Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Lebih dari 17000 pulau di Indonesia menjadi surga bagi para pecinta travelling. Tidak hanya menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan lokal, keindahan alam Indonesia juga menjadi tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara.

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai berbagai macam destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Kalimantan Barat:

Baca Juga : Profil Provinsi Kalimantan Barat

1. Pulau Lemukutan

Image Credit : Google Image Search

Pulau Lemukutan menjadi salah satu pesona bahari di Kalimantan Barat. Pulau Lemukutan terletak di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Pemandangan bawah laut yang indah membuat tempat ini menjadi spot favorit bagi para wisatawan yang menyukai kegiatan snorkeling. Adapun biota bawah laut diantaranya bulu babi, berbagai jenis terumbu karang, teripang, ikan nemo dan berbagai jenis ikan lainnya. Selain itu, juga ada jenis kerang kima yang sedang di kembangkan di sana. Kondisi air laut yang jernih dan bersih serta terumbu karang yang indah, membuat pulau ini disebut sebagai surganya snorkeling.

Pulau Lemukutan memiliki dua spot wisata handal, Pantai Teluk Melanau dan Pantai Teluk Cina dengan pesona bawah laut yang menakjubkan. Jika ingin berlibur ke Pulau Lemukutan, sebaiknya pastikan waktu kunjungan tidak di musim angin barat, September hingga Desember. Gelombang yang tinggi serta cuaca tidak menentu akan menggagalkan kegiatan diving maupun snorkeling yang telah direncanakan.

Untuk menuju Pulau Lemukutan, dari Pontianak, Ibu Kota Kalimantan Barat, menuju Pulau Lemukutan ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kapal kelotok. Waktu terbaik ke pulau adalah pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB karena semakin siang angin makin kencang sehingga gelombang besar. Sesampai di Pulau Lemukutan, kapal kelotok biasanya merapat di beberapa dermaga milik warga, selain di dermaga resmi. Jika air surut, pengunjung akan dijemput perahu bermesin kecil. Pengunjung bisa melihat pohon-pohon hijau bertajuk tinggi beserta jajaran rumah penduduk dari dermaga.        

2. Pulau Randayan

Image Credit : Google Image Search

Pulau Randayan berada tidak jauh dari Pulau Lemukutan. Pulau ini memiliki ciri khas pasir putih yang menambah keindahan. Pulau Randayan merupakan salah satu pulau di kepulauan Lemukutan Besar yang terletak di Laut Cina Selatan dan bagian barat pulau Kalimantan. Terdapat sebuah villa yang bisa digunakan untuk tempat menginap para wisatawan.

Pulau Randayan memiliki keindahan bak potongan surga, yaitu berupa pantai yang sangat indah dengan view lautan biru dan gugusan pulau. Pantai di Pulau randayan tidak hanya berupa hamparan pasir putih, tetapi juga terdapat pantai dengan hamparan batu karang. Jadi, jika pengunjung bermain-main atau sekedar bersantai di pantai ini pasti sangat mengesankan dan memuaskan Bagian belakang pulau yang menghadap ke laut lepas Natuna terdapat tumpukan-tumpukan batu yang besar. Karena ukuran batu yang besar, membuat lokasi tersebut sangat cocok untuk bersantai sambil menyaksikan indahnya sunset

Untuk menuju Pulau Randayan, pengunjung dapat melalui jalur Teluk Suak. Perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Suak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan jarak sekitar 115 km. Teluk ini berada di 32 km dari Kota Singkawang. Dari Teluk Suak, Anda dapat menggunakan speedboat.

3. Bukit Kelam

Image Credit : Google Image Search

Bukit kelam merupakan landmark Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Masyarakat setempat menyebutnya Bukit Raya. Bukit Kelam merupakan salah satu di antara bukit unik di dunia. Keunikannya adalah bukit ini merupakan sebuah bukit yang murni terdiri dari segumpal batu raksasa. Bukit Kelam menjadi bagian dari obyek wisata andalan Kalimantan Barat. Kawasan Wisata Bukit Kelam berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Jarak Pontianak Ibu kota Propinsi Kalbar ke Sintang sekitar 395 km atau 8 jam bisa dicapai dengan bus DAMRI ataupun taksi. Tersedia juga penerbangan reguler Pontianak-Sintang.

Menurut legenda yang beredar, Bukit Kelam adalah batu yang di angkat oleh pemuda Dayak bernama Bujang Besji yang ingin menutup Sungai Melawi dengan Sungai Kapuas. Tapi niatnya gagal setelah digoda oleh bidadari sehingga dia terperosok ke dalam lubang dan batu ini dibiarkan saja sampai sekarang. Ada juga yang mengatakan bahwa Bukit Kelam adalah meteor yang jatuh ke bumi pada masa lalu.

Selama perjalanan menuju puncak, traveler akan disuguhi pemandangan indah khas hutan Kalimantan. Bahkan ada beberapa pohon yang langka. Dari atas puncak bukit ini, terlihat Sintang dan hutan yang terhampar luas. Untuk mendaki sampai puncak bagi yang belum terbiasa memerlukan waktu 4 jam. Dengan kemiringan sampai 15-40 derajat maka dibuatkan tangga untuk mempermudah pendakian. Sedangkan, bagi yang ingin bermalam atau berkemah, perlu menyiapkan perbekalan dan peralatan. Suhu di puncak pada malam hari bisa di bawah 20 derajat.

4. Bukit Bahu

Image Credit : Google Image Search

Bukit Bahu adalah salah satu destinasi wisata alam yang terdapat di Dusun Bangau, Desa Majel, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau. Bukit Bahu juga disebut Bukit Teletubbies dan ada pula yang menyebutnya Bukit Tabantai. Bukit ini berada tidak jauh dari kecamatan Entikong, perbatasan antara dua negara, yang merupakan batas antara Indonesia dan Malaysia sehingga bukit ini dijuluki “Padang Ilalang di Batas Negara”. Untuk menjangkaunya, hanya memerlukan waktu satu jam dari pusat Kecamatan Bonti.

Keindahan bentangan alam perbukitan dibalut dengan deretan awan yang mengantung di puncak bukit serta munculnya sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari menjadi sensasi yang tak mungkin terlupakan saat berada di Puncak Bukit Bahu. Puncak Bukit Bahu diselimuti kabut tebal dan udara dingin yang menerpa kulit. Meski ketinggian puncak bukit tidak terlalu tinggi, namun berada di puncak dengan dibalut kabut tebal, terasa sensasi yang berbeda. Tidak hanya itu, hamparan ilalang yang luas serta hijau juga menyejukkan mata. Hamparan ilalang yang begitu luas ini menjadi ciri khas pemandangan alam di puncak Bukit Bahu. Karena itu, saat berada di Bukit Bahu seperti terhipnotis melihat luasnya landscape hamparan ilalang di puncak bukit.   

Baca Juga : Panduan Oleh-oleh Khas Kalimantan Barat

5. Air Terjun Mananggar

Credit : Google Image Search

Air terjun Mananggar merupakan patahan sungai Landak, sebuah sungai besar yang mengalir di Kabupaten Landak dan mengalir sampai jauh lalu berakhir di Kota Pontiana, bergabung dengan Sungai Kapuas sebelum bermuara ke laut. Air terjun ini merupakan hulu Sungai Landak. Air terjun Mananggar mempunyai ketinggian sekitar 60 meter dengan lebar 60 meter. Karakteristik tampilan air terjun Mananggar menyerupai Air Terjun Niagara tetapi dengan ukurannya lebih kecil sehingga banyak orang menjulukinya “Niagara mini dari Kalimantan Barat”.

Jalan menuju ke dasar Air Terjun Mananggar masih sangat sulit sekali untuk dilewati. Jalan setapak yang masih tertutup tumbuhan belukar membuat para pengunjung  lebih senang melihat panorama dari air terjun tersebut dari atas saja. Keindahan dari Air terjun Mananggar ini tentunya mempunayi keunikan tersendiri. Keunikan dari Air  Terjun Mananggar adalah terdapat sebuah danau yang cukup lebar yang berada di bawah air terjun, berbentuk bulat yang digunakan sebagai tempat mandi, berenang, dan memancing ikan bagi para pengunjung. Pada kiri atas air terjun, terdapat sebuah tempat untuk memohon rezeki kepada Tuhan sang pencipta.  Kegiatan tersebut telah dilakukan masayarakat setempat secara turun-temurun hingga sekarang.

6. Danau Sentarum

Credit : Google Image Search

Danau Sentarum adalah danau unik musiman yang terletak di Kapuas Hulu. Lokasi Danau Sentarum berada 700 kilometer Timur Laut dari Kota Pontianak. Terdiri dari 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan. Danau Sentarum memiliki luas 132.000 hektar yang melingkupi tujuh kecamatan yaitu Batang Lupar, Selimbau, Badau, Jongkong, Bunut Hilir, Suhaid, dan Semitau. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan salah satu daerah hamparan banjir (lebak lebung atau floodplain) paling luas yang masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Danau Sentarum memiliki keunikan seperti Rawa Pening yang terletak di Ambawara, yakni dipenuhi air selama musim penghujan dan mengering selama musim kemarau. Danau Sentarum bisa tergenang air hingga 6-14 meter, tetapi ketika kemarau air di danau ini akan menyusut hingga 80% sehingga membentuk kolam-kolam kecil. Air di Danau Sentarum berwarna cokelat kemerahan yang disebabkan adanya bahan asam tannin dari pohon dan daun yang membusuk di dalam air.

            Kawasan Danau Sentarum menjadi habitat bagi 265 jenis ikan air tawar, 675 spesies tanaman, 147 jenis mamalia, 311 jenis burung, 64 jenis reptil dan amfibi serta 154 jenis anggrek alam. Beberapa endemik tumbuhan dan satwa di TNDS yang terkenal seperti Tembesu atau Tengkawang (Shorea Beccariana), Jelutung (Dyera Costulata), Ramin (Gonystylus Bancanus), Meranti (Shorea), Keruing (Dipterocarpus) dan Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri). Selain itu, beberapa satwa unik dapat ditemui di TNDS seperti Siamang (Hylobates Muelleri), keluarga kera seperti Bekantan (Nasalis Larvatus), Orangutan (Pongo Pygmaeus), Long-Tailed Monkey (Macaca Fascicularis), Tupai (Callosciurus notatus, C. Prevostii), Tupai Besar (Ratufa Affinis), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), dan Macan Pohon (Neofelis Nebulosa). Beberapa jenis burung cantik seperti Bekakak (Halcyon Capensis), Enggang Gading (Rhinoplax Vigil), Rangkong (Buceros Rhinoceros), Elang Kepala Putih (Haliastur Indus), dan Burung Raja Udang (Alcedo Meninting).

Baca Juga : Madu Hutan Danau Sentarum dan Pelestariannya

            Menikmati keindahan panorama Danau Sentarum tidak hanya berkutat di sekitar pinggiran maupun di pulau kecil di tengah danau. Para wisatawan dapat mencoba menikmati keindahan Sentarum melalui bukit yang berada di tengah danau, yakni Bukit Tekenang. Bukit Tekenang merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentarum dari ketinggian. Secara administratif, wilayah ini masuk dalam Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bukit Tekenang hanya bisa ditempuh menggunakan jalur air. Pengunjung bisa menyewa speedboat dari Lanjak dengan harga bervariasi tergantung kondisi air dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Para pengunjung juga dapat menikmati keindahan Danau Sentarum dengan cara mengikuti Festival Danau Sentarum. Festival Danau Sentarum 2018 masuk dalam daftar 100 Wonderful Events Indonesia 2018 menjadi event unggulan untuk wisata minat khusus (special interest tourism) bagi Kabupaten Kapuas Hulu. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan para pengunjung selama mengikuti Festival Danau Sentarum, diantaranya menyusuri Danau Sentarum menggunakan kapal-kapal motor khas Kapuas Hulu yang disebut Kapal Bandong. Pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamati kegiatan sehari-hari masyarakat yang tinggal di sekitaran Danau Sentarum. Pengunjung juga disarankan untuk membawa teropong ingin melihat beragam jenis burung di sekitar kawasan Danau Sentarum. Selain kegiatan menyusuri Danau, pengunjung akan disuguhkan Parade Perahu Tradisional yang merupakan kegiatan penyusuran Danau Sentarum menggunakan perahu hias Khas masyarakat Dayak yang disebut Parau Tambe.

Untuk menuju Danau Sentarum, ada dua jalur yang bisa dilewati, yaitu jalur darat dan jalur udara. Pengunjung bisa memilih penerbangan Pontianak-Putussibau dengan perjalanan kurang lebih sekitar 70 menit kemudian meneruskan naik kendaraan umum atau travel dari Putusibau menuju ke Lanjak selama sekitar 1,5-2 jam perjalanan darat. Sementara itu, jika menggunaka jalur darat, pengunjung harus melalui lama perjalanan sekitar 18-21 jam.

7. Bukit Jamur

Credit : Google Image Search

Bukit Jamur berlokasi di Desa Belangko, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Bukit Jamur berada di ketinggian 500 mdpl. Sebagian masyarakat Kabupaten Bengkayang menyebut bukit ini dengan nama Bukit Batu. Bukit Jamur merupakan bukit yang memiliki keindahan seperti Gunung Mahameru. Bukit ini dinamakan Bukit Jamur bukan karena ada jamur atau bukit tersebut menyerupai jamur. Menurut cerita masyarakat sekitar, pada zaman dahulu, bukit ini merupakan tempat yang digunakan untuk menjemur hasil panen. Kata jamur sebenernya adalah kata jemur yang tidak diketahui sejak kapan, bagaimana, dan kenapa bisa berubah.

Titik awal keberangkatan menuju Bukit Jamur adalah Desa Blangko. Dibutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan darat untuk mencapai Desa Blangko dari Pontianak. Setibanya di Desa Belangko, kalian bisa menitipkan kendaraan bermotor di rumah penduduk. Perjalanan menuju puncak Bukit Jamur memerlukan waktu sekitar dua jam. Selama perjalanan menuju puncak Bukit Jamur, para wisatawan akan melewati hutan rimba dengan pepohonan rindang. Wisatawan akan melewati jalur dengan kemiringan hampir 85 derajat. Selain itu, wisatawan juga akan menjumpai sebuah jembatan bernama “Jembatan Cinta”. Jembatan cinta terletak di atas Sungai Sebalo.

Setelah sampai di Puncak Bukit, wisatawan dapat melihat indahnya pemandangan alam Bukit Jamur dan sekitarnya. Pemandangan alam pada saat di puncak seperti lembah dan sawah membuat para wisatawan kagum akan keindahan yang disuguhkan Bukit Jamur.   Tidak hanya di pagi hari, wisatawan juga bisa merasakan keindahan alam Bukit Jamur saat berada di puncaknya pada malam hari. Jika wisatawan ingin menikmati keindahan alam Bukit Jamur yang dikelilingi awan disarankan untuk menempuh perjalanan dari pukul 04.00.  

Yuk, kunjungi tempat wisata di Kalimantan Barat. Sambil liburan jangan lupa beli produk makanan lokal dari UMKM kalbar untuk bekal. Dijamin momen liburanmu semakin berkesan!

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *