Apa yang anda bayangkan saat mendengar kata madu hutan? Akal-akalan para pelaku pasar untuk menaikkan harga madu mereka karena jenis madu yang terdengar tidak lazim? Madu yang patut dihargai lebih mahal karena kedengarannya lebih sulit dipanen? Atau memang nutrisi madu hutan yang melebihi jenis jenis madu lainnya? Pernyataan-pernyataan di atas merupakan bentuk opini masyarakat yang cukup lazim terbentuk saat mendengar pemasaran madu hutan, bahkan bisa dikatakan kebanyakan masyarakat bersikap skeptis terhadap kata ‘hutan’ itu sendiri. Kenapa harus bersusah payah mencari madu hutan hanya untuk khasiat tambahan yang kebanyakan justru bersifat sugestif dan bahkan meragukan karena kebanyakan penjual madu hutan ialah penjual kelas mikro hingga kelas kecil dan menengah yang tidak diketahui asal usulnya? Kenapa tidak membeli madu komersil biasa saja yang sudah diiklankan sebagai madu yang ‘teruji secara klinis’ dan ‘bermutu tinggi’? Dibutuhkan riset tersendiri untuk mengetahui fungsi madu hutan yang merupakan produk yang terbatas dan sulit diproduksi secara massal ini.


Sejarah Madu & Manusia

Credit : Google Image Search

Madu & Manusia

Madu telah dikenal sebagai bagian dari pangan peradaban manusia paling tidak sejak 8000 tahun lalu. Khasiatnya sendiri secara tradisional cukup beragam mulai dari mengobati luka luar hingga sebagai anti-kanker dengan hampir tanpa efek samping dalam pemakaiannya. Kandungan antioksidan yang sangat tinggi juga merupakan salah satu kelebihan yang banyak diminati oleh konsumen madu untuk memperlambat penuaan sel. Selain itu, madu dipercaya pula sebagai pengganti gula putih untuk penderita diabetes dikarenakan kandungan karbohidrat kompleksnya yang sulit dipecah oleh tubuh sehingga kadar glukosa di dalam darah tidak melonjak setinggi konsumsi gula. Nutrisi madu yang kaya akan berbagai vitamin yang diperlukan tubuh juga menjadi nilai tambah yang bisa dijual kualitasnya; dengan segala kelebihan produk hutan ini tidak heran bila madu sendiri dikenal sebagai makanan berstatus tinggi. Walaupun banyak khasiatnya, madu tidak dianjurkan untuk dikonsumsi anak di bawah umur 1 tahun dikarenakan madu mengandung mikroorganisme penyebab botulisme yang dapat menyerang anak kecil dengan sistem imunitas yang belum terbentuk secara sempurna.

Baca Juga : Potensi Produk Lokal UMKM Kalimantan Barat

Panen Madu Ternak
Photo by REVOLT on Unsplash

Perbedaan Madu Ternak dan Madu Hutan

Apa pula perbedaan jenis madu ternak dan madu hutan sendiri selain sebutannya yang jelas menunjukkan perbedaan habitatnya? Madu ternak ialah sebutan untuk madu yang dipanen dari lebah ternak jenis Apis mellifera yang dikelola di dalam kotak sarang lebah dalam jumlah yang besar untuk memenuhi permintaan pasar. Kandungan madunya sendiri dipengaruhi oleh sumber makanan si lebah yang kebanyakan berasal dari satu jenis bunga sehingga rasa madu ini sendiri cenderung sama, lain halnya dengan madu hutan yang sari nektarnya diambil dari berbagai bunga yang tumbuh di hutan sehingga menghasilkan madu dengan rasa yang khas dan berbeda-beda. Namun kualitas madu ternak sendiri terkenal bermasalah sejak ditemukannya sisa bahan kimia dan pestisida yang dipakai para petani untuk mengendalikan hama dan virus tanaman yang juga merupakan sumber makanan Apis mellifera.

Di sinilah madu hutan bersinar daripada madu ternak karena Apis dorsata yang habitatnya di hutan liar dan tidak dapat diternak memiliki sarang yang sangat higienis dan jauh dari campur tangan manusia, bahkan Apis dorsata terbebas dari serangan virus yang banyak menyerang Apis mellifera di Amerika tahun 2007 lalu. Satu-satunya faktor yang mengancam keberadaan lebah ini sendiri ialah faktor manusia. Manusialah yang menjadi penyebab penebangan hutan secara merajalela yang menghancurkan habitat alami lebah tersebut, proses penghancuran sarang lebah saat memanen madu juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan lebah jenis Apis Dorsata tersebut.

Panen Madu Hutan

Credit : Google Image Search

Upaya Pelestarian Apis dorsata

Namun bukan berarti tidak ada pihak yang peduli dengan madu hutan ini. Produk dari Apis dorsata ini belakangan mulai diperhatikan bahkan diperhitungkan sebagai produk kualitas tinggi yang bisa menjangkau pasar internasional. Tidak hanya karena kandungan antioksidannya yang lebih tinggi daripada madu ternak, namun hutan yang masih luas di Indonesia juga menjadi lahan ternak yang besar bagi tumbuh berkembangnya lebah Apis dorsata untuk lebih produktif dalam menghasilkan madu hutan dengan kualitas yang terjaga. Berbagai upaya memberdayakan dan memproduksi madu hutan secara alami sudah mulai digalakkan. Contohnya di Tesso Nilo dan Danau Sentarum yang sudah mempraktekkan teknik panen dengan sistem baru guna melestarikan populasi lebah Apis dorsata.

Penyuluhan mulai diberikan kepada masyarakat setempat untuk bersama-sama melestarikan habitat lebah jenis ini dengan cara menjaga hutan dari penebangan ilegal dan penolakan lahan sawit yang merusak ekosistem. Cara memanen madu menggunakan metode sunat yang mengedepankan kelangsungan hidup lebah juga mulai diterapkan oleh petani-petani madu tradisional sehingga pemasaran madu hutan yang berpotensi tinggi ini turut memajukan sektor ekonomi masyarakat sekitar hutan; dan tentunya dengan adanya partisipasi dan antusiasme dari masyarakat sekitar untuk melindungi hutan mata pencaharian mereka tidaklah tidak mungkin hasil hutan satu ini bisa dilestarikan hingga ke generasi-generasi berikutnya

Baca Juga : Manfaat Mentega Tengkawang, SDA Asli Hutan Kalbar

Masa Depan Madu Hutan

Adanya kepedulian dan kesadaran dari masyarakat beserta pemerintah terhadap kehidupan hutan yang bisa menghasilkan komoditas eksotis dari Indonesia ini tentunya merupakan kemajuan pesat terhadap moral peradaban kita. Tentunya masih banyak ancaman terhadap sumber daya alam yang satu ini, namun kesempatan untuk mengembangkan industri ini secara lestari masih terbuka lebar. Perkembangan teknologi sekarang ini makin memudahkan semua pihak untuk menjangkau pendidikan dan pemahaman mengenai pentingnya hutan dan kehidupan didalamnya, teknologi pulalah yang turut membantu pemasaran produk yang tidak banyak diketahui ini ke mata dunia. Dengan mengkonsumsi madu hutan asli, kita ikut mengambil andil dalam menghargai jerih payah para petani yang memanen madu dengan cara yang betul dan lestari. Kita juga turut bersama-sama melestarikan hutan kita untuk anak-cucu kita. Diharapkan merekapun masih bisa mengkonsumsi madu hutan yang terbebas bahan kimia dan ikut mengkonservasi Apis dorsata yang bekerja keras menghasilkannya.

Mari Tumbuh dan Maju Bersama UMKM Kalbar!

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *