Yuk, Kepoin Budaya Ngopi di Berbagai Negara

Budaya ngopi telah berkembang dan semakin marak menjadi tren di berbagai negara. Tren ngopi menjadi identitas suatu kelompok yang wajib dilakoni hampir setiap orang, baik bagi para remaja, maupun para orangtua. Bisa dikatakan, ngopi tidak sekedar menyeduh dan meminum.

Secangkir kopi dapat memberikan sentuhan berbeda pada budaya di setiap negara. Tidak hanya di Indonesia, budaya kopi yang menarik dan unik pun bisa dijumpai di negara lain

Swedia

Orang-orang di Swedia minum kopi sambil berbincang-bincang, tidak ketinggalan sepotong kue menjadi pelengkap suguhannya. Budaya ini disebut fika, yang berarti minum kopi. Fika menjadi tradisi yang kuat, karena dalam sehari fika biasa dilakukan lebih dari satu kali. Fika juga menjadi salah satu cara membangun hubungan erat dengan orang lain. Tradisi fika melebur bersama aktivitas masyarakat Swedia sehari-hari. Misalnya, di kantor, fika dilakukan baik di pagi hari maupun di siang hari.

Perkembangan kopi di Swedia diawali sejak abad ke 20, ketika kopi menjadi bukan hal yang rahasia lagi. Berbagai kedai kopi menjadi surga bagi yang ingin mengobrol satu sama lain. Uniknya, perkembangan tren ngopi sejak itu menggabungkan kopi dengan kedai pastries dan bakery, hingga sekarang sajian kopi di Swedia identik dengan sajian kue kering atau roti untuk menemani secangkir kopi.

Arti “Ska vi fika?” (Shall we coffee-break?) sendiri menjelma menjadi ajakan dari rekan kerja untuk melepaskan kejenuhan kerja, bahkan hampir tiap kantor di Swedia memastikan pekerjanya tidak meninggalkan coffee-break. Kebiasaan umum adalah menikmati kopi pada jam 3pm-4pm dan waktu pagi. Semakin zaman, arti Fika tidak hanya sekadar menikmati kopi, tapi lebih dari itu, menjadi fenomena sosial

Selandia Baru

Smoko adalah slang atau bahasa gaul di negara Selandia Baru yang berarti ngemil. Tradisi smoko muncul sejak para pekerja di sana memenangkan haknya istirahat di pagi hari dan siang hari. Jika dilihat dari sisi etimologi bahasa, smoko berasal dari bahasa yang digunakan oleh kelompok tentara angkatan laut Inggris dan berawal pada 1865. Para tentara tersebut menyebutnya smoke-o atau smoke-oh. Umumnya, smoko digunakan sebagai waktu untuk minum kopi atau teh saat istirahat sore atau pagi, ditemani dengan rokok

Etiopia

Orang-orang di Etiopia mengenal dan melakukan tradisi buna tetu, yang berarti minum kopi. Buna tetu bisa memakan waktu hingga tiga jam untuk mempersiapkannya dan dilakukan tiga kali dalam sehari. Selain menjadi wadah bersosialisasi, buna tetu dinilai penting bagi masyarakat setempat. Ada rangkaian upacara yang diisi dengan ritual mengusir roh-roh jahat. Upacara tersebut dilakukan oleh seorang perempuan. Proses persiapannya terdiri dari beberapa langkah spesifik, mulai dari menyangrai biji kopi mentah, menggiling biji kopi tersebut, hingga kopi siap diseduh.

Saat kopi disajikan, jika ada anak kecil, anak tersebut akan menyajikan terlebih dahulu kepada orang yang paling tua di upacara itu, kemudian tuan rumah akan menyajikan kepada keluarga atau tamu lainnya. Untuk tamu boleh menghabiskan hingga tiga cangkir kopi.

Argentina

Masyarakat yang berdiam di beberapa bagian Amerika Latin memiliki budaya ngopi yang dikenal dengan nama Merienda. Tradisi minum kopi ini terdiri dari kopi, susu, dan roti croissant. Budaya Merienda dilakukan pada waktu makan siang dan setelah makan malam.