Teknologi masa kini memungkinkan segala informasi ada dalam satu genggaman. Bahkan kondisi kesehatan pun bisa dipantau bermodal jam tangan pintar alias smart watch. Dokter kesehatan olahraga, Grace Joselini Corlesa menuturkan keberadaan smart watch turut memudahkan pasiennya, khususnya atlet, untuk mengecek kondisi tubuh mereka. “Sebelum pandemi pun, saya ketemu pasien, atlet, saya selalu menyarankan untuk ukur nadi, heart rate monitor. Yang paling gampang ya dengan smart watch,” kata Grace.

Bermodal informasi dari smart watch, kalian jadi bisa melihat hasil monitoring kondisi tubuh kalian sendiri. Selain itu smart watch bisa digunakan sebagai modal informasi saat kunjungan ke dokter. Tidak hanya itu, yuk kita lihat lebih jelas apa saja manfaat lain dari smartwatch.

Mengetahui Saturasi Oksigen

Saat ini saturasi oksigen jadi salah satu elemen kesehatan yang begitu diperhatikan. Sebagian besar orang bahkan membeli oxymeter agar bisa memantau kondisi saturasi oksigen dalam darah. Namun sebenarnya smartwatch pun menyediakan fitur ini dan bisa dijadikan alat pengecekan awal.

Mengecek Denyut Jantung

Smartwatch biasanya dilengkapi berbagai fitur untuk memantau kondisi tubuh dalam berbagai aktivitas. Salah satu fitur yang bermanfaat untuk kesehatan adalah heart rate monitoring atau pemantauan denyut jantung. Sebenarnya denyut jantung bisa diukur secara manual, tetapi dengan fitur smartwatch ini jadi hal yang praktis dilakukan. Dalam kondisi normal tanpa aktivitas berat, denyut jantung pada orang dewasa berkisar 60-100 denyut per menit.

Menjadi Monitor Siklus Hormonal Wanita

Penggunaan smartwatch pada perempuan akan membantu memantau siklus hormonal atau haid. Fitur yang ada di smartwatch biasanya akan memperkirakan kapan kalian akan masuk periode haid sehingga bisa mengatur aktivitas. Sebagian perempuan kadang merasa lebih mudah lelah ketika haid tiba sehingga perlu menghindari aktivitas fisik berlebihan.

Menghindari Overtraining

Denyut jantung normal memang berkisar di 60-100 denyut per menit. Namun untuk memperoleh manfaat kesehatan terutama jantung, olahraga perlu dilakukan di zona latihan (training zone). Saat olahraga melebihi zona latihan atau overtraining, bukan manfaat yang diperoleh tapi malah bahaya. Zona latihan dihitung 50-70 persen dari denyut jantung maksimal. Sementara denyut jantung maksimal akan berbeda tergantung usia. Sebagai contoh, usia 60 tahun dan ingin olahraga.

Zona latihan akan dihitung 220-usia atau 220-60 hasilnya denyut jantung maksimal 160 per menit. Perhitungan zona latihan 50-70 persen denyut jantung maksimal berarti 80-112 denyut jantung per menit. Sebaiknya pantau dengan smartwatch untuk mengetahui denyut jantung (heart rate) agar jangan sampai melebihi 112.

Monitoring Tubuh Saat Tidak Olahraga

Selama ini penggunaan smartwatch diasosiasikan dengan aktivitas olahraga. Padahal dengan berbagai fiturnya, smart watch bisa memantau kondisi tubuh seharian mulai dari bangun tidur, bekerja, istirahat juga tidur di malam hari.

Tidak heran ada label smart watch yang meminta penggunanya untuk sama sekali tidak melepas jam termasuk saat mandi. Terkait kebiasaan tidur, fitur smartwatch akan berbeda tergantung label maupun tipe. Namun umumnya fitur akan meliputi, durasi tidur, kualitas tidur, fase tidur, juga faktor lingkungan (temperatur ruangan atau pencahayaan).

“Kebanyakan fitur sleep tracker membuat perkiraan seberapa lama Anda tidur,” kata Alan Schwartz, direktur Sleep Disorder Center di Johns Hopkins Bayview Medical Center, mengutip dari Hopkins Medicine. Kendati demikian, fitur bisa memberikan informasi mengenai kebiasaan atau pola tidur.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *