Sebagian orang mungkin sudah tidak asing mendengar nama kayu secang. Kayu sappan atau kayu secang sejak dahulu sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejak lama, tanaman yang memiliki nama latin Caesal pinia ini dipercaya sebagai tanaman herbal yang bermanfaat mengobati berbagai macam masalah kesehatan. Batang kayu secang diserut dan dijemur agar dapat dijadikan sebagai bahan minuma yang nantinya dicampur aneka rempah.

Manfaat kayu secang didukung oleh kandungan yang dimilikinya. Kayu secang mengandung beberapa senyawa penting bagi tubuh, diantaranya brazilin, brasilein, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, kardenolin, fenil, propana dan antrakinon. Selain itu, kayu secang mengandung asam galat, delta-a phellandrene, oscimene, resin, resorsin, dan minyak atsiri yang ada di dalamnya. Kayu secang juga memiliki kandungan zat khas yang sesuai dengan namanya, yaitu sappanchalcone dan Caesalpin P.

Ada dua kegunaan utama dari kayu secang, yaitu sebagai pewarna dan sebagai obat. Beberapa orang yang menambahkan bahan lain saat akan menyeduh kayu secang. Sebenarny,a air seduhan kayu secang sudah enak tanpa ditambahkan apapun. Meskipun begitu, kayu secang mampu mengubah air biasa menjadi minuman obat yang penuh dengan manfaat kesehatan. Apa saja manfaat kayu secang? Simak ulasan manfaat kayu secang berikut.

  1. Antibakteri dan Antimikroba

Air yang direbus dengan serutan kayu secang memiliki sifat antimikroba. Bahan dalam kayu secang memiliki metanol yang dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus resisten methicillin yang menyebabkan infeksi kulit, keracunan makanan, dan infeksi sendi. Salah satu manfaat kayu secang menurut beberapa penelitian adalah meningkatkan kerja sistem imun tubuh untuk melawan berbagai jenis bakteri.

Misalnya Basil subtilis (penyebab muntah/gastroenteritis), Staphylococcus aureus (penyebab bakteremia, endokarditis, osteomielitis dan penyakit kulit), Salmonella typhi (penyebab tifus), dan E. coli (penyebab diare dan gangguan pencernaan umum). Manfaat potensial dari kayu secang terhadap bakteri diketahui muncul ketika seduhan kayu secang ditambahkan dengan etanol 95 persen sebagai pelarut minyak esensial

2. Antioksidan

Kayu secang kaya akan antioksidan. Pecinta teh pasti tahu bahwa dengan minum  teh bisa mendapatkan dosis antioksidan, tetapi teh juga bisa menyebabkan keasaman parah dan kecanduan kafein. Jika menginginkan pengganti teh yang bagus dan kaya antioksidan, cobalah teh kayu secang sebagai gantinya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kayu secang memberikan lebih banyak antioksidan dan perlindungan yang lebih baik. Antioksidan adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dan molekul tidak stabil yang diproduksi oleh tubuh sebagai reaksi terhadap tekanan lingkungan dan lainnya

3. Anti Inflamasi dan Merangsang Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat kayu secang berikutnya adalah sebagai anti inflamasi dan sebagai kekebalan tubuh. Mencuci wajah dengan air dari kayu secang bisa menjadi pengobatan jerawat yang efektif. Brazilein, pigmen merah yang ditemukan dalam ekstrak kayu secang terbukti melawan Propionibacterium acnes yang menyebabkan jerawat dan peradangan pada kelopak mata.

Journal Pharmaceutical Biology mengungkapkan aktivitas antioksidan, antibakteri, dan anti inflamasi dari ekstrak Caesalpinia Sappan atau kayu Secang mengandung Brazilein. Hasil dari penelitian ini mendukung potensi penggunaan BRE sebagai antioksidan, anti inflamasi, dan antibakteri dalam aplikasi makanan dan nutraceutical. Kayu Secang juga bisa menjadi antiinflamasi. Ada 130 obat herbal yang diuji, kayu secang dibuktikan merupakan obat herbal yang bermanfaat untuk mencegah terhambatnya aktivitas hyaluronidase, protein yang secara genetik dirancang untuk menyebabkan peradangan. 

4. Anti Alergi

Manfaat kayu secang lainnya adalah mengatasi alergi. Bagi yang memiliki masalah alergi harus mengkonsumsi banyak air kayu secang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam kayu secang terutama Cappan Chalcone memiliki sifat anti alergi yang kuat. Ekstrak diklorometana dari akar dan kayu secang menunjukkan aktivitas penghambatan yang kuat terhadap pelepasan heksosaminidase sebagai penanda degranulasi pada sel leukemia basofilik tikus. Safanchalcone memiliki efek paling ampuh terhadap reaksi alergi pada sel leukemia, seperti yang dilakukan dalam sebuah percobaan kepada tikus.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *