Hampir semua masakan yang ada di nusantara memakai umbi berwarna putih ini sebagai penyedap rasa. Peranannya sebagai bumbu penyedap masakan sampai sekarang tidak tergoyahkan oleh penyedap masakan modern yang banyak kita temui di pasaran yang dikemas sedemikian menarik. Masakan yang kita makan akan terasa hambar di lidah tanpa kehadirannya dan kita akan malas memakannya. Tak hanya sebagai penyedap rasa, bawang putih atau nama binomialnya Allium sativum ini juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat. Terutama pengobatan tradisional cina yang banyak menggunakan tumbuh – tumbuhan termasuk bawang putih.

            Penggunaan bawang putih sebagai pengobatan tradisional diduga karena adanya kandungan dari kombinasi dua senyawa yang ada didalamnya, yakni alisin dan scordinin. Alisin merupakan zat aktif yang mempunyai daya antibiotika cukup ampuh. Banyak yang membandingkan zat ini dengan si raja antibiotik, yakni penisilin. Bahkan banyak yang menduga kemampuan alisin ini 15 kali lebih kuat daripada penisilin. Scordinin berperan sebagai enzim pertumbuhan dalam proses germinasi (pembentukan tunas) dan pengeluaran akar bawang putih. Scordinin diyakini dapat memberikan atau meningkatkan daya tahan tubuh (stamina) dan perkembangan tubuh. Hal ini disebabkan kemampuan bawang putih dalam bergabung dengan protein dan menguraikannya, sehingga protein tersebut mudah dicerna oleh tubuh.

           Bawang putih mengandung minyak asiri yang sangat mudah menguap di udara bebas. Minyak asiri dari bawang putih ini diduga mempunyai kemampuan sebagai antibakteri yang dapat membasmi berbagai macam dan bentuk mikroba serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan. Dalam larutan air 0,5%, bawang putih dapat mematikan basilus tipus dalam 5 menit. Sementara itu, zat yang diduga berperan memberi aroma bawang putih yang khas itu mengandung sulfur dengan struktur tidak jenuh dan dalam beberapa detik saja terurai menjadi senyawa dialil-disulfida. Didalam tubuh, alisin merusak protein kuman penyakit, sehingga kuman penyakit tersebut mati. Getah bawang putih, ekstrak bawang putih dapat menghambat pertumbuhan basilus tuberkulosis tetapi efek bakteriostatis bisa berkurang dengan adanya serum.

Sumber : Pixabay.com

            Penggunaan bawang putih secara oral dapat memperbaiki nafsu makan dan meningkatkan sekresi perut dan motilitas perut dan usus melalui perangsangan langsung dan reaksi refleks. Selain itu, penggunaan bawang putih secara mencolok dapat mengurangi darah sistolik sebanyak 0,5 sampai 2,7 kPa dan efek hipotensi ini tidak bisa dihentikan dengan vagotomy bilateral atau dengan injeksi atropina. Penggunaan minyak bawang putih juga dapat menghambat pengumpulan platelet yang ditimbulkan oleh ADP dan adrenalin. Manfaat lain dari bawang putih ni yakni sebagai pembantu penurun kadar kolesterol. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa mengkonsumsi bawang putih secara teratur 2 -3 siung setiap harinya dapat membantu mencegah serangan jantung. Bawang putih juga dapat membantu menghindari kanker yang ditunjukkan oleh penelitian dari University of Minnesota.

sumber : Pixabay.com

           Meskipun memiliki efek menyembuhkan, ada hal yang tidak disenangi dalam mengonsumsi bawang putih, terutama jika dalam jumlah banyak, yakni bau badan dan bau mulut yang menyengat. Bau badan ini disebabkan bawang putih yang diserap lewat aliran darah dikeluarkan sebagai keringat melalui kulit tubuh. Sementara itu, bau mulut disebabkan sisa bawang putih di sela – sela gigi yang tertinggal. Selain itu potensi bawang putih akan sedikit berkurang jika bawang putih dimasak atau digoreng. Dengan demikian, pendapat yang menyatakan bahwa khasiat bawang putih akan hilang jika dipanaskan kurang tepat. Alisin tidak akan hilang, ia hanya tidak tahan terhadap panas. Demikian pula dengan enzim alinase yang ada dalam bawang putih tidak seluruhnya rusak.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *