Manusia membutuhkan sumber protein untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Protein berperan membentuk enzim, hormon, dan produk kimiawi di dalam tubuh lainnya, sehingga perlu adanya konsumsi protein yang cukup bagi tubuh. Telur memang menjadi salah satu kebutuhan pokok manusa, baik sebagai kebutuhan pemenuhan gizi harian atau sebagai pemanfaatan hal-hal yang lainnya, misalnya bahan pembuatan kue.

Pemenuhan protein dapat dilakukan dengan mengonsumsi protein hewani maupun nabati, salah satunya telur. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang tinggi. Walaupun demikian, tidak semua telur bisa disimpan untuk jangka waktu yang lama. Perlu kewaspadaan dan ketelitian saat membeli telur di pasar. Jangan sampai membeli telur yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Berdasarkan keterangan dari Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Kementerian Pertanian, telur yang sehat memiliki sejumlah ciri sebagai berikut:

Di antara ciri-ciri telur sehat yang paling mudah dikenali adalah warna cangkang dan bobot. Berikut adalah warna cangkang telur dan bobotnya yang menunjukkan telur tersebut dalam kondisi layak dikonsumsi, sesuai jenis unggas.

Telur bebek: berwarna biru, bobot 55-56 gram per butir

Telur ayam lokal: berwarna putih kecoklatan, bobot 40-50 gram per butir

Telur ayam buras: berwarna putih kecoklatan, bobot 40-50 gram per butir

Telur ayam arab: berwarna putih, bobot 45-55 gram per butir

Telur ayam ras: berwarna coklat, bobot 50-60 gram per butir

Telur ayam bibit: berwarna putih kecoklatan, bobot kurang dari 50 gram per butir

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah telur termasuk kategori layak dikonsumsi atau tidak

Visual

Jika cangkang utuh tanpa tanda-tanda kerusakan atau kontaminasi yang jelas dan tidak berbau, sangat disarankan melakukan pemeriksaan visual kedua setelah memecahkan telur. Buang telur dengan perubahan warna yang tidak biasa di dalamnya, seperti merah muda, warna-warni, putih telur, atau kuning telur.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), telur yang memiliki ciri cincin hijau pada kuning telur setelah dimasak berarti aman untuk dimakan. Warna hijau merupakan hasil dari pemasakan yang berlebihan atau kandungan zat besi yang tinggi dalam air rebusan. Telur putih atau kuning telur yang lebih kuning dari biasanya menunjukkan bahwa telur sudah melewati masanya, walaupun ini bukan berarti telur tersebut tidak aman untuk dikonsumsi, tapi dapat memengaruhi rasa dan sifat telur. Ada baiknya sebelum membeli telur, segera lakukan pemeriksaan visual.

Aroma

Salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah kualitas telur menurun adalah dengan menciumnya. Telur yang jelek akan mengeluarkan bau busuk ketika cangkangnya dibuka. Bau tersebut akan muncul bahkan jika telur sudah dimasak.

Dalam beberapa kasus, ketika telur sangat tua atau busuk, aroma busuknya akan tercium, bahkan sebelum telur dibuka. Segera buang telur yang sudah mengeluarkan bau busuk. Tes mencium aroma telur diklaim sangat ampuh. Sebaiknya, biasakan untuk melakulan tes ini pada telur-telur yang akan dibeli atau sebelum dimasak.

Pencahayaan

Pencahayaan adalah teknik yang paling banyak digunakan produsen untuk memeriksa kualitas telur. Cara ini menggunakan cahaya terang untuk memeriksa telur apakah ada tanda-tanda retak dan cacat di dalamnya. Produsen telur menggunakan alat yang disebut sabuk konveyor otomatis dan sensor mekanis untuk memeriksa sejumlah besar telur dengan cepat dan efisien.

Teknik ini juga dapat dilakukan sendiri di rumah dengan cara memegang telur ke cahaya terang, seperti api obor atau lampu yang kuat di ruangan gelap. Seperti tes float, cara ini hanya memeriksa kesegaran telur. Tes pencahayaan tidak menunjukkan apakah telur masih aman dikonsumsi.

Ketika memegang telur ke arah cahaya, sel udara dalam telur dapat dilihat. Sel udara atau  kantung kecil berupa gelembung ini biasanya ada di ujung telur yang lebih besar. Telur dikatakan masih segar jika selnya kurang dari seperdelapan inci. Semakin besar kantung udara, maka semakin besar ukuran telur.

Tes Mengambang

Tes mengambang merupakan cara cepat dan mudah untuk memeriksa kesegaran telur. Tes mengambang tidak menentukan apakah telur sudah rusak, tetapi cenderung  memberikan indikasi tentang usia telur. Untuk melakukan tes ini pada telur, letakkan telur dalam mangkuk besar berisi air. Jika telur tenggelam atau tetap berada di bagian bawah, ini berarti telur masih segar. Telur yang lebih tua akan berdiri atau mengapung.

Telur mengambang disebabkan udara menumpuk di dalam telur seiring bertambahnya usia sehingga meningkatkan daya apungnya, tetapi telur yang mengapung mungkin masih aman dikonsumsi. Seseorang dapat lebih jauh menguji telur dengan membelahnya untuk menciumnya dan memeriksanya apakah ada tanda-tanda kontaminasi.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *