Nyamuk, salah satu hewan yang paling akrab dengan manusia, karena nyamuk ada dimana-mana. Anda pasti sering kesal jika mendengar nyamuk berdengung terbang di atas kepala dan sekitar area telinga. Ternyata, bukan tanpa alasan nyamuk melakukan hal tersebut. Dirangkum berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa fakta dan alasan mengapa nyamuk suka terbang di sekitar telinga.

Telinga adalah bagian tubuh yang memiliki suhu yang hampir mendekati suhu tubuh inti. Artinya, suhu di sekitar telinga merupakan area paling konstan dan lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Suhu bagian telinga adalah yang paling konstan diantara bagian tubuh yang lain. Itu terjadi karena membran tympani hanya berjarak 3,8 sentimeter dari hipotalamus dan arteri karotis eksterna. Nyamuk adalah salah satu jenis serangga yang mampu mendeteksi hawa panas. Itu sebabnya nyamuk paling suka beterbangan di area kepala, terutama telinga karena suhu panasnya yang tinggi.

Kandungan zat kimia asam laktat di kulit manusia juga menjadi penyebab nyamuk tertarik. Kandungan ini berbeda pada tiap orang, ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah. Orang yang memiliki asam laktat yang tinggi di kulitnya lebih disukai oleh nyamuk. Selain tingginya asam laktat pada kulit seseorang, jumlah karbon dioksida yang dikeluarkan seseorang juga menyebabkan nyamuk lebih banyak mendekat. Nyamuk akan menggunakan jejak karbon dioksida yang dihasilkan tubuh untuk menemukan mangsanya.

Rick Pollack, seorang ahli serangga Amerika Serikat, menjelaskan jika nyamuk yang berputar di atas kepala adalah nyamuk betina, maka nyamuk tersebut akan tertarik dengan berbagai gas dan senyawa, termasuk karbondioksida yang dihirup atau dihembuskan oleh manusia. Itulah alasan mengapa nyamuk betina dengan suara khasnya yang berdengung selalu terbang di sekitar kepala manusia. Anehnya, hanya nyamuk betina yang melakukan hal tersebut. Apabila ada nyamuk jantan yang juga terbang di sekitar kepala, berarti nyamuk jantan sedang mencoba untuk menandai tempat kawin.

Nyamuk jantan tidak bisa menggigit seperti nyamuk betina, namunnyamuk jantan mampu mendeteksi dan merespon perubahan konsentrasi karbondioksida.  Kemampuan ini digunakan nyamuk jantan untuk bisa menarik perhatian nyamuk betina yang sedang asyik bermain di sekitar kepala dan kemudian melakukan ‘perkawinan massal’ di udara. Tidak semua nyamuk jantan dalam gerombolan itu yang bisa membuahi seekor nyamuk betina. Hanya satu nyamuk jantan yang paling beruntung dan kuat yang bisa kawin dengan nyamuk betina. Tidak semua jenis nyamuk melakukan tarian udara ini di sekitar kepala. Beberapa mungkin fokus pada pergelangan kaki atau daerah terbuka lainnya.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *