Belajar Sejarah dan Warisan Budaya di Museum Provinsi Kalimantan Barat

Museum Provinsi Kalimantan Barat menjadi wadah kebudayaan dan sejarah, serta dijadikan pusat penyimpanan dan perawatan barang-barang koleksi terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Museum Kalimantan Barat dibangun tahun 1974.

Museum Kalimantan Barat berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Museum Kalimantan Barat menyimpan barang-barang peninggalan sejarah kebudayaan masyarakat Kalimantan Barat dari berbagai suku, yaitu Suku Dayak, Suku Melayu dan Suku Tionghoa. 

Desain Museum Kalimantan Barat terbagi menjadi tiga ruangan yaitu Ruang pengenalan, Ruang Budaya Kalimantan Barat, dan Ruang Keramik. 

Dalam ruang pengenalan terdapat tujuh jenis koleksi yaitu: 

Koleksi Geografika/ Geologika, berisikan peta dan jenis- jenis batuan pada awal peradaban manusia di Kalimantan Barat. 

Koleksi Biologis, berisikan tengkorak atau rangka manusia, tumbuhan, dan binatang yang berupa replika ataupun berbentuk patung hasil pengawetan. 

Koleksi Arkeologika, berisikan benda peninggalan budaya Kalimantan Barat sejak masuknya budaya Barat. 

Koleksi Historika, berisikan benda-benda yang berhubungan dengan suatu peristiwa sejarah seperti tokoh, negara dan kelompok berupa pakaian dan peralatan penunjang lainnya. 

Koleksi Numismatika, berisikan mata uang yang pernah digunakan masyarakat. Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi mata uang yang pernah digunakan di Kalimantan Barat. Misalnya, pada zaman digunakan sistem barter. Ada juga uang dari emas, perak, dan tembaga pada masa kerajaan di Indonesia, seperti kerajaan Hindu, Budha, dan Islam. Kemudian, setelah kedatangan Belanda, ada juga mata uang VOC, Hindia Belanda, dan NICA. Lalu, ada pula Inggris yang membuat mata uang Rupee Jamaa di sini. Tidak mau ketinggalan, Jepang juga membuat uang kertas dengan bahasa Jepang, Belanda, dan Indonesia. Pada akhirnya, Indonesia pun membuat mata uangnya sendiri, yakni Rupiah.

Koleksi Heraldika, berisikan tanda jasa, tanda jasa, perangkat resmi dan cap/stempel. 

Ruang Budaya Kalimantan Barat berisikan tujuh unsur kebudayaan, yaitu religi dan upacara kebudayaan, mata pencaharian hidup, organisasi kemasyarakatan, teknologi dan peralatan, pengetahuan , kesenian, serta bahasa. 

Ruang Keramik berisi koleksi dari berbagai jenis tempayan, piring, mangkok, sendok dan berbagai peralatan yang berasal dari Cina, Vietnam, Jepang, Eropa dan keramik lokal Singkawang. 

Bagian belakang ruangan museum terdapat berbagai macam koleksi yang terbilang cukup besar seperti jangkar kapal dagang asing, Miniatur rumah lanting, miniatur lumbung padi/dangau, miniatur lancang kuning, miniatur tungku naga, miniatur rumah kopra, press karet, replika batu pahit, gazebo. Terdapat pula ruang Kontemporer yang sering digunakan sebagai ruang pameran. 

Di kanan kiri loket tiket terdapat pula replika rumah tradisional dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat beserta penjelasannya. 

Sekitar 4.000 jumlah koleksi barang antik dan bersejarah tersimpan rapi di Museum Kalimantan Barat. Hebatnya, ada salah satu koleksi di Museum Kalimantan Barat yang pernah dipamerkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Belgia. Koleksi bersejarah tersebut dinamakan Tiang Sandung. Tiang Sandung adalah tiang berukuran panjang sekitar satu sampai dua meter, terbuat dari kayu belian.

Tiang Sandung digunakan untuk membangun Rumah Sandung. Rumah Sandung adalah tempat menyimpan abu atau tulang belulang para leluhur. Ukuran dan jumlah tiang pada Rumah Sandung menjadi tolok ukur dari simbol dan status sosial, serta kemampuan keluarga yang ditinggalkan. Pihak museum melalukan rutin melakukan perawatan dan pemeliharaan dengan meggunakan campuran bahan-bahan kimia untuk membersihkan barang-barang yang terkena debu dan jamur.