Oymyakon, memiliki reputasi sebagai tempat terdingin di dunia. Tidak tanggung-tanggung, suhu di Oymyakon dapat mencapai hingga -62oC, cukup untuk membekukan bulu mata warganya. Percaya atau tidak, desa ini benar adanya. Oymyakon dijuluki The Pole of Cold karena hampir sepanjang tahun diselimuti cuaca dingin ekstrem. Konon, desa ini menggeser Yakutsk sebagai tempat paling dingin di bumi. Bahkan, menurut beberapa sumber, suhu di Oymyakon pernah mencapai -71oC. Suhu dingin yang sangat ekstrem pernah sanggup merusakkan sebuah termometer elektronik yang baru digunakan.

Termometer untuk mengukur suhu di Oymyakon

Oymyakon adalah desa kecil yang terletak di timur laut Republik Sakha (Yakutia), masih bagian dari Negara Rusia. Dulunya, Oymyakon merupakan tempat pemberhentian untuk para penggembala rusa. Kala itu, pemerintah Soviet berupaya menghentikan populasi orang-orang nomaden, sehingga Oymyakon dijadikan sebagai tempat permukinan permanen hingga sekarang.

Iklim dingin yang kejam sudah biasa bagi masyarakat di Oymyakom. Fasilitas umum di daerah ini tetap beroperasi seperti biasa dan masyarakat setempat juga melakukan aktivitasnya sehari-hari. Nama Oymyakon memiliki arti “air yang tidak membeku”. Suhu dingin ekstrem menyebabkan tidak ada tanaman sayur-sayuran yang sudah dipastikan tidak dapat tumbuh di Oymyakon, sehingga para warga di sana mengandalkan daging-daging segar untuk dikonsumsi agar tidak mengalami malnutrisi. Beberapa makanan yang dikonsumi antara lain salmon putih dan hati kuda mentah beku.

Tidak hanya benda-benda alam yang membeku. Warga di Oymyakon juga harus mengalami beberapa kesulitan. Tinta pulpen yang mengering, kacamata yang membeku dan menempel di wajah mereka, serta baterai yang kehilangan tenaganya menjadi beberapa masalah warga di Oymyakon. Oymyakon kerap mengalami mati listrik dan mobil sulit untuk digunakan karena bahan bakar yang membeku. Warga setempat mengatakan, mereka beberapa kali harus meninggalkan mobil mereka di jalan karena tidak bisa menyala.

Toilet di Oymyakon

Banyak penduduk yang meninggal karena mengalami hipotermia. Ini juga menjadi salah satu masalah besar yang dialami warga lokal untuk mengubur mayat. Diperlukan waktu setidaknya tiga hari untuk mengubur mayat. Api unggun akan dinyalakan selama beberapa jam untuk mencairkan tanah. Batu bara didorong ke samping dan lubang sedalam beberapa inci digali. Proses ini akan diulang selama beberapa hari hingga lubangnya cukup dalam untuk mengubur mayat yang diletakkan dalam sebuah peti.

Ada sebuah fakta unik di balik desa terdingin di bumi ini. Sebelum sampai di lokasi, ada sebuah jalan panjang seperti tidak ada ujungnya. Jalan panjang ini dijuluki “Jalan Tulang”. Jalan tulang menyimpan sejarah kelam di balik pembangunannya. Selama pembangunan jalan ini, masyarakat sekitar dipaksa kerja melebihi batas manusia oleh pihak Uni Soviet. Toilet yang ada di Oymyakon berada di luar rumah.

Reindeer di Oymyakon

Memilki cuaca dingin yang ekstrem tidak menghalangi para wisatawan yang berkunjung untuk dapat menikmati pemandangan yang indah. Saat senja, biasanya suhu di desa ini bisa menyentuh -47oC. Tidak bisa dipungkiri, Oymyakon memiliki pemandangan yang indah bak winter wonderland.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *