Apa Itu Vaksin Sinovac atau CoronaVac? Serta Cara Kerja & Efek Sampingnya

CoronaVac atau Sinovac adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan dan diciptakan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac. CoronaVac menggunakan teknologi tradisional yang serupa dengan BBIBP-CorV dan BBV152, vaksin virus inaktif COVID-19 lainnya.

Pada hari Rabu, 13 Januari 2021, Presiden Republik Indonesia, yaitu Bapak Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan vaksin perdana dan dilanjutkan dengan masing – masing perwakilan, dari agama hingga milenial.

Google Image Search

Meningkatnya kasus Corona membuat vaksin COVID-19 ramai diperbincangkan dan ditunggu kehadirannya. Meskipun belum resmi diedarkan di Indonesia, terdapat sejumlah manfaat vaksin COVID-19 yang perlu kita ketahui. Sebelum didistribusikan, vaksin COVID-19 harus melalui tahap uji klinis demi memastikan keamanan untuk digunakan pada manusia. Salah satu manfaat vaksin COVID-19 adalah memberikan kekebalan pada tubuh atau membuat antibodi.

Pastinya dari vaksin ini memiliki manfaat serta efek sampingnya, yuk kita simak bagaimana cara kerja dan efek samping dari vaksin Sinovac  atau CoronaVac.

Cara kerja vaksin Sinovac atau CoronaVac:

Terbuat dari virus corona

Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulai dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, hingga Swiss. Satu sampel dari China akhirnya menjadi dasar pembuatan vaksin.

Menonaktifkan virus corona

Para peneliti menumbuhkan stok besar virus corona di sel ginjal monyet. Kemudian mereka menonaktifkan virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton.  Virus corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi protein mereka tetap utuh. Para peneliti kemudian menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah senyawa kecil berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Adjuvan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

Mendorong respons kekebalan tubuh

Karena virus corona di vaksin Sinovac sudah mati, mereka bisa disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen. Sel yang membawa antigen merobek virus corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya. Lalu, sel T dalam tubuh mendeteksi fragmen tersebut.  Jika fragmen cocok dengan salah satu protein sel, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

Membuat antibodi

Jenis sel kekebalan lain, yakni sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk, dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona.  Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya. Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika cocok, sel B juga diaktifkan, berkembang biak, dan mengeluarkan antibodi untuk melawan virus corona.

Menghentikan virus

Setelah divaksinasi dengan vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus corona hidup. Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada virus corona dan mencegah virus memasuki sel. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.

Mengingat virus

Setelah divaksinasi, sistem kekebalan tubuh memiliki sel khusus yang disebut sel B yang mungkin menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.

Begitulah cara kerja vaksin Sinovac atau CoronaVac, sedangkan efek samping dari vaksin Sinovac atau CoronaVac dibagi jadi 3 bagian, yaitu efek samping lokal vaksin CoronaVac, efek samping sistematik vaksin CoronaVac dan efek samping derajat berat vaksin CoronaVac.

Google Image Search

Efek samping lokal vaksin CoronaVac:

  • Nyeri
  • Iritasi
  • Pembengkakan

Efek samping sistematik vaksin CoronaVac:

  • Nyeri oto
  • Fatigue
  • Demam

Efek samping derajat berat vaksin CoronaVac:

  • Sakit Kepala
  • Gangguan di Kulit
  • Diare

Itulah sedikit penjelasan mengenai vaksin Sinovac atau CoronaVac, serta bagaimana cara kerja dan efek sampingnya. Mari kita tetap menjaga kesehatan untuk diri sendiri maupun orang di sekitar kita dengan mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak. Yuk, ikuti protokol kesehatan!!!

Baca Juga: Cegah Corona Tidak Hanya Dengan Mencuci Tangan

Buah Dan Sayur Yang Kaya Akan Vitamin C Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Di masa pandemi seperti sekarang, sangat penting untuk kita menjaga daya tahan tubuh demi kesehatan kita dan orang terdekat kita. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita hanya perlu mengkonsumi sayur – sayuran atau buah – buahan yang mengandung Vitamin C. Vitamin C adalah antioksidan yang memberikan berbagai manfaat yang mendukung sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mencegah kanker, katarak, dan anemia. Pertanyaannya, buah serta sayur apa saja yang kaya akan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh? Mari kita bahas satu per satu.

Brokoli

Source: Google Image Search

Brokoli adalah sayuran yang termasuk dalam jenis kubis – kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno. Brokoli adalah salah satu sayuran paling sehat dan mengandung vitamin C yang tinggi. Tidak hanya bagus untuk menjaga kekebalan tubuh, menambahkan brokoli pada smoothies atau masakan akan membuat kulitmu lebih bernutrisi.

Jambu Biji

Source: Google Image Search

Buah tropis berwarna merah muda ini adalah tanaman asli Meksiko dan Amerika Selatan. Namun, buah ini kini bisa dengan mudah ditemukan juga di Indonesia. Satu buah jambu biji bisa mengandung 126 mg vitamin C atau dapat mencukupi kebutuhan 140 persen. Buah ini sangat kaya akan antioksidan lycopene. Mengkonsumsi buah jambu biji diyakini juga dapat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Kiwi

Source: Google Image Search

Satu buah kiwi berukuran sedang mengemas 71 mg vitamin C atau dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian sebesar 79 persen. Buah kiwi juga bermanfaat untuk mengurangi risiko pembekuan darah dan penyakit stroke. Studi menemukan bahwa makan dua buah kiwi setiap hari selama empat minggu meningkatkan aktivitas sel darah putih sebesar 20 persen. Kadar vitamin C dalam darah menjadi normal setelah satu minggu, setelah mengalami peningkatan sebesar 304 persen.

Cabai / Cabe

Source: Google Image Search

Satu buah cabai hijau berukuran besar bisa mengandung 109 mg vitamin C atau dapat mencukupi kebutuhan harian vitamin C hingga 121 persen. Sebagai perbandingan, satu buah cabai merah bisa menghasilkan 65 mg vitamin C atau mencukupi kebutuhan harian 72 persen. Tak hanya mengandung vitamin C tinggi, cabai juga kaya akan capsaicin, capsaicin juga dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan. Mengkonsumsi sekitar satu sendok makan (10 gram) bubuk cabai merah dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak. Ternyata selain bikin mules, cabai ada manfaat baiknya juga ya.

Bayam

Source: Google Image Search

Bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan vitamin C, antioksidan dan beta karoten. Fungsi serta manfaat dari kandungan nutrisi tersebut akan sangat baik untuk meningkatkan dn melawan virus pada sistem kekebalan tubuh kita.

Nah, jadi itu merupakan sebagian dari buah serta sayuran yang kaya akan vitamin C yang baik untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh maupun kekebalan sistem tubuh, terutama pada saat pandemi saat ini. Sangat dianjurkan untuk setiap harinya kita mengkonsumsi buah – buahan hingga sayuran untuk kesehatan kita sendiri hingga orang tersayang.

Baca juga: Tidur Makin Pulas, Inilah Rekomendasi Aroma Essential Oil Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Baca juga: Cegah Corona Tidak Hanya Dengan Mencuci Tangan

Cegah Corona Tidak Hanya Dengan Mencuci Tangan

Sepertinya sekarang pandemi Covid-19 atau virus Corona merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Kalimantan Barat, Kota Pontianak. Pada saat ini masyarakat yang positif Corona sedang meningkat, buktinya pada hari Kamis kemarin tercatat 4.850 masyarakat Indonesia yang positif Corona.

Kurangnya rasa waspada serta rasa tidak peduli menyebabkan semakin meningkatnya masyarakat yang positif Corona, bukannya semakin berkurang. Tetapi tidak semua hal ini terjadi karena rasa ketidakpedulian, ada juga masyarakat yang sudah sangat berhati – hati masih terkena Corona. Maka dari itu, untuk mencegah Corona tidak hanya bisa dilakukan dengan mencuci tangan, masih banyak protokol lainnya yang mesti dan harus kita lakukan. Apa saja protokol lainnya? Yuk, kita bahas satu per satu.

Mencuci Tangan

Source: Google Image Search

Dulu mencuci tangan hanya dilakukan saat ingin makan atau sesudah melakukan kegiatan yang menggunakan tangan, seperti menanam, bersih – bersih dan masih banyak lagi. Sekarang, sebelum melakukan apapun, bahkan sebelum masuk ke rumah maupun ke toserba, toko, mall kantor harus mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan merupakan protokol yang sangat sederhana yang mudah untuk diimplementasikan. Sekarang, banyak masyarakat yang kadang masuk supermarket tidak mencuci tangan, padahal sudah disediakan pancuran serta sabun cuci tangan untuk konsumen yang datang.

Sediakan Handsanitizer

Source: Google Image Search

Awal masuknya pandemi Covid-19 di Indonesia, permintaan dan pembelian Handsanitizer sangat meningkat, bahkan harganya menjadi sangat mahal, serta banyak masyarakat yang membeli berkotak – kotak handsanitizer untuk persediaan, ada juga yang dijual kembali. Sekarang keadaan (stock dan harga) handsanitizer sudah kembali normal, banyak masyarakat yang menjual persediaannya dengan harga rugi.

Kenapa handsanitizer merupakan salah satu protokol untuk mencegah Corona? Karena Handsanitizer merupakan pengganti cuci tangan jika kita pergi ke suatu tempat yang tidak menyediakan tempat cuci tangan bahkan sabunnya. Handsanitizer memang tidak terlalu efektif untuk mencegah Corona, tetapi handsanitizer dapat membantu kita membunuh kuman maupun virus yang menempel di tangan kita.

Menggunakan Masker

Source: Google Image Search

Wajib bagi kita menggunakan masker ketika keluar rumah, pergi bekerja atau ke tempat fasilitas umum. Mengapa menggunakan masker merupakan salah satu protokol kesehatan? Karena agar kita bersin atau ada seseorang disekitar kita sedang flu/bersin kita tidak menyebarkan atau terkena virus tersebut. Karena corona dapat menyebar melalui bersin. Pandemi saat ini pada awalnya membuat masker sama halnya dengan handsanitizer, menjadi langka dan mahal. Tetapi, sekarang sudah banyak masyarakat yang dapat membuat masker sendiri.

Social Distancing / Physical Distancing

Source: Google Image Search

Social Distancing mungkin merupakan protokol yang sulit untuk diterapkan maupun dilakukan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kota Pontianak. Masih banyak masyarakat, terutama kalangan muda yang berkumpul di warkop – warkop maupun cafe tanpa memperdulikan jarak. Walaupun sudah menggunakan masker hingga mencuci tangan tetap saja social distancing atau physical distancing wajib dilakukan, karena virus corona dapat menyebar hanya dengan bersentuhan sedikit atau berada di satu ruangan dengan seseorang yang positif corona. Peraturan social distancing hanya berjalan di awal saja, tetapi belakangan ini masih banyak cafe – cafe maupun warkop yang terdapat puluhan orang berkumpul dengan jarak yang sangat dekat, bahkan berhimpitan.

 Maka dari itu, demi kesehatan kita semua, kesehatan orang tersayang sebaiknya ketika keluar rumah atau berkumpul di suatu tempat kita tetap menerapkan social ataupun physical distancing, bahkan jika bisa usahakan untuk tetap di rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

Source: Google Image Search

Nah, itu beberapa protokol  wajib yang dapat dilakukan untuk mencegah corona selain mencuci tangan. Sangat sederhana dan mudah diimplementasikan kan? Yuk, mulai jaga kesehatan hingga kebersihan dengan diawali rasa kepedulian, untuk diri sendiri, maupun kerabat hingga keluarga.

baca juga: Fakta-Fakta Tentang Penyebaran Coronavirus COVID-19

baca juga: Tetap di Rumah Aja, Ini Keuntungan Belanja Sayur Online

Bisnis Baru dikala Pandemi? Mengapa Tidak?

Walaupun COVID-19 tengah melanda dan kehidupan “normal” di seluruh dunia sedang terganggu, bukan berarti masa-masa pandemi adalah waktu yang buruk untuk memulai bisnis baru Anda.

Banyak perusahaan-perusahaan terbesar di dunia dibangun semasa krisis ataupun mampu menghadapi krisis dengan mengidentifikasi permintaan pasar yang baru, kemudian beradaptasi untuk memenuhinya. Masa pandemi juga masa yang sangat baik untuk menggandeng tenaga-tenaga kerja berkualitas, dikarenakan banyaknya sumber daya manusia terlatih yang membutuhkan pekerjaan.

“Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai bisnis.”

Perusahaan-perusahaan besar di Amerika seperti General Motors (GM), IBM, dan Disney didirikan tepat sebelum masa “Depresi Besar” (Great Depression) meluluhlantakkan ekonomi AS. Google, eBay, dan Amazon juga merasakan “gelembung dot-com” di masa-masa awal berdirinya mereka. Dan kemudian Facebook, Twitter, dan Youtube sukses melewati krisis ekonomi global tahun 2008.

Tak peduli apakah Anda memulai bisnis Anda sebelum, sewaktu, atau setelah resesi atau krisis ekonomi global, akan menguji ketajaman Anda dalam mengarungi dunia bisnis. Krisis ekonomi global malah membantu menonjolkan masalah-masalah generasi baru yang perlu dicarikan solusinya untuk terus begerak maju. Dan di dunia bisnis, masalah masyarakat adalah sinonim dari peluang bisnis. Perusahaan-perusahaan besar dan tradisional bertumbangan karena tidak mampu beradaptasi dengan cukup cepat, dan jumlah tenaga kerjanya yang biasanya kurang efisien dan terlalu besar.

Dan sekarang tiba saatnya krisis ekonomi berikutnya tiba, kali ini diakibatkan oleh COVID-19, para wiraswasta melihat kesempatan emas. Ini adalah peluang untuk bisnis dan startup baru.

Kami percaya wiraswasta dan memulai sebuah perusahaan, berawal dari gagasan ide yang baik yang disesuaikan dengan trend dan masa yang sedang berjalan. Yang membuat lingkungan pekerjaan kita sekarang lebih menarik adalah kebanyakan dari kita sekarang beraktivitas jarak jauh. Sekolah online, meeting online, bekerja dari rumah, dan lain-lain. Ini artinya kita punya lebih banyak waktu untuk menilai kembali aspek-aspek kehidupan kita sebelumnya yang biasanya mungkin kurang kita hargai. Kebebasan untuk keluar rumah, kebebasan untuk berkumpul dengan teman-teman, kebebasan untuk pergi undangan ramai-ramai, kebebasan untuk pergi ke sekolah dan duduk di kelas bersama guru dan teman, dan lain sebagainya.

Dan semua ini, dapat mengarahkan kita ke kesempatan menarik untuk menciptakan produk baru, solusi baru untuk masalah baru, kebiasaan baru, dan dunia yang baru.

Tanpa berlama-lama di jalan untuk pergi kerja atau sekolah setiap harinya, tanpa kehidupan sosial yang seaktif dulu, tanpa banyak hal yang dulunya membuat kita merasa tidak punya waktu, beberapa dari kita mungkin terkejut karena betapa banyak waktu yang kita punya secara tiba-tiba. Begitu banyak waktu untuk digunakan mengeksplorasi ide-ide dan menciptakan produk-produk baru.

Berikut adalah 3 alasan kenapa ini adalah saat yang tepat untuk memulai bisnis baru Anda :

Bila Anda memulai bisnis dengan lingkungan hari ini, jalan bagi bisnis Anda akan semakin membaik esok hari.

Tidak ada yang tahu berapa lama krisis ekonomi ini akan berlangsung. Tetapi, bila Anda bisa membangun sebuah bisnis yang bernilai bagi masyarakat di tengah masa yang penuh dengan lesunya permintaan pasar dan tingginya pengangguran, bayangkan seberapa besar potensi bisnis Anda ketika ekonomi mulai pulih dan menuju masa booming.

Memulai bisnis Anda sekarang juga berarti Anda akan lebih hemat dan hati-hati dengan pengeluaran, mencari pekerja, dan hal-hal dasar yang membuat bisnis Anda tetap operasional. Ini adalah keterampilan penting yang — tak peduli apapun lingkungannya — sangat penting untuk dimiliki seorang wiraswasta.2. Bila Anda memulai bisnis dengan lingkungan hari ini, jalan bagi bisnis Anda akan semakin membaik esok hari.

Sekarang, ada banyak orang terlatih yang sedang mencari pekerjaan.

Tidak hanya bisnis kecil yang terdampak oleh pandemi Coronavirus ini. Perusahaan-perusahaan terbesar, dan startup-startup dengan suntikan dana terbesar pun sedang melakukan PHK sekarang.

Pada saat ini juga, pasar tenaga kerja sedang kebanjiran individu-individu yang sedang mencari peluang-peluang kerja berikutnya. Terlebih lagi semakin banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja untuk bekerja jarak jauh. Hal ini mengakibatkan akan lebih luas kesempatan bagi pencari kerja untuk menemukan perusahaan yang tepat, dan bagi perusahaan untuk menemukan tenaga kerja yang tepat, karena tidak lagi dihambat oleh masalah jarak.

Bisnis yang memecahkan masalah di masa krisis, cenderung tumbuh lebih cepat.

Benar, ekonomi kita berada di ambang resesi, permintaan sedang lesu-lesunya, beberapa sektor industri, seperti pariwisata, industri pernikahan, sedang porak-poranda. Jadi kita harus bagaimana?

Aturan nomor 1 menjadi wiraswasta : Ketika situasi babak belur, kita tidak lalu serta-merta menyerah, lalu kembali ke tempat tidur. Kita bekerja, memecahkan solusi, disaat orang lain tidak ada kerjaan, kita bangun lebih pagi dan tidur lebih larut mencari dan memikirkan peluang.

Dengan banyaknya waktu yang Anda miliki sekarang, tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai bisnis Anda. Di setiap krisis, muncul juga peluang-peluang baru. Bisnis kesehatan, layanan jarak jauh, logistik, dan pelatihan keterampilan online adalah beberapa contoh dari sekian banyak bisnis-bisnis yang sedang naik daun. Selalu ada peluang. Sekarang masalahnya hanya tinggal seberapa yakin Anda untuk memulai, dan siapkah Anda menghadapi masa sulit, yang pastinya akan membaik nanti.

Salam, UMKMKalbar.id

Jokowi Berikan Bantuan Dana bagi UMKM Indonesia

Penanggulangan COVID-19 telah memicu berbagai polemic di kalangan rakyat Indonesia. Masih terus menanjaknya kurva infeksi COVID-19 juga menunjukkan bahwa mungkin pemerintah dan rakyat Indonesia masih belum cukup disiplin dalam menjaga diri dan mengikuti protokol New Normal. COVID-19 bukan hanya menyerang kesehatan publik, tetapi juga memorak-morandakan ekonomi nasional. Salah satu korban yang paling terdampak COVID-19 adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo meresponse pelemahan ekonomi dengan mencanangkan pembagian modal kerja secara gratis kepada kurang lebih 12 juta UMKM bernilai masing-masing 2,4 juta Rupiah. Program bantuan ini diharapkan dapat merangsang peningkatan produktivitas UMKM dan bisnis retail agar bisa pulih kembali. Program ini dijadwalkan mulai digulirkan pada bulan September tahun 2020.

Erick Thohir, selaku Ketua Pelaksana Pencegahan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam program Mata Najwa menyampaikan “Sekarang kita mau coba hibah produktif, kita kasih Rp 2,4 juta buat 12 juta mikro ritel supaya mereka bisa mulai bekerja lagi, produktif lagi.”

Bapak Erick Thohir, Menteri BUMN dan Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional

Dana bantuan ini juga melengkapi berbagai program pemerintah untuk meredam dampak ekonomi COVID-19 setelah Presiden juga mengumumkan bantuan sebesar Rp 600.000 kepada pekerja dengan gaji bulanan dibawah 5 juta rupiah. Bantuan ini direncanakan diberikan kepada pegawai swasta setiap dua bulan sekali selama 4 bulan. Jadi masing-masing pekerja bisa menerima total sebesar Rp 1,2 juta dalam rentang waktu 4 bulan.  Pak Erick juga menambahkan bahwa bantuan ini disalurkan langsung ke rekening masing-masing ppekerja sehingga tidak terjadi penyalahgunaan.

UMKM Indonesia dan Kalimantan Barat, tetap semangat dalam berusaha. Badai COVID-19 pasti akan berlalu!

Sekolah Online, Apakah Efektif?

Seperti yang kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada perekonomian saja, tetapi pendidikan juga terkena dampak covid-19. Dari jenjang perkuliahan hingga PAUD, semuanya terkena dampak Covid-19.

Pada awalnya, semua kegiatan belajar dan mengajar di sekolah ditiadakan, murid – murid semua dirumahkan. Sekarang, kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara online. Sebelumnya, apa itu belajar online? Belajar online merupakan serangkaian pengalaman instruksional dengan menggunakan jaringan digital untuk berinteraksi, belajar dan berdiskusi.

Sekolah online sendiri dimulai sejak sekitar bulan Juni dan diperkirakan berlaku hingga Desember 2020, tetapi semuanya kembali lagi bagaimana kondisi pandemi ini, apakah meredah atau semakin menyebar.

Diberlakukannya sekolah online yaitu untuk mencegah penyebaran semakin bertambah dan untuk melindungi anak – anak yang bersekolah dari virus ini. Dalam sekolah online pasti ada suka dan duka yang dihadapi para murid hingga orang tua. Suka yang dihadapi pastinya tidak perlu berangkat ke sekolah, bisa menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, dan untuk dukanya sendiri yaitu sulit dalam memahami materi serta cepat merasa bosan maupun cepat mengantuk.

Untuk orang tua sendiri juga sangat bingung bagaimana untuk membimbing anak untuk sekolah online, terutama orang tua yang memiliki pekerjaan ataupun tidak mengetahui caranya. Selain suka dan duka, sekolah online juga memiliki dampak positif dan negatifnya sendiri.

Untuk positif atau kelebihannya sendiri yaitu berkurangnya biaya dan juga perjalanan yang dibutuhkan, banyak murid yang mempunyai kondisi atau kesehatan pribadi untuk bertemu secara langsung di sekolah tidak memungkinkan, sehingga bisa menggunakan sekolah online, dan anak – anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Untuk kekurangannya yaitu banyak siswa yang kurang mampu harus memenuhi aturan sekolah online, seperti membeli laptop maupun handphone, banyak anak – anak yang merasa stress karena sekolah online, merasa bosan, serta tidak fokus atau sering merasa teralihkan fokusnya.

Sumber: Google Image Search

Bagi orang tua banyak yang merasa sekolah online sangat tidak efektif bagi anak – anak, terutama anak – anak yang masih berada di TK. Para orang tua terutama ibu banyak yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya karena sibuk menemani anaknya sekolah online, ada yang tidak dapat pergi bekerja, banyak yang pusing menghadapi tingkah laku anaknya ketika sekolah online.

Para orang tua banyak yang merasa kewalahan untuk sekolah online, dari harus melengkapi atributnya, belum lagi jikalau jaringan sedang gangguan, menghadapi rengekan anaknya yang bosan, ngantuk dan capek hingga lapar. Untuk anak – anak pedesaan, guru datang menghampiri mereka satu persatu karena keterbatasan teknologi dan jaringan yang tidak memadai. Kita patut mengapresiasi guru – guru yaa….

Sekolah online juga memberikan dampak yang menguntungkan bagi industri telekomunikasi, terutama para provider. Mereka berbondong – bondong memberikan akses, memberikan paket khusus sekolah online, dan berlomba – lomba memberikan promo. Sekolah online efektif atau tidaknya tergantung situasi dan pendapat. Tidak semua tingkatan sekolah menjadi efektif untuk menerapkan sekolah online, terutama pada sekolah TK, PAUD dan lainnya. Jadi, semoga pandemi Covid – 19 ini cepat berlalu agar kita semua bisa kembali bersekolah seperti biasanya, para orangtua juga bisa bebas mengerjakan pekerjaannya.

Baca juga: https://umkmkalbar.id/info-umkm/perkembangan-cafe-dan-warkop-di-kala-pandemi/

New Normal & Pemulihan Ekonomi Daerah

Corona New Normal

Setelah lebih dari tiga bulan lamanya Indonesia bertahan untuk melewati pandemi Covid19, istilah New Normal mulai berhembus di telinga masyarakat. Seakan nampak mulai berserah dengan keadaan yang makin sulit dikendalikan, kini istilah tersebut berhasil memberi secercah harapan bagi penduduk Indonesia khususnya para pelaku usaha untuk kembali menjalankan bisnisnya. Istilah yang akan diterapkan pemerintah bagi beberapa daerah di Indonesia inipun tidak luput dari pandangan skeptis sebagian masyarakat sebagai ketidakmampuan pemerintah dalam menangani pandemi yang tidak kunjung usai ini. Walau begitu, dampak sosial ekonomi yang sangat merugikan bagi semua kalangan mendorong pemerintah bersikeras untuk mengambil keputusan bahwa New Normal harus diterapkan dengan berbagai pertimbangan.

Pandangan ketidakpuasan kinerja pemerintah dalam menangani musibah pandemi Covid19 tidaklah tanpa alasan. Banyak warga yang melihat angka persebaran virus yang terus meningkat setiap harinya berpendapat bahwa New Normal mungkin belum siap untuk diterapkan bagi warga Indonesia. Jumlah pasien yang terus meroket ke arah empat digit angka ini dinilai berpotensi menambah titik persebaran yang sebelumnya ditekan melalui PSBB yang diterapkan secara nasional. Bahkan tidak sedikit warga yang tidak mengetahui ataupun mengerti pembagian zona di daerahnya dan persyaratan yang dipenuhi tiap daerah untuk mulai menerapkan kebijakan New Normal ini.

Namun demikian, persyaratan tiap daerah untuk masuk ke dalam daftar New Normal sendiri rupanya cukup ketat. Dengan memperhatikan perhitungan yang dilakukan ahli epidemiologi, kapabilitas regional dan indikator yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), hanya 102 kabupaten yang termasuk zona hijau dan diberikan kewenangan kepada kepala daerahnya untuk menjalankan New Normal tersebut serta terdapat 136 kabupaten lain yang termasuk zona kuning dan diperbolehkan untuk menyiapkan daerahnya untuk New Normal dengan harapan angka reproduksi virus dapat ditekan dan dikontrol. Perlu diketahui, sistem zonasi yang diterapkan di tiap kabupaten menandakan keberhasilan tiap daerah dalam mengontrol dan menekan angka sehingga daerah-daerah yang termasuk dalam daftar New Normal tetap tidak luput dari penyebaran virus.

Indikator kesehatan yang diperhitungkan antara lain ialah pengurangan jumlah penularan secara maksimal, kapasitas sistem kesehatan dalam pelayanan pasien Covid19 dan juga tes masif yang bertujuan menghitung potensi seseorang terpapar virus Covid19 di dalam kerumunan. Melalui tiga indikator kesehatan inilah pemerintah memutuskan kesiapan sebuah daerah untuk ikut mempraktekkan protokol New Normal. Protokol baru ini nantinya akan dikampanyekan supaya dipraktekkan dan menjadi sebuah kebiasaan yang baru untuk bersikap di tempat umum dan keramaian untuk meminimalisir penularan.

Credit : Google Image Search

Adapun protokol yang akan diterapkan ialah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020. Yang mengatur langkah pencegahan di lingkungan perkantoran dan industri. Protokol tersebut akan dijalankan berdampingan dengan kegiatan masyarakat pekerja sehingga sektor ekonomi bisa kembali bangun dan perlahan menuju ke arah Normal yang dapat diterima masyarakat luas. Diharapkan, kehidupan sosial semua masyarakat dapat berangsur berasimilasi dengan kebiasaan New Normal yang akan diterapkan menjadi sebuah kebiasaan baru yang baik secara medis.

Perlu diketahui bahwa New Normal sendiri bertujuan untuk sesegera mungkin kembali menghidupkan roda perekonomian yang tertidur semenjak pandemi berlangsung. Turunnya daya beli masyarakat turut memberikan efek berantai dalam kehidupan, baik itu secara sosial maupun ekonomi. Pandemi telah mengakibatkan banyak kebangkrutan dan PHK yang berpotensi meningkatkan angka kriminalitas di tiap daerah. Namun di balik semua efek buruk yang terjadi, adanya pandemi telah memaksa masyarakat kita untuk lebih banyak berpartisipasi di dalam pasar perdagangan online yang juga telah diakses lebih banyak kalangan di masa pandemi ini. Perkembangan ekonomi di dunia maya ini sudah sepantasnya juga turut dimanfaatkan oleh kita, para pengusaha UMKM daerah untuk berkembang lebih luas dan memperkenalkan produk-produk daerah dengan lebih efisien. Melalui platform online yang tersedia seperti UMKM Kalbar dan sejenisnya, usaha tiap daerah dapat bersama kita kembangkan. Mari maju bersama di era New Normal ini bersama UMKM Kalbar.

Minimol, Alternatif Belanja ke Pasar di Tengah Pandemi

Merebaknya Pandemi Virus Corona di Indonesia mau tak mau merubah perilaku masyarakat. Kegiatan belanja ke pasar yang tadinya rutin menjadi ritual para ibu rumah tangga dan pemilik usaha rumah makan kini menimbulkan perdebatan.

Pasar Tradisional (wet market) Seafood Huanan di kota Wuhan, Tiongkok, notabene menjadi titik awal penyebaran Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 yang pada saat artikel ini ditulis, telah menginfeksi 3,4 juta orang di hampir seluruh negara di dunia.

Kondisi pasar tradisional di Indonesia pun ketika diteliti lebih lanjut tak jauh berbeda, bahkan beberapa lebih buruk kebersihannya dibandingkan Pasar Huanan. Ditambah lagi banyaknya masyarakat yang selama ini tak memiliki pilihan lain selain belanja di pasar tradisional karena harganya yang murah, membuat physical distancing atau penjagaan jarak hampir mustahil di pasar tradisional.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan bahkan berlawanan dengan anjuran pemerintah untuk dirumah saja dan menjaga jarak satu sama lain.

Kondisi-kondisi ini yang menginspirasi Siswono, seorang pengusaha muda di Pontianak untuk merintis Minimol, layanan belanja pasar tradisional yang diantar ke rumah.

“Kami berusaha untuk menyediakan layanan terpadu untuk pemenuhan kebutuhan dapur masyarakat Pontianak yang memilih untuk tinggal dirumah. Kami menyediakan sayuran, buah-buahan, seafood, bumbu masak, yang dibeli langsung dari pasar dan penyedia di Kota Pontianak dan langsung diantar di hari yang sama untuk menjamin kesegarannya. Hal ini juga merupakan bentuk kontribusi kami untuk membantu Kota Pontianak memutus tali rantai persebaran virus Corona”, sebut pemuda yang akrab disapa Bang Sis ini.

Minimol menerapkan pemesanan berbasis Whatsapp dan Instagram, dan kemudian diantar ke rumah. Saat ini Minimol sudah menjual lebih dari 150 jenis komoditas pasar tradisional, dengan daftar harga yang diupdate setiap hari.

“Bahkan sekarang guna membantu masyarakat, belanja diatas nominal tertentu kita tidak kenakan ongkos kirim dulu” tambah Siswono.

Andre Jaya (28), warga Jl. Merdeka Timur Pontianak yang telah menggunakan layanan belanja online pun mengaku sangat terbantu dengan layanan belanja ini.

“Yah jadi praktis rasanya, gak usah bangun pagi-pagi buat belanja dulu. Gak usah berdesak-desakan juga di pasar, jadi kita tinggal WA aja, lalu nanti diantar, bisa COD juga. Belanjaannya pun segar-segar. Saya dan keluarga merasa sangat terbantu dengan adanya layanan seperti ini. Mudah-mudahan akan lebih baik lagi kedepannya.”

Besar harapan penulis akan lebih banyak muncul usaha-usaha kreatif berbasis teknologi seperti Minimol ini. Selain penyerapan tenaga kerja, usaha-usaha baru seperti ini juga dinilai bisa membantu mengubah perilaku masyarakat menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Minimol Pontianak bisa dihubungi melalui Whatsapp di 08199-64-64-665 atau Instagram di @MinimolPontianak.

Jokowi Beberkan Bantuan Untuk Para UMKM

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi memutuskan untuk membebaskan pajak bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki omzet dibawah Rp 4,8 Miliar pada April-September 2020.

Keringanan pajak tersebut ia umumkan ketika membuka Rapat Terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Program Mitigasi Dampak COVID-19 terhadap UMKM Indonesia. Tujuan dari pembebasan pajak itu sendiri adalah untuk meyelamatkan UMKM yang terdampak aktivitasnya oleh wabah pandemic Virus Corona. Jokowi juga menyebutkan tak hanya pembebasan pajak yang diberikan, tetapi juga bantuan berupa bantuan sosial, pembagian sembako murah, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga keringanan tarif listrik.

“Pelaku UMKM yang masuk miskin dan rentan dari dampak covid-19 harus dipastikan bahwa mereka masuk menjadi penerima bansos, baik itu PKH, sembako, bansos tunai, BLT desa, maupun pengurangan tarif listrik dan Kartu Prakerja,” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meminta jajarannya untuk memberikan keringanan kredit kepada pelaku UMKM yang memiliki angsuran dengan cara memberikan subsidi bunga maupun menunda pembayaran angsuran.

Jokowi Juga melihat ada beberapa kementrian yang bisa memberikan bantuan peringanan kredit, seperti Kementrian Pertanian dan Kementrian Kelautan.

Transaksi Online Produk UMKM Naik 350 Persen

Menteri Kooperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Teten Masduki mengungkapkan transaksi penjualan online produk UMKM meningkat hingga 350 persen di tengah pandemic Virus Corona atau COVID-19. Peningkatan utamanya dirasakan di bagian bahan pokok dan makanan instant. Hal ini sangat dapat dimengerti karena kekhawatiran warga untuk berkumpul di tempat yang ramai seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

“Produk makanan dan minuman herbal atau instant naik sekitar 200 persen, produk bahan pokok naik sampai 350 persen” sebut Teten, Selasa 28 April 2020.

Teten membeberkan data ini didapat dari akumulasi transaksi penjualan di beberapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Marketplace-marketplace online ini juga menyebutkan pertumbuhan jumlah akun pengguna mereka meningkat pesat karena berubahnya perilaku masyarakat.

“Jadi ini menunjukkan ada efektifitas e-commerce market online di masa pandemic Corona ini” sambungnya.

Teten mengajak juga para pelaku UMKM untuk semakin gigih meningkatkan pemasaran dan kualitas produk yang dijual di online marketplace, mengingat efektifnya saluran ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pembatasan-pembatasan sosial yang tengah diberlakukan.

“Saya mengajak pelaku UMKM dan koperasi untuk belanja memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi permasalahan pemasaran. Saya juga mengajak masyarakat membeli produk UMKM agar ekonomi di negara terus berputar.”

Di kesempatan yang sama, Teten juga menyebutkan bahwa pemerintah akan berusaha memberikan stimulus bagi para UMKM, yang kabar terbarunya mendapatkan keringanan cicilan dan bebas pajak selama enam bulan.