dan krim hydrocortisone.