Berhubungan dengan hari jadi Kota Pontianak yang ke – 249, Kita akan membahas sedikit tentang Kota Pontianak yang terkenal dengan Sungai Kapuas hingga Tugu Khatulistiwanya. Seperti yang kita tahu, asal mula nama Kota Pontianak berasal dari bahasa Melayu yang dipercaya memiliki kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia menyusuri Sungai Kapuas.

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 23 Oktober 1771 yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778, Syarif Abdurrahman diangkat menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami’ (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

Selain nama Kota Pontianak yang berasal dari nama kuntilanak, fakta lainnya juga tidak kalah menarik loh, apa saja fakta – fakta menarik dari Kota Pontianak? Yuk, kita simak pembahasannya lebih lanjut.

Salah satu kota dengan julukan seribu warung kopi

Jika kalian datang berkunjung ke Kota Pontianak maupun penduduk asli Kota Pontianak pasti tidak akan terkejut jika disetiap pesisir maupun ujung jalan selalu ada warung kopi, dari yang tradisional hingga modern. Kota Pontianak mungkin sudah memiliki seribu warung kopi, banyak ya? Maka dari itu jika berkunjung ke Kota Pontianak tidak pas rasanya jika tidak mengunjungi salah satu warung kopinya, seperti Asiang, Aming, Suka Hati hingga Djaja.

Kota Pontianak Punya Sungai Terpanjang di Indonesia

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang melintasi 5 kawasan, termasuk Pontianak. Panjang perairan ini mencapai 1.143 Km. Sementara itu, lebarnya sekitar 70-150 meter. Jika dilihat dari atas, bentuk Sungai Kapuas seperti ular yang sedang meliuk. Permukaan sungai tampak tenang, tetapi sebenarnya sangat dalam. Adapun ujung sungai dimulai dari Putussibau, kemudian ke Kabupaten Sintang, Sekadau, Sanggau, dan berakhir di Kota Pontianak.

Kota Pontianak yang Mengalami Kulminasi Matahari

Di Kota Pontianak sangat sering melakukan beragam kegiatan menyambut fenomena alam ini, tepatnya di lokasi berdirinya Tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa sebagai letak titik kulminasi Matahari di Kota Pontianak. Masyarakat Kota Pontianak rutin setiap tahunnya melakukan kegiatan untuk menyambut momen spesial tersebut. Kulminasi Matahari biasanya terjadi pada bulan Maret dan September, tepatnya setiap tanggal 21 – 23 Maret dan 21 – 23 September. Detik kulminasi yang menjadi momen langka di dunia ternyata tak hanya menjadi momen menarik bagi pengunjung wisata nusantara, hal ini terlihat dari antusiasnya pengunjung saat mendatangi Tugu Khatulistiwa. Ketika terjadi kulminasi matahari, selain menghilangnya bayangan benda yang tegak lurus,  kulminasi matahari juga sebagai tanda awal perubahan iklim di Indonesia.

Pelampung

Ketika mendengar kata Pelampung  orang pada umumnya berpikir benda berbentuk karet yang digunakan untuk berenang di perairan. Namun, di Kota Pontianak, pelampung artinya kapal ferimoda transportasi air sebagai pengangkut penumpang dan kendaraan. Pelampung tersebut menyebrang dari kota ke Siantan. Untuk jam operasionalnya dimulai dari jam 06.00 hingga 20.00. dan untuk tarifnya sendiri berbeda – beda sesuai dengan jenis penumpang, misalnya pejalan kaki maupun anak sekolah dikenakan Rp500, sepeda motor Rp6.000 jika berboncengan, tetapi jika sendiri hanya dikenakan Rp5.000, beda lagi untuk kendaraan roda empat hingga truk.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai Kota Pontianak. Selamat Hari Jadi ke – 249 untuk Kota Pontianak, semoga semakin tangguh dan jaya, terutama dalam menghadapi pandemi.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *