Bagi masyarakat Indonesia, tidak lengkap rasanya apabila makan tidak disajikan dengan sambal. Memiliki rasa pedas dan juga gurih menjadikan sambal sebagai pelengkap makanan yang wajib ada dan khas Indonesia. Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai sambal sebagai pelengkap dan penambah rasa pedas pada tiap hidangan. Sebagai negara yang kaya cita rasa, sambal Indonesia hadir dalam beragam nama dan variasi. Mulai dari sambal terasi, sambal matah, sambal bajak, sambal dabu-dabu, sambal ijo, dan varian sambal lainnya.

Tidak hanya di Indonesia, ternyata beberapa negara juga memiliki sambal yang disajikan sebagai pelengkap beragam hidangan khasnya. Berbeda dengan sambal khas Indonesia, sambal-sambal ini memiliki ciri khas tersendiri yang membuat makanan itu semakin nikmat untuk disantap.

Gochujang, Korea

Selain Kimchi, Korea terkenal dengan sambalnya yang dinamakan Gochujang. Gochujang terbuat dari cabai, ketan, tauco, zat pemanis dan garam. Masyarakat Korea tidak hanya menggunakan Gochujang sebagai bumbu masakan, tetapi juga menghidangkannya sebagai kondimen. Gochujang dapat ditemukan sebagai kondimen ketika memesan menu BibimbapKorean Barbeque, dan makanan korea lainnya. Gochujang selalu hadir hampir di setiap makanan tradisional orang Korea Selatan. Warnanya merah pekat dengan tekstur sangat kental, gochujang atau pasta cabai Korea terbuat dari beras ketan dan cabai bubuk yang difermentasi secara tradisional dan ditempatkan di tong besar dari tanah liat. Ciri khas lain dari gochujang adalah adanya sedikit rasa manis di antara cita rasa pedas yang mendominasi.

Nama Gochujang memiliki makna, Gochu berarti cabai, sedangkan jang adalah bumbu, sehingga kedua kata itu apabila digabungkan berarti bumbu cabai maupun pasta cabai. Tentu saja dari namanya sudah dapat ditebak  bahwa gochujang ini penuh dengan cita rasa yang pedas. Gochujang dapat dibeli secara mudah di berbagai supermarket, khususnya di Asia. Kemasannya biasanya berupa persegi atau kotak yang dibungkus dengan plastik atau kotak. Untuk urusan harga tentu saja tidak perlu khawatir, karena sangat murah.

Wasabi, Jepang

Wasabi merupakan salah satu penyedap makanan yang harus ada di Jepang. Beberapa makanan yang menggunakan wasabi adalah sushi, sashimi, soba, dan sebagainya. Banyak orang  menyangka wasabi adalah  lobak pedas. Padahal, meskipun wasabi memang masih satu keluarga dengan lobak pedas, tetap kedua benda ini tidak sama. Wasabi merupakan tanaman semacam rerumputan yang hanya ada di Jepang dan tanaman ini masih satu famili dengan tanaman persilangan lainnya, seperti mustard, kol, dan lobak.

Banyak yang mengira adanya wasabi di atas sushi itu untuk menambah rasa pedas. Padahal sebenarnya, wasabi ada untuk mencegah keracunan dari ikan mentah. Hal ini disebabkan karena wasabi memiliki zat kimia bernama allyl isothiocyanate, zat kimia anti bakteri. Jika sedang mencicipi wasabi asli, sebaiknya harus cepat-cepat memakannya. Alasannya, rasa wasabi asli yang diparut ternyata hanya bertahan selama 15 menit. Karena itu, jangan aneh jika melihat wasabi diparut secara dadakan di  restoran Jepang.

Sriracha, Thailand

Thailand merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki aneka makanan bercita rasa pedas, salah satunya adalah sambal khas Thailand bernama Sriracha. Sriracha terbuat dari cabai, bawang putih, dan cuka, sehingga rasanya sedikit asam. Sriracha berasal dari Thailand, tepatnya di kota pesisir bernama Si Racha dan sudah ada sejak tahun 1930-an. Menariknya, sambal Sriracha ini bisa ditemukan di Amerika Serikat dengan nama Rooster Sauce karena dikembangkan oleh orang-orang Vietnam-Amerika di California pada tahun 1980-an.

Rasa Sriracha yang asli Thailand tidak lebih pedas dari cabai Jalapeno, dengan sedikit sentuhan rasa asam-manis dari cuka dan memiliki konsistensi yang lebih cair daripada Rooster Sauce. Di Asia Tenggara, Sriracha biasanya disajikan sebagai saus cocolan untuk makanan laut (seafood), atau sebagai topping untuk pho atau spring rolls. Sriracha juga dijadikan kondimen pada berbagai sajian masakan Thailand lainnya.

Piri-Piri, Afrika

Di Benua Afrika terdapat salah satu jenis sambal yang juga tidak kalah pedas dengan sambal di belahan dunia lainnya. Salah satunya adalah sambal piri-piri khas Negara Afrika Selatan. Piri-piri terbuat dari berbagai jenis bahan seperti cabai rawit merah, kulit jeruk, paprika, daun bay, taragon, oregano, dan sedikit perasan lemon. Rasa dari sambal piri piri ini terbilang cukup unik. Pasalnya, sambal piri piri ini tidak hanya menghasilkan rasa pedas saja namun juga terdapat rasa manis dan asam pula.

Piri-piri atau juga dikenal dengan nama Peri-peri mudah ditemukan di Afrika Selatan, Malawi, Nigeria, Zimbabwe, dan beberapa negara di benua Afrika lainnya. Saus bercita rasa pedas dan sedikit manis ini dibawa oleh bangsa Portugal pada masa penjajahan di Afrika pada zaman dahulu. Piri-piri yang berwarna orange terang dibuat dari campuran cabai Afrika, bawang putih, bawang merah, jalapeno, basil, dan oregano yang dihaluskan.

Chili Oil, Tiongkok

Sebagian orang pasti tidak asing dengan chili oil. Chili oil merupakan kondimen cita rasa pedas khas Tiongkok. Umumnya, terbuat dari minyak sayur dan berbagai macam cabai merah kering, seperti chinese red pepper dan merica sichuan. Chili oil juga bisa ditambahkan rempah lainnya sesuai selera. Chili oil biasanya disajikan sebagai kondimen pada menu hot pot, mi, tumisan, dan salad.

Sambal sejenis juga dapat dijumpai ketika jalan-jalan di negeri Sakura. Negara ini mempunyai kondimen yang mirip dengan chili oil bernama Japanese chili oil atau rayu. Sambal sejenis ini pun bisa ditemukan ketika menyantap masakan Italia dengan nama olio di peperoncino yang berasal dari Calabria. Bentuknya sama seperti Chinese chili oil, yang menjadi pembeda adalah sambal khas Italia ini menggunakan minyak zaitun dan biasanya disajikan dengan pasta.

Sambal Hitam Pahang, Malaysia

Seperti namanya, sambal hitam Pahang berasal dari salah satu kota di Malaysia bernama Pahang. Berwarna hitam pekat, sambal hitam Pahang terbuat dari ikan bilis, cabai, bawang, dan belimbing wuluh yang ditumbuk halus, lalu ditumis sampai harum. Sambal hitam Pahang biasanya disantap dengan nasi hangat, pulut, dan berbagai gorengan khas Negeri Jiran.

Achar, India

Masakan India terkenal dengan rasa pedasnya yang khas. Salah satu kondimen sambal yang terkenal di India adalah Achar. Terbuat dari potongan buah dan sayuran, umumnya mangga, jeruk nipis, tomat, bawang merah, cauliflower, timun, serta berbagai cabai segar lainnya. Potongan buah dan sayuran ini bercampur dengan rempah-rempah, dimasak dalam minyak atau direndam dalam air garam. Achar akan selalu ditemukan ketika menyantap samosa, kari, dan sajian India lainnya. Kondimen Achar ini mirip dengan acar salam dan keduanya dapat dihidangkan dengan komposisi maupun tekstur yang berbeda, tergantung dari daerah yang menyajikannya.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *