Sayuran untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Dikala Pandemi

Meski sudah ada vaksin Covid-19, masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah terkenanya dari virus Covid-19. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kalian bisa konsumsi sejumlah sayuran untuk mencegah Covid-19.

Sistem imunitas atau daya tahan tubuh secara sederhana bisa dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan penyakit. Sistem ini akan melindungi tubuh dari serangan organisme atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Berikut beberapa sayuran yang baik dikonsumsi demi meningkatkan daya tahan tubuh.

Brokoli

Google Image Search

Brokoli adalah sayuran yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Beberapa di antaranya yaitu mengandung Vitamin A, Vitamin C hingga Vitamin E. Brokoli juga mengandung serat dan banyak zat antioksidan lainnya sehingga sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan atau sistem kekebalan tubuh.

Perlu kalian tahu, kunci untuk mempertahankan kandungan nutrisi brokoli ini adalah dengan mengolah atau memasaknya sesederhana mungkin. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengukus adalah cara terbaik untuk menjaga lebih banyak nutrisi dalam makanan. Kalian bahkan bisa mengonsumsi brokoli hanya dengan membersihkannya terlebih dahulu.

Cabe

Google Image Search

Meski terasa pedas di mulut, cabe juga termasuk sayur yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Cabe adalah bahan makanan yang menyediakan banyak vitamin C. Vitamin C ini dapat membantu meningkatkan daya tahan atau sistem kekebalan tubuh dengan cara mendorong produksi sel darah putih yang disebut limfosit dan fagosit. Satu buah cabe hijau berukuran besar bisa mengandung 109 mg vitamin C atau dapat mencukupi kebutuhan harian vitamin C hingga 121 persen.

Sebagai perbandingan, satu buah cabe merah bisa menghasilkan 65 mg vitamin C atau dapat mencukupi kebutuhan harian 72 persen. Tidak hanya mengandung vitamin C tinggi, cabe juga kaya akan capsaicin, senyawa yang bertanggung jawab atas rasanya yang panas. Capsaicin ini dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan. Ada juga yang membuktikan bahwa sekitar satu sendok makan atau sekitar 10 gram bubuk cabe merah dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak.

Bayam

Google Image Search

Bayam termasuk sayuran untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung banyak nutrisi dan antioksidan penting. Ini termasuk Flavonoid Karotenoid, Vitamin C dan Vitamin E. Vitamin C dan vitamin E ini dapat membantu mendukung sistem daya tahan atau sistem kekebalan tubuh.

Penelitian juga menunjukkan bahwa flavonoid dapat membantu mencegah flu biasa pada orang sehat. Sama seperti brokoli, konsumsi bayam paling sehat adalah dengan cara dimasak sesederhana mungkin sehingga bisa mempertahankan kandungan nutrisinya.

Bawang Putih

Google Image Search

Selanjutnya, sayuran yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah bawang putih. Bawang putih adalah bahan makanan yang hampir tersedia di setiap masakan di dunia. Bawang putih nyatanya bukan hanya dapat meningkatkan cita rasa makanan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

Peradaban awal mengakui kandungan senyawa dalam bawang putih dalam memerangi infeksi. Bawang putih juga dapat memperlambat pengerasan pembuluh darah dan ada yang menyatakan bahwa sayuran ini bisa membantu menurunkan tekanan darah. Sedangkan khasiat dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh dari bawang putih tampaknya berasal dari konsentrasi tinggi senyawa yang mengandung belerang, seperti allicin di dalamnya.

Sayur Kale

Google Image Search

Sayuran lain yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh adalah sayur kale. Secangkir kale mentah cincang bisa menyediakan 80 mg vitamin C atau dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian sebanyak 89 persen.

Kandungan vitamin C ini telah terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C Sayuran ini juga dapat memasok vitamin K dalam jumlah tinggi dan karotenoid lutein dan zeaxanthin. Sementara, satu cangkir kale matang bisa menyediakan 53 mg vitamin C atau memenuhi 59 kebutuhan harian.

Makanan yang Mengandung Vitamin D

Selain dari sinar matahari, vitamin D bisa kalian dapatkan juga dari makanan. Beberapa jenis makanan memiliki kandungan vitamin D yang baik untuk tubuh. Banyak orang mengonsumsi suplemen vitamin D dan berjemur di bawah sinar matahari saat pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan demi mendapat kekebalan tubuh agar terhindar dari virus SARS-CoV-2. Berjemur memang bisa membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh, namun sebenarnya berjemur saja tidak cukup memenuhi kebutuhan harian vitamin D.

Selain itu, berjemur juga tidak disarankan dalam waktu lama, para ahli menyarankan cukup 10-15 menit saja. Perlu diketahui bahwa vitamin D adalah vitamin larut lemak. Artinya, tubuh memerlukan lemak untuk bisa memproses vitamin D agar fungsinya tercapai. Di dalam tubuh, vitamin D berfungsi menyerap mineral kalsium, membantu penguatan tulang dan gigi, membantu membentuk sistem kekebalan tubuh, hingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Sebenarnya untuk orang yang sehat tidak perlu mengonsumsi vitamin D karena kebutuhan hariannya bisa didapat dari makanan. Hanya saja, pastikan makanan yang kalian konsumsi merupakan makanan sehat, bergizi dan mengandung vitamin D.

Kuning Telur

Google Image Search

Kuning telur memiliki reputasi buruk karena bisa meningkatkan kolesterol jahat. Meski demikian, bukan berarti kalian menghindari makan kuning telur. Kuning telur kaya akan vitamin D, seng, dan selenium yang berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

Kuning telur ternyata masuk dalam kelompok makanan yang mengandung vitamin D. Kuning telur diketahui mengandung lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagian putihnya kaya akan protein. Satu butir putih telur juga diketahui mengandung 37 IU vitamin D.

Jamur

Google Image Search

Jamur merupakan sumber vitamin D. kalian yang vegetarian bisa memilih konsumsi jamur untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sehari – hari. Sebenarnya kandungan vitamin D pada jamur berbeda-beda tergantung pada jenis jamurnya. Jamur liar biasanya memiliki lebih banyak vitamin D daripada jenis jamur yang ditanam komersil.

Ikan Salmon

Google Image Search

Ikan salmon merupakan ikan berlemak yang sangat populer dan merupakan sumber vitamin D yang sangat baik untuk tubuh. Sebanyak 100 gram salmon Atlantik yang dibudidayakan mengandung 526 IU vitamin D atau 66 persen dari kebutuhan harian. Sedangkan salmon liar bisa mengandung 988 IU vitamin D atau 124 persen dari kebutuhan harian dalam porsi yang sama.

Ikan Tuna

Google Image Search

Tuna kalengan yang praktis dan lezat juga termasuk makanan tinggi vitamin D. Dalam 100 gram tuna kalengan terdapat 268 IU vitamin D atau setara dengan 34 persen dari kebutuhan harian. Sayangnya, tuna kalengan berpotensi mengandung methylmercury, yakni sejenis racun yang ditemukan di banyak ikan. Jika kandungan tersebut dibiarkan menumpuk di tubuh, ia akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Baca juga: https://umkmkalbar.id/info-umkm/makanan-sehat-yang-mengandung-banyak-gula/

Makanan Apa Saja untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sistem daya tahan tubuh bisa dimengerti secara sederhana yaitu sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan penyakit. Sistem kerja tubuh ini akan bekerja melindungi tubuh dari serangan organisme atau kuman atau bakteri yang menjadi sumber maupun penyebab penyakit. Maka dari itu, sistem daya tahan tubuh harus tetap dijaga agar kita bisa terhindari dari kemungkinan tertular atau terjangkit penyakit, terutama pada saat pandemi seperti sekarang.

Salah satu cara yang bisa dan sangat mudah dilakukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat, yakni dengan mengonsumsi makanan tertentu. Yuk kita lihat makanan apa saja yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Brokoli

Google Image Search

Brokoli adalah sayuran yang mengandung banyak vitamin serta mineral. Beberapa vitamin yang ada di brokoli yaitu vitamin A, vitamin C dan vitamin E. Brokoli juga mengandung serat dan zat antioksidan lainnya sehingga sangat berguna untuk menunjang sistem kekebalan tubuh. Kunci untuk mempertahankan kandungan nutrisi brokoli ini, yaitu dengan mengolah atau memasaknya sesederhana mungkin, seperti hanya mengukusnya agar kandungannya tidak menghilang.

Yogurt

Google Image Search

Yogurt adalah produk olahan susu yang mengandung probiotik. Kandungan probiotik inilah yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Agar lebih sehat, cobalah untuk mengonsumsi yogurt tawar tanpa campuran gula. Jika ingin mendapatkan rasa, kalian akan lebih baik jika memberi rasa manis pada yogurt tawar dengan tambahan buah-buahan sehat atau madu. Yoghurt juga bisa menjadi sumber vitamin D. Jadi, cobalah untuk memilih merk yogurt yang diperkaya dengan vitamin ini. Vitamin D diketahui dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan pertahanan alami tubuh dari serangan penyakit. Uji klinis terhadap yogurt dikabarkan bahkan sedang dilakukan untuk mempelajari efek baik yang mungkin terjadi pada Covid-19.

Almond

Google Image Search

Vitamin E termasuk antioksidan kuat sebagai kunci untuk menunjang sistem kekebalan tubuh. Sementara, vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak, yang berarti membutuhkan kehadiran lemak untuk diserap dengan benar. Maka dari itu, guna meningkatkan daya tahan tubuh, kalian disarankan juga mengonsumsi kacang-kacangan seperti almond. Almond dikemas dengan vitamin E dan juga mengandung lemak sehat. Untuk mencapai kecukupan vitamin E , kalian dapat mengkonsumsi 46 buah almond utuh yang telah dikupas.

Bayam

Google Image Search

Bayam termasuk jenis sayuran yang kaya akan vitamin C. Bayam juga mengandung banyak antioksidan dan beta karoten, yang mana keduanya dapat meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi lewat penguatan sistem kekebalan tubuh. Mirip dengan brokoli, konsumsi bayam paling sehat adalah dengan cara dimasak sesederhana mungkin sehingga bisa mempertahankan kandungan nutrisinya.

Jeruk

Google Image Search

Banyak orang selama ini langsung mencari sumber vitamin C ketika terserang flu. Hal itu dikarenakan vitamin C dapat membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Vitamin C diduga dapat meningkatkan produksi sel darah putih, yang merupakan kunci untuk melawan infeksi. Hampir semua buah jeruk kaya akan vitamin C. Buah jeruk yang populer yaitu Jeruk bali, Jeruk keprok, Jeruk lemon dan Jeruk nipis. Karena tubuh tidak dapat memproduksi atau menyimpan vitamin C, kalian memerlukan asupan vitamin C dari makanan setiap hari untuk kesehatan yang berkelanjutan.

Apa Itu Vaksin Sinovac atau CoronaVac? Serta Cara Kerja & Efek Sampingnya

CoronaVac atau Sinovac adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan dan diciptakan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac. CoronaVac menggunakan teknologi tradisional yang serupa dengan BBIBP-CorV dan BBV152, vaksin virus inaktif COVID-19 lainnya.

Pada hari Rabu, 13 Januari 2021, Presiden Republik Indonesia, yaitu Bapak Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan vaksin perdana dan dilanjutkan dengan masing – masing perwakilan, dari agama hingga milenial.

Google Image Search

Meningkatnya kasus Corona membuat vaksin COVID-19 ramai diperbincangkan dan ditunggu kehadirannya. Meskipun belum resmi diedarkan di Indonesia, terdapat sejumlah manfaat vaksin COVID-19 yang perlu kita ketahui. Sebelum didistribusikan, vaksin COVID-19 harus melalui tahap uji klinis demi memastikan keamanan untuk digunakan pada manusia. Salah satu manfaat vaksin COVID-19 adalah memberikan kekebalan pada tubuh atau membuat antibodi.

Pastinya dari vaksin ini memiliki manfaat serta efek sampingnya, yuk kita simak bagaimana cara kerja dan efek samping dari vaksin Sinovac  atau CoronaVac.

Cara kerja vaksin Sinovac atau CoronaVac:

Terbuat dari virus corona

Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulai dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, hingga Swiss. Satu sampel dari China akhirnya menjadi dasar pembuatan vaksin.

Menonaktifkan virus corona

Para peneliti menumbuhkan stok besar virus corona di sel ginjal monyet. Kemudian mereka menonaktifkan virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton.  Virus corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi protein mereka tetap utuh. Para peneliti kemudian menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah senyawa kecil berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Adjuvan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

Mendorong respons kekebalan tubuh

Karena virus corona di vaksin Sinovac sudah mati, mereka bisa disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen. Sel yang membawa antigen merobek virus corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya. Lalu, sel T dalam tubuh mendeteksi fragmen tersebut.  Jika fragmen cocok dengan salah satu protein sel, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

Membuat antibodi

Jenis sel kekebalan lain, yakni sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk, dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona.  Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya. Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika cocok, sel B juga diaktifkan, berkembang biak, dan mengeluarkan antibodi untuk melawan virus corona.

Menghentikan virus

Setelah divaksinasi dengan vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus corona hidup. Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada virus corona dan mencegah virus memasuki sel. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.

Mengingat virus

Setelah divaksinasi, sistem kekebalan tubuh memiliki sel khusus yang disebut sel B yang mungkin menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.

Begitulah cara kerja vaksin Sinovac atau CoronaVac, sedangkan efek samping dari vaksin Sinovac atau CoronaVac dibagi jadi 3 bagian, yaitu efek samping lokal vaksin CoronaVac, efek samping sistematik vaksin CoronaVac dan efek samping derajat berat vaksin CoronaVac.

Google Image Search

Efek samping lokal vaksin CoronaVac:

  • Nyeri
  • Iritasi
  • Pembengkakan

Efek samping sistematik vaksin CoronaVac:

  • Nyeri oto
  • Fatigue
  • Demam

Efek samping derajat berat vaksin CoronaVac:

  • Sakit Kepala
  • Gangguan di Kulit
  • Diare

Itulah sedikit penjelasan mengenai vaksin Sinovac atau CoronaVac, serta bagaimana cara kerja dan efek sampingnya. Mari kita tetap menjaga kesehatan untuk diri sendiri maupun orang di sekitar kita dengan mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak. Yuk, ikuti protokol kesehatan!!!

Baca Juga: Cegah Corona Tidak Hanya Dengan Mencuci Tangan

Apa Saja Gejala Umum Corona?

Corona atau Covid-19 merupakan virus yang sudah mewabah sejak Desember 2019. Pertama diketahui bahwa Covid-19 berada di Wuhan, China. Awalnya hanya di China saja, tetapi sekarang Corona sudah menjadi pandemi dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia tidak lantas langsung menutup akses penerbangan langsung dari dan ke Wuhan, yang ada di enam bandara, antara lain Batam, Jakarta, Denpasar, Manado Makassar.

Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia, tetapi menurut pakar Corona sudah masuk ke Indonesia sejak bulan Januari. Pemerintah Indonesia merasa sudah cukup melakukan langkah – langkah antisipasi. Seperti menggunakan Health Alert Card atau Yellow Card, juga Thermal Scanner untuk mengecek suhu tubuh diatas 38,5 derajat Celsius di pintu masuk dan keluar RI.

Sekarang, apa saja sih gejala Corono atau Covid-19 ? Yuk, kita simak satu per satu gejala – gejala kalian terjangkit virus Corona.

Demam

Menurut Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, sejak awal wabah virus corona, gejala yang paling umum dan banyak pasien alami hingga mencapai 98% adalah demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius.

Meskipun virus tersebut sudah mengalami mutasi, pada sebagian orang  yang rentan perlu mewaspadai diri dan wajib berhati – hati  jika sudah mengalami demam tinggi, bahkan hanya dengan suhu tubuh 37,8 derajat Celcius.

Batuk dan pilek

Selain dema, batuk dan pilek termasuk gejala Corona, terutama batuk yang terlampau sering dalam satu jam. Umumnya, batuk kering dan terjadi terus-menerus, secara berlebih dari biasanya.

Berkurangnya Indera Penciuman

Menurut pengamatan, berkurangnya fungsi indera penciuman juga merupakan salah satu gejala Corona. Biasanya kita yang bisa mencium aroma masakan, parfum hingga minyak angin secara tiba – tiba tidak dapat mencium aroma tersebut, sebaiknya cepat lakukan Rapid Test maupun SWAB di klinik, rumah sakit maupun tempat yang menyediakan Rapid Test dan SWAB.

Sesak Nafas

Sesak napas menjadi salah satu gejala Corona yang serius. Umumnya, pasien Covid-19 dalam kasus yang serius akan mengalami pneumonia, paru-paru penuh dengan nanah dan cairan. Inilah yang bisa menyebabkan pasien Covid-19 serius akan mengalami sesak napas yang intens dan batuk yang menyakitkan.

Source: Google Image Search

Selain gejala di atas, sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association, sebanyak 98% pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit mengalami demam. Sebanyak 76%-82%  mengalami batuk kering. Dan, 11%-14% melaporkan lemah dan lelah.

Tapi, saat ini juga banyak pasien positif Covid-19 tanpa memiliki gejala atau asimptomatik. Di luar masih banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi menjadi pembawa virus tanpa mereka sadari.

Jadi untuk kalian yang memiliki beberapa keluhan atau merasakan gejalanya dalam beberapa hari, segera hubungi layanan fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal kalian, seperti klinik, rumah sakit maupun tempat yang menyediakan Rapid Test dan SWAB.

Baca juga: Cegah Corona Tidak Hanya Dengan Mencuci Tangan

Baca juga: Minimol Pontianak

Cegah Corona Tidak Hanya Dengan Mencuci Tangan

Sepertinya sekarang pandemi Covid-19 atau virus Corona merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Kalimantan Barat, Kota Pontianak. Pada saat ini masyarakat yang positif Corona sedang meningkat, buktinya pada hari Kamis kemarin tercatat 4.850 masyarakat Indonesia yang positif Corona.

Kurangnya rasa waspada serta rasa tidak peduli menyebabkan semakin meningkatnya masyarakat yang positif Corona, bukannya semakin berkurang. Tetapi tidak semua hal ini terjadi karena rasa ketidakpedulian, ada juga masyarakat yang sudah sangat berhati – hati masih terkena Corona. Maka dari itu, untuk mencegah Corona tidak hanya bisa dilakukan dengan mencuci tangan, masih banyak protokol lainnya yang mesti dan harus kita lakukan. Apa saja protokol lainnya? Yuk, kita bahas satu per satu.

Mencuci Tangan

Source: Google Image Search

Dulu mencuci tangan hanya dilakukan saat ingin makan atau sesudah melakukan kegiatan yang menggunakan tangan, seperti menanam, bersih – bersih dan masih banyak lagi. Sekarang, sebelum melakukan apapun, bahkan sebelum masuk ke rumah maupun ke toserba, toko, mall kantor harus mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan merupakan protokol yang sangat sederhana yang mudah untuk diimplementasikan. Sekarang, banyak masyarakat yang kadang masuk supermarket tidak mencuci tangan, padahal sudah disediakan pancuran serta sabun cuci tangan untuk konsumen yang datang.

Sediakan Handsanitizer

Source: Google Image Search

Awal masuknya pandemi Covid-19 di Indonesia, permintaan dan pembelian Handsanitizer sangat meningkat, bahkan harganya menjadi sangat mahal, serta banyak masyarakat yang membeli berkotak – kotak handsanitizer untuk persediaan, ada juga yang dijual kembali. Sekarang keadaan (stock dan harga) handsanitizer sudah kembali normal, banyak masyarakat yang menjual persediaannya dengan harga rugi.

Kenapa handsanitizer merupakan salah satu protokol untuk mencegah Corona? Karena Handsanitizer merupakan pengganti cuci tangan jika kita pergi ke suatu tempat yang tidak menyediakan tempat cuci tangan bahkan sabunnya. Handsanitizer memang tidak terlalu efektif untuk mencegah Corona, tetapi handsanitizer dapat membantu kita membunuh kuman maupun virus yang menempel di tangan kita.

Menggunakan Masker

Source: Google Image Search

Wajib bagi kita menggunakan masker ketika keluar rumah, pergi bekerja atau ke tempat fasilitas umum. Mengapa menggunakan masker merupakan salah satu protokol kesehatan? Karena agar kita bersin atau ada seseorang disekitar kita sedang flu/bersin kita tidak menyebarkan atau terkena virus tersebut. Karena corona dapat menyebar melalui bersin. Pandemi saat ini pada awalnya membuat masker sama halnya dengan handsanitizer, menjadi langka dan mahal. Tetapi, sekarang sudah banyak masyarakat yang dapat membuat masker sendiri.

Social Distancing / Physical Distancing

Source: Google Image Search

Social Distancing mungkin merupakan protokol yang sulit untuk diterapkan maupun dilakukan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kota Pontianak. Masih banyak masyarakat, terutama kalangan muda yang berkumpul di warkop – warkop maupun cafe tanpa memperdulikan jarak. Walaupun sudah menggunakan masker hingga mencuci tangan tetap saja social distancing atau physical distancing wajib dilakukan, karena virus corona dapat menyebar hanya dengan bersentuhan sedikit atau berada di satu ruangan dengan seseorang yang positif corona. Peraturan social distancing hanya berjalan di awal saja, tetapi belakangan ini masih banyak cafe – cafe maupun warkop yang terdapat puluhan orang berkumpul dengan jarak yang sangat dekat, bahkan berhimpitan.

 Maka dari itu, demi kesehatan kita semua, kesehatan orang tersayang sebaiknya ketika keluar rumah atau berkumpul di suatu tempat kita tetap menerapkan social ataupun physical distancing, bahkan jika bisa usahakan untuk tetap di rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

Source: Google Image Search

Nah, itu beberapa protokol  wajib yang dapat dilakukan untuk mencegah corona selain mencuci tangan. Sangat sederhana dan mudah diimplementasikan kan? Yuk, mulai jaga kesehatan hingga kebersihan dengan diawali rasa kepedulian, untuk diri sendiri, maupun kerabat hingga keluarga.

baca juga: Fakta-Fakta Tentang Penyebaran Coronavirus COVID-19

baca juga: Tetap di Rumah Aja, Ini Keuntungan Belanja Sayur Online

Bagaimana UMKM di Kalbar dan Indonesia Bisa Bertahan?

Di era pandemic COVID-19 ini, kita semua sebagai pelaku UMKM di Kalbar dan di Indonesia, dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan, atau layu kemudian gulung tikar. Pelaku-pelaku bisnis dituntut untuk bisa bergerak secara cepat dan radikal menyesuaikan dengan aturan PSBB dan kebijakan Physical Distancing dan Social Distancing pemerintah. Pembeli produk barang dan jasa yang tadinya masih sebagian besar offline pun kemudian dengan cepat beralih menjadi online.

Kepala bagian pemasaran Pro-UMKM, Noor Alvi Laili mengatakan, “Kami bersyukur kami sudah memulai proses digitalisasi bisnis-bisnis UMKM di Kalimantan Barat. Di era COVID-19, strategi ini terbukti bermanfaat bagi mitra-mitra kami. Disaat transaksi produk UMKM tradisional lesu, transaksi online kami justru mampu naik tajam”.

“Kami juga berharap semakin banyak pelaku UMKM yang sadar akan pentingnya digitalisasi bisnis mereka sehingga mereka mau dan mampu belajar memulai proses tersebut. Kita di Pro-UMKM selaku pengurus UMKM Kalbar siap menggandeng baik mitra maupun calon mitra kita untuk maju bersama dan terus berkembang di tengah pandemic COVID-19”, lanjutnya.

Ada beberapa hal penting yang wajib dikuasai oleh pebisnis generasi pandemic ini, yaitu kualitas produk, pengemasan produk, iklan, dan teknologi jaringan.

Pertama dalam hal produk, kualitas produk menjadi makin penting disaat menurunnya daya beli masyarakat. Semua orang ingin produk terbaik untuk harga yang paling cocok dengan ekonomi mereka. Harga memang makin penting di saat seperti ini, tetapi juga Value atau nilai produknya. Mereka ingin produk dengan harga terjangkau, berkualitas baik, tahan pengiriman, dan tahan disimpan. Nah disinilah pengemasan produk berperan penting. Pelaku UMKM-UMKM tradisional yang masih menganggap remeh keamanan dan estetika pengemasan produk mereka, secara tidak langsung membatasi usaha mereka sendiri hanya pada pasar-pasar lokal.

Hal kedua adalah iklan. Bukan sembarang iklan, tetapi iklan online atau iklan digital. Iklan digital sendiri tidak harus berbayar. Beriklan bisa dengan mudah dan gratis, dimulai oleh siapa saja melalui platform-platform aplikasi yang sudah mereka gunakan selama ini. Contohnya adalah iklan melalui story dan broadcast WhatsApp, melalui posting Facebook dan Instagram baik di profil sendiri atau dengan berabung bersama komunitas atau grup.

Periklanan ini sudah tentu jauh berbeda dengan pengiklanan offline. Di bidang periklanan digital, Anda selaku pengusaha dituntut untuk tidak hanya menguasai teknologi-teknologi yang tersedia, tetapi juga harus mengenal baik dan mampu mencapai calon-calon konsumen kita. Sebuah skill yang memang perlu waktu dan pengalaman untuk diasah.

Kemudian ilmu di bidang teknologi jaringan. Yang paling penting adalah fitur pembayaran dan akuntansi online juga harus dikuasai oleh pelaku UMKM agar mudah menuntaskan transaksi-transaksi dengan pelanggan tanpa harus bertatap muka, dan tanpa uang tunai. Cara ini jelas sangat asing bagi pelaku-pelaku UMKM tradisional, tapi di zaman ini adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi. Meeting dengan supplier, hingga transaksi masa kini mulai banyak yang dilakukan melalui video conference dengan platform seperti Google Meet, Zoom, dan lainnya.

Tetapi sifat yang paling penting yang harus dimiliki semua pengusaha adalah kegigihan. Dengan kemauan belajar dan kerja keras yang tinggi, Pro-UMKM percaya bahwa kita bisa bersama melalui pandemi. Tidak hanya melalui dengan bersusah payah, kita juga harus bisa mengembangkan bisnis di era sulit ini. Kami di Pro-UMKM siap membantu dan membina pelaku UMKM Kalimantan Barat untuk bisa mendigitalisasi bisnis mereka.

Tetap semangat, dan sehat selalu. Maju Terus UMKM Kalimantan Barat!

Jaga Daya Tahan Tubuh Dengan Konsumsi Buah-Buahan ini!

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Makan bergizi dan seimbang merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan, terlebih di saat masa-masa rentan dijangkiti virus. Beragam buah yang lezat yang bisa dibuat menjadi jus, salad, ataupun disantap langsung akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Apa saja contoh buah-buahan yang cocok dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh? Simak rangkumannya berikut ini.

1. Jeruk

Buah-buahan seperti jeruk biasa, jeruk bali, jeruk nipis, jeruk keprok dan lemon merupakan sumber vitamin C. Vitamin C disebut dapat meningkatkan produksi sel darah putih dan sel darah putih tersebut adalah kunci memerangi infeksi

2. Kiwi

Seperti jeruk, buah kiwi juga merupakan buah yang kaya akan vitamin untuk tubuh. Kiwi mengandung folat, potasium, vitamin K, dan vitamin C yang baik untuk melawan infeksi. Beberapa kandungan vitamin tersebut tentunya sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh

3. Pepaya

Buah pepaya menjadi salah satu sumber vitamin C terbaik. Tidak hanya untuk menjaga daya tahan tubuh, pepaya juga memiliki banyak khasiat lainnya. Pepaya megandung kolin yang berfungsi mengurangi peradangan kronis, penyerapan lemak, dan mempertahankan struktur membran sel tubuh. Selain itu, pepaya dapat mengurangi dan menangkal penyakit jantung. Antioksidan yang terkandung di dalam pepaya juga dapat mengurangi resiko kanker dan melindungi sel tubuh dari kerusakan

4. Mangga

Rajin mengkonsumsi buah mangga dipercaya baik untuk kesehatan. Tidak hanya bercita rasa lezat, buah ini rendah kalori, tetapi kaya akan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Kandungan 165 gram buah mangga dapat mencukupi 70% kebutuhan harian vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh

5. Tomat

Tomat yang mudah didapatkan dan banyak digunakan sebagai bahan masakan memiliki banyak manfaat dalam menjaga daya tahan. Kandungan nutrisi dalam tomat seperti vitamin dan mineral sangat baik untuk tubuh. Tomat mampu menangkal radikal  bebas dan memperkuat daya tahan tubuh karena tomat mengandung antioksidan

6. Blueberry

Buah yang mengandung anthocyanin tinggi ini berperan sebagai antioksidan. Vitamin (A, B, C dan E) dan anthocyanin yang terkandung didalam buah blueberry turut membantu meningktakan kekebalan tubuh.

Fakta-Fakta Tentang Penyebaran Coronavirus COVID-19

Diterjemahkan dan ditambahkan dari artikel New York Times tanggal 02 Maret 2020.

Sebuah virus yang rentan, tetapi sangat mudah menular, dengan ukuran kira-kira satu per Sembilan ratus diameter rambut manusia, menyebar di berbagai komunitas di seluruh penjuru dunia. Coronavirus COVID-19, nama dari virus ini, telah menyerang lebih dari 60 negara pada saat artikel ini ditulis. Coronavirus sendiri resmi diumumkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, melalui pernyataan resmi Presiden Jokowi bahwa 2 orang WNI positif Coronavirus COVID-19 dan sedang di isolasi di Jakarta.

Karena virus ini sangatlah baru, pengetahuan para ahli tentang penyebarannya juga masih terbatas. Tetapi mereka bisa memberikan panduan tentang bagaimana kelihatannya, Coronavirus bisa – dan tidak bisa – menyebar.

Bila Saya berpapasan dengan orang yang terjangkit Coronavirus, apakah saya akan tertular?

Katakan Anda memasuki ke sebuah tempat perbelanjaan. Seorang pebelanja disitu terjangkit Coronavirus. Apakah faktor yang paling membuat Anda beresiko tertular oleh orang tersebut?

Para ahli berkesimpulan masih banyak yang harus mereka pelajari. Tetapi sejauh ini ada 4 faktor yang sangat berperan dalam penularan Coronavirus ini.

  1. Seberapa dekat Anda dengan penderita.
  2. Seberapa lama Anda berada berdekatan dengan penderita.
  3. Apakah si penderita menyemburkan viral droplets (cairan tubuh yang mengandung virus) ke Anda.
  4. Dan seberapa banyak Anda menyentuh muka Anda.

Disamping faktor-faktor di atas, usia dan kesehatan Anda juga menjadi faktor penentu.

Apakah itu Viral Droplet?

Viral Droplet adalah semburan cairan tubuh yang membawa partikel-partikel virus. Sebuah virus adalah sejenis mikroba kecil yang terikat dengan sebuah sel, mengambil alih sel tersebut, dan melanjutkan menyerang inang yang lain. Ini adalah “gaya hidup” dari sebuah virus, cetus Gary Whittaker, sebuah profesor Virology dari Cornell University College of Veterinary Medicine.

Virus yang “telanjang” tidak bisa kemana-kemana kecuali virus tersebut “menumpang” dengan semburan lendir, saliva (air liur), ekskresi, dan cairan-cairan tubuh lainnya, ungkap Kin-on Kwok, seorang professor di Chinese University of Hong Kong’s Jockey Club School of Public Health dan Primary Care.

Indonesia mengumumkan kasus pertama Coronavirus 2 Maret 2020

Droplets lendir dan air liur ini terlontar dari mulut dan hidung saat kita batuk, bersin, tertawa, menyanyi, bernafas, dan berbicara. Bila droplets ini tidak mengenai apa-apa, biasanya mereka mendarat di lantai atau di tanah.

Untuk bisa mendapatkan akses ke sel Anda, droplets tersebut harus masuk lelalui mata, hidung, atau mulut. Beberapa ahli berpendapat bahwa bersin dan batuk adalah cara-cara utama penyebaran Coronavirus Profesor Kwok juga mengatakan berbicara tatap muka atau berbagi makanan dengan seseorang bisa beresiko menularkan virus.

Berapa Jarak yang Harus Dijaga?

Christen Lindmeier, seorang jurubicara untuk World Health Organization (WHO), badan kesehatan PBB mengungkapkan, jarak yang harus dijaga paling baik adalah sekitar 1 meter dari orang yang terjangkit.

Sedangkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) milik pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa jarak penularan juga masih bisa terjadi walaupun berjarak 2 meter.

Seberapa lama saya bisa berada di dekat seorang penderita?

Hal ini belum sepenuhnya jelas, tetapi semakin banyak waktu yang Anda lewati bersama penderita, semakin tinggi pula resiko Anda juga ikut tertular. Maka hal yang paling baik dilakukan adalah menghindari berada berdekatan dengan orang yang tampak flu untuk waktu yang panjang. Faktor lainnya adalah seberapa banyak interaksi Anda dengan penderita, seperti berjabat tangan, atau berbincang-bincang. Semakin banyak interaksi juga semakin meningkatkan resiko Anda terjangkit Coronavirus.

Apakah penderita virus Coronavirus bisa dibedakan?

Belum tentu.

Bagi sebagian besar kasus yang terkonfirmasi Coronavirus, gejala-gejala yang diderita hanya Nampak seperti flu atau demam biasa. Bahkan ada beberapa orang yang positif Coronavirus COVID-19 yang tidak merasa dan mengalami flu atau demam sama sekali.

Hal-hal ini membuat mengidentifikasi siapa saja yang terjangkit Coronavirus dan berpotensi menularkan virus tersebut ke orang lain.

Semakin banyak pula kasus-kasus orang-orang yang tidak merasakan gejala apa-apa justru menularkan Coronavirus COVID-19 ke orang lain. Tetapi WHO masih percaya bahwa kasus-kasus penyebaran Coronavirus dilakukan oleh orang yang jelas tampak sedang flu pada waktu penularan, sebut Mr. Lindmeier.

Apakah virus bisa hidup di gagang pintu, layar sentuh, atau permukaan lain?

Ya. Setelah banyak orang yang mengunjungi Kuil Buddha di Hong Kong jatuh sakit, otoritas kesehatan mengambil beberapa sampel dari lokasi tersebut. Keran di kamar mandi, dan kain-kain alas taplak di kuil tersebut juga positif mengandung Coronavirus, sebut pernyataan resmi badan tersebut.

Secara harafiah, virus COVID-19 yang dikenal oleh nama “Coronavirus” hanyalah yang paling baru diantara banyak virus-virus yang berbentuk serupa dan berasal dari kategori yang sama. Coronavirus (Corona  = Mahkota) sendiri diberi nama demikian karena banyak memiliki “duri” yang muncul dari permukaannya, yang mirip dengan gambar mahkota dari matahari yang bersinar. Sebuah studi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa Coronavirus COVID-19 bisa tinggal di bahan metal, kaca, dan plastik dari 2 jam hingga 9 hari.

Petugas bandara di Korea Selatan menyemprotkan cairan disinfektan ke fasilitas umum.

Apakah permukaan tersebut tampak kotor atau bersih tidak berpengaruh apa-apa. Bila seseorang yang terifeksi Coronavirus bersin kemudian droplets nya menempel di permukaan tersebut, orang berikutnya yang menyentuh permukaan yang sama juga bisa terjangkit. Seberapa banyak virus dan droplets yang dibutuhkan untuk menginfeksi seseorang yang sehat belum bisa dipastikan.

Coronavirus sendiri mudah dihancurkan, tambah Profesor Whittaker. Dengan menggunakan larutan disinfektan sederhana di permukaan tersebut, hampir dapat dipastikan untuk memecah “cangkang” halus yang melindungi mikroba kecil tersebut, dan kemudian membuat virus tersebut tidak berfungsi.

Selama Anda mencuci tangan sebelum menyentuh muka Anda, seharusnya Anda akan baik-baik saja, karena droplets yang mengandung virus tidak bisa menembus lapisan kulit.

Jika Anda khawatir untuk tertular dari orang yang mungkin bersin ke produk-produk yang Anda beli dari China, jangan khawatir. Karena waktu yang diperlukan untuk mengirim barang tersebut dari China atau belahan dunia lain ke tanah air, seharusnya Anda aman. Atau jika benar-benar khawatir, Anda juga bisa membersihkan permukaan benda-benda dengan cairan disinfektan atau mencuci tangan Anda setelah menyentuh benda-benda tersebut.

Apakah merk yang sabun dipakai juga berpengaruh?

Tidak, ungkap para ahli. Selama Anda mencuci tangan dan permukaan dengan bersih dan dengan sabun-sabun disinfektan bahkan sabun-sabun merk biasa sekalipun, Coronavirus hampir pasti akan terbunuh.

Tetangga saya batuk-batuk. Haruskah saya khawatir?

Sampai sekarang tidak ada bukti partikel virus COVID-19 bisa menembus dinding atau gelas, jelas Dr. Ashish K. Jha, direktur dari Harvard Global Health Institute.

Ia juga menambahkan bahwa ia lebih khawatir soal ruangan yang digunakan bersama-sama daripada bahaya yang dimiliki sistem ventilasi, selama perputaran udara di ruangan tersebut baik.

Tetangga mungkin bersin di gagang pintu atau pagar, yang dalam waktu dekat Anda sentuh. “Itu akan menjadi cara lebih natural untuk tertular dari tetangga Anda”, pungkasnya.

Bisakah saya tertular dari bermesraan dengan seseorang yang terjangkit Coronavirus?

Mencium orang-orang yang Anda sayangi jelas bisa menularkan virus tersebut, seperti dijelaskan oleh para ahli.

Walaupun Coronavirus tidak lazim untuk ditularkan secara seksual, saat ini para ahli tidak bisa menyimpulkan bisa atau tidaknya penularan melalui hubungan intim, sebut pernyataan resmi WHO.

Tetapi perlu diiingatkan bahwa jarak, waktu, dan interaksi adalah faktor-faktor terpenting penyebaran Coronavirus COVID-19.

Apakah aman untuk makan di tempat-tempat yang ada penderita Coronavirus nya?

Jika orang yang sakit tersebut ikut mempersiapkan atau menghidangkan makanan tersebut, tentu resiko ini tidak bisa dikesampingkan. Begitu juga tentang berbagi alat makan, dan menggunakan alat makan pribadi langsung ke piring lauk-pauk. Tetapi memanaskan atau memasak kembali makanan-makanan tersebut diyakini akan membunuh virus tersebut, jelas Profesor Whittaker.

Dr Jha pun setuju dengan pernyataan tersebut. “Secara umum, kita belum melihat makanan sebagai mekanisme penularan penyakit”, tukasnya.

Bisakah hewan peliharaan saya menemani saya di karantina?

Ribuan orang telah menjalankan beberapa jenis karantina. Sebagian diperintahkan oleh petugas medis, dan sebagian adalah karantina sukarela dan biasanya berbentuk tidak meninggalkan rumah.

Jadi bisakah kucing atau anjing saya menemani saya di karantina untuk mengurangi kebosanan?

Profesor Whittaker sendiri telah meneliti persebaran Coronavirus COVID-19 di hewan, manusia, dan antara hewan – manusia, berkata dia belum pernah melihat kasus dan bukti bukti bahwa orang yang tertular bisa menyebarkan virus ini ke hewan peliharaannya.