13 Manfaat Mentega Tengkawang

Mentega tengkawang yang diperoleh dengan mengolah buah dari pohon tengkawang Endemik
Kalimantan ternyata kaya akan manfaat, tidak hanya untuk campuran makanan dan
obat trasional seperti yang telah lama dimanfaatkan masyarakat dayak di pedalaman tetapi juga memiliki manfaat-manfaat lainnya seperti yang akan kami jabarkan berikut ini:

Manfaat mentega tengkawang untuk kecantikan dan Kesehatan Kulit

Mentega tengkawang memiliki komposisi yang unik sehingga membuatnya menjadi salah satu
lemak nabati terbaik yang disediakan oleh alam. Berikut komposisi mentega tengkawang
yang tersedia di umkmkalbar.id:

  • Titik beku: 35-38 º C
  • Asam Palmitat (Palmitic Acid): C16:0:14.0 – 22.0%
  • Asam (Stearic Acid): C18:0 36.0 – 50.0%
  • Asam Oleat (Oleic Acid): C18:1:30.0-40.0%
  • Asam Arachidat (Arachidic Acid) : 1.1%
  • Asam Linoleat (Linoleic Acid): 0 – 6.0%

Kandungan Asam Steatrat (stearic acid) dan Asam Oleat (Oleic Acid) yang tinggi didalam mentega tengkawang sangat baik untuk mengatasi secara alami masalah-masalah yang timbul akibat kurangnya kelembapan pada kulit dan rambut. Berikut manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari mentega tengkawang:

  1. Dengan alami melembabkan dan melembutkan kulit lebih lama daripada pelembab kimia yang lain.
  2. Memperbaiki fleksibelitas dan elastisitas kulit.
  3. Mencegah timbulnya kerutan.
  4. Mencegah degenerasi sel-sel kulit.
  5. Melindungi dari sinar UV-A dan UV-B.
  6. Membantu mencegah penuaan dini.
  7. Mengembalikan dan menyehatkan rambut yang kering.
  8. Melembabkan bibir dan menyembuhkan luka sariawan.

Manfaat-manfaat tersebut menbuat mentega tengkawang sangat ideal untuk dibuat sebagai sabun batangan, pelembab tubuh dan bibir, krim dan juga lotion, pondasi make-up, masker wajah, tabir surya, lipstik dan produk lain yang berfungsi melembabkan dan menyehatkan kulit.

Manfaat mentega tengkawang dalam industri makanan dan minuman

Selain bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit, mentega tengkawang juga dapat dimanfaatkan dalam industri makanan antara lain sebagai berikut:

9. Bio-vetsin.

Mentega tengkawang dapat dimanfaatkan sebagai vetsin alami dalam olahan makanan seperti nasi goreng, mie goreng dan juga makanan lainnya sehingga hasil olahan makanan memiliki cita rasa yang jauh lebih gurih dan lezat secara alami serta bebas kolesterol karena dimasak tanpa menggunakan minyak goreng, anda pun akan terhindar dari efek negatif penyedap rasa yang menggunakan MSG dan zat kimia lainnya.

Sumber: http://www.forda-mof.org/berita/post/2622-diversifikasi-buah-tengkawang-dukung-konservasi-dan-kesejahteraan-masyarakat

10. Bahan campuran untuk membuat produk cokelat.

Cokelat yang dibuat menggunakan campuran mentega tengkawang memiliki rasa yang tidak kalah enak bila dibandingkan dengan cokelat-cokelat import dan memiliki kualitas lebih baik dari cokelat-cokelat dipasaran. Selain lebih gurih dan lezat proses pembuatannya pun menjadi lebih mudah karena untuk membuat cokelat menjadi padat dan beku tidak perlu dimasukkan kedalam lemari es, cukup dibiarkan saja dalam suhu kamar cokelat pun akan membeku dengan sendirinya.

11. Bahan campuran roti.

12. Bahan campuran Es krim.

13. Bahan campuran kapucino.

Manfaat-manfaat tersebut diatas belumlah final, mengingat komposisi dari mentega tengkawang yang sangat memungkinkan untuk diversifikasi produk yang luas sehingga masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat permen, pomade, lilin, makanan ternak, industri farmasi, pelumas dalam industri otomotif dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Di UMKMkalbar.id kami menyediakan mentega tengkawang dengan kemurnian 100% dan telah diolah secara alami.

Dengan membeli produk lemak tengkawang kami, Anda telah berpartisipasi dalam usaha pelestarian hutan dan ikut serta dalam usaha mengalihkan ketergantungan akan produk dari minyak sawit. Anda juga akan berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dayak (pedalaman) sehingga mereka dapat terus hidup disana dan menjaga serta melindungi kelestarian hutan mereka.


Dapatkan produk mentega tengkawang terbaik disini

Mengenal Tengkawang, Flora Endemik Kalbar yang hampir terlupakan

Tengkawang atau dalam bahasa inggris disebut dengan Illipe nut/ Borneo tallow nut adalah nama dari buah dan beberapa jenis pohon Shorea Sp. pohon dari suku Dipterocarpaceae. Dari 17 jenis pohon Shorea penghasil tengkawang, 15 jenis dari pohon tengkawang tersebut tumbuh dan tersebar di Indonesia. Sebagian besar tumbuh di pulau Kalimantan dan sebagian kecil tumbuh di pulau Sumatera. Berikut ini adalah daftar dari jenis pohon tengkawang yang tersebar di Indonesia:

  1. Shorea amplexicaulis (Tengkawang merah telur)
  2.  Shorea beccariana Martelli (Tengkawang bukit)
  3. Shorea lepidota (Meranti bunga)
  4. Shorea macrantha (Meranti lengkong daon)
  5. Shorea mecistopteryx Ridl. (Tengkawang layar).
  6. Shorea palembanica Miq. (Majau)
  7. Shorea pilosa
  8. Shorea pinanga Scheff. (Tengkawang layar)
  9. Shorea scaberima Burck (Tengkawang kijang)
  10. Shorea seminis (de Vriese) Slooten (Terindak)
  11. Shorea macrophylla Ashton (Tengkawang tunggul jantong)
  12. Shorea splendida/Shorea martiniana (Tengkawang rambai)
  13. Shorea stepnoptera Burck (Tengkawang tungkul).
  14. Shorea sumatrana (Slooten ex Thorel Symington) (Tengkawang besak).
  15. Shorea singkawang (Miq.) Miq., (Tengkawang pinang)

Pohon tengkawang (Shorea sp.); Sungai Utik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
sumber:
https://commons.wikimedia.org

Kalimantan Barat memiliki jumlah populasi pohon tengkawang terbesar di Indonesia dan beberapa jenis pohon tengkawang yang paling produktif juga tumbuh di Kalimantan Barat. Hal ini menjadikan provinsi Kalimantan Barat sebagai daerah penghasil buah dan minyak tengkawang terbesar di Indonesia. Adalah hal yang sangat wajar apabila pemerintah daerah kemudian menetapkan flora tengkawang sebagai Ikon khas dari provinsi Kalimantan Barat.

Pohon Tengkawang tumbuh secara liar dan berkelompok di hutan-hutan primer mulai dari pinggiran sungai sampai dengan daerah pegunungan di pedalaman Kalimantan barat. Pemanfaatannya yang telah memiliki sejarah panjang sejak abad 18 menjadikan tengkawang sangat akrab dengan masyarakat suku dayak yang tinggal di daerah pedalaman. Buah tengkawang memiliki bentuk yang unik, karena di sekitar tangkai terdapat beberapa helai kelopak yang menyerupai sayap. Kelopak sayap inilah yang membuat buah tengkawang yang telah matang tidak langsung jatuh ke tanah secara menghujam, melainkan berputar dan “melayang” dengan sayapnya kemudian mendarat dengan aman.

Ciri ciri flora tengkawang.
Sumber: https://www.flickr.com

Buah tengkawang yang telah jatuh segera dikumpulkan oleh masyarakat pedalaman yang tinggal disekitar hutan agar tidak dimakan oleh babi hutan  ataupun hewan-hewan liar lainnya. Buah yang tidak terkumpul dan jatuh ditempat yang cukup lembab akan segera berkecambah karena buah tengkawang tidak memilik masa dormansi.

Buah-buah yang telah dikumpulkan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur atau disalai untuk mengurangi kadar airnya. Buah yang telah kering lalu diperas secara tradisonal hingga keluar minyaknya, Minyak inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat suka dayak secara tradisonal. Minyak ini disimpan dalam bilah bambu dan membeku secara alami seperti mentega. Pada awalnya masyarakat memanfaatkan minyak dari buah tengkawang untuk memasak dan sebagai penyedap rasa serta untuk ramuan obat-obatan. Kemudian dalam perkembangannya buah dan minyak tengkawang dijual ke pengumpul dan di eksport untuk digunakan sebagai bahan baku lilin, pelumas, sabun, margarin, industri makanan, farmasi, dan juga kosmetik sehingga buah tengkawang menjadi sumber penghasilan tambahan yang penting bagi masyarakat pedalaman. Bahkan karena manfaatnya yang begitu banyak masyarakat suku dayak menjuluki pohon tengkawang sebagai pohon kehidupan sehingga pohon ini pun mereka wariskan kepada keturunannya.


Buah tengkawang (Shorea sp.) setelah disalai; Sungai Utik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
sumber: https://id.wikipedia.org

Selain buahnya, kayu dari pohon tengkawang juga bernilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan dalam industri kayu lapis dan konstruksi. Kini akibat maraknya pembalakan liar, invasi dari perkebunan sawit, kebakaran hutan, dan kurangnya usaha konservasi membuat populasi pohon tengkawang mengalami penurunan. Pohon tengkawang mulai sulit ditemukan, bahkan beberapa jenis pohon tengkawang telah masuk kedalam kategori red list (terancam punah,langka, dan rentan) dari IUCN.  PP No.7/1999 dan Kemenhut No.692/Kpts-II/1998 juga telah menetapkan tengkawang sebagai tanaman jenis yang dilindungi dan dilarang untuk ditebang. Generasi muda di provinsi Kalimantan Barat pun banyak yang hanya tahu namanya tanpa pernah melihat wujud asli pohon atau buah tengkawang. Untuk itu perlu diadakan usaha konservasi agar tumbuhan yang  kaya akan manfaat ini dapat terus terjaga kelestariannya.

Kami di umkmkalbar.id berusaha untuk menggiatkan usaha konservasi pohon tengkawang! Bergabunglah dengan kami dalam melestarikan pohon tengkawang!

Hubungi kami di info@umkmkalbar.id