Pandemi covid-19 yang menyebar menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat, termasuk bagi para orangtua yang memiliki balita. Para orangtua pasti bertanya-tanya apakah perlu untuk membersihkan tangan si kecil menggunakan hand sanitizer untuk mencegah penularan virus covid-19. Ketika bepergian dan tidak tersedia air serta sabun, hand sanitizer menjadi pilihan alternatif untuk membersihkan tangan si kecil. Akan tetapi, banyak dari orangtua yang masih bingung dan khawatir apakah penggunaan hand sanitizer dijamin aman untuk balita.

Sebuah studi menemukan bahwa ribuan anak-anak di Amerika Serikat sakit akibat makan dari tangan setelah menggunakan hand sanitizer, baik disengaja dan tidak sengaja. Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa dari tahun 2011-2014, berdasarkan informasi dari National Poison Data System, terdapat lebih dari 70 ribu anak di bawah usia 12 tahun yang terkena dampak keracunan dari pemakaian hand sanitizer yang salah, seperti iritasi mata atau tertelan. Tidak hanya itu, lebih dari 8.000 kasus penggunaan hand sanitizer mengakibatkan efek yang merugikan kesehatan, mulai dari sakit perut dan muntah, hingga mengalami koma.

Hand sanitizer dibuat untuk membersihkan kuman dan kotoran yang menempel di tangan. Umumnya, hand sanitizer mengandung alkohol dengan kadar konsentrasi 45% – 95% atau setara dengan alkohol yang terkandung dalam bir, anggur, dan minuman keras lainnya. Banyak yang belum mengetahui bahwa hand sanitizer mengandung etanol dan isopropil alkohol. Kedua kandungan ini, apabila sengaja atau tidak sengaja tertelan dapat menyebabkan keracunan yang mengakibatkan kebingungan, nafas menjadi lambat, suhu tubuh rendah, warna kulit menjadi kebiruan, mual dan muntah.

Terlepas dari dampak negatifnya, penggunaan alkohol dalam kandungan hand sanitizer tidak sepenuhnya memberikan dampak buruk. Faktanya, hand sanitizer yang digunakan pada batas yang wajar lebih baik dari tidak mencuci tangan sama sekali. Penggunaan hand sanitizer pada balita diperbolehkan apabila dalam situasi yang sangat mendesak. Seorang profesor yang tergabung dalam Associate Proffesor di Divisi Occupational and Environmental Health, Dalla Lana School of Public Health mengemukakan walaupun masih cukup skeptis tentang penggunaan hand sanitizer, sejumlah riset membuktikan hand sanitizer cukup efektif dalam mengurangi jumlah virus dan bakteri di tangan dibandingkan hanya penggunaan sabun dan air pada situasi tertentu.

Source: Google

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan para orangtua agar si kecil tetap aman dalam menggunakan hand sanitizer:

  1. Selalu mengawasi penggunaan hand sanitizer pada balita. Saat menggunakannya, tuangkan hand sanitizer secukupnya di telapak tangan si kecil
  2. Jangan biarkan anak menggunakan hand sanitizer seorang diri untuk mencegah resiko hand sanitizer tertelan si kecil, terlebih saat ini sudah banyak varian aroma hand sanitizer seperti aroma buah-buahan yang disukai anak-anak
  3. Pastikan cairan hand sanitizer yang telah digosokkan pada tangan anak benar-benar mengering sebelum bersentuhan langsung dengan makanan
  4. Mengajarkan dan dan sering memberi pemahaman pada si kecil mengenai fungsi hand sanitizer serta bahaya hand sanitizer jika tertelan

Jadi, para ahli tidak serta merta merekomendasikan untuk berhenti menggunakan hand sanitizer pada balita. Tentu saja, pilihan pertama adalah sabun cuci tangan dan air yang mengalir, tetapi jika tidak tersedia, maka para orangtua bisa menggunakan hand sanitizer untuk si kecil. Perlu diingat, penggunaan hand sanitizer pada balita tetap harus selalu dalam pengawasan yang benar.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *