Kratom, Tanaman Obat atau Narkotika Berbahaya?

Kratom (Mitragyna speciosa) adalah sejenis tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Kratom memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai bahan obat tradisional dan ramuan herbal. Tanaman Kratom sendiri, yang memiliki efek opioid seperti narkotika, sering digunakan sebagai obat penahan nyeri dan stimulan untuk meningkatkan fokus, dimana efeknya mirip dengan efek kopi. Dengan dosis rendah, daun atau bubuk kratom berfungsi sebagai stimulan, dimana di dosis tinggi, kratom dapat digunakan sebagai obat penenang atau bius.

Seperti banyak tanaman lainnya yang memiliki efek narkotik, kratom juga memiliki catatan yang campur aduk. Tanaman ini dilarang di beberapa negara tempat asalnya seperti Thailand, Malaysia, dan Myanmar, karena efek seperti opium nya yang membuat kecanduan. Untungnya Indonesia sendiri menetapkan kratom legal dan bernilai sebagai komoditas tanaman obat atau herbal menurut Peraturan Kementan Nomor 104 Tahun 2020. Di Amerika Serikat, kratom sedang menanjak popularitasnya dalam penggunaannya sebagai jenis obat yang digunakan untuk mengatasi kecanduan narkotika.

Para pengguna, terutama yang berusaha untuk menghilangkan kecanduan narkoba ataupun mengatasi kecanduan obat penghilang sakit (painkiller), menggunakan kratom untuk perlahan mengurangi gejala-gejala kecanduan. Praktek ini sendiri juga direspons dengan tanggapan yang bercampur antara yang pro dan yang kontra. Sebelum menggunakan Kratom, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter dan tenaga medis professional untuk membahas implikasi dan efek samping penggunaanya.

Bagaimana Kratom Bekerja dalam Tubuh Anda?

Kratom masih relatif baru dalam dunia penelitian medis, dan hasilnya, hasil-hasil penelitiannya masihlah sangat terbatas. Peneliti telah menemukan lebih dari 40 bahan aktif yang terkandung di daun ini, dimana yang paling aktif adalah Mitragynine. Daun yang diolah menjadi bubuk biasanya mengandung 1,2% – 2,3 % zat mitragynine, sedangkan daun keringnya bisa mengandung hingga 7% mytraginine.

Mitrayginine sendiri di wujud paling murninya adalah semacam alkaloid yang mempengaruhi syaraf penerima opioid di otak, mirip dengan morfin, tetapi bisa hingga 7 kali lebih ampuh. Kratom juga mengandung zat-zat lain yang bahkan lebih ampuh lagi seperti zat 7-hydroxymitragynine, yang terdeteksi dalam dosis sangat kecil. Zat-zat seperti ini diindikasi bekerja sebagai agonis dalam reseptor mu-opiate, reseptor delta-opiate, dan reseptor kappa. Selebihnya zat-zat yang terkandung dalam kratom juga bekerja sebagai anti-radang, analgesic (pereda nyeri), dan bekerja sama dengan neurotransmitter.

Semua ini bekerja untuk menciptakan efek yang merangsang di dosis rendah, yang bisa dirasakan dalam waktu 10 menit setelah mengkonsumsi kratom. Di fase ini, pengguna bisa merasakan energi, penajaman perhatian, penurunan nafsu makan, dan lainnya.

Sedangkan di dosis tinggi, pengguna kratom dapat merasakan euphoria tinggi, yang terkadang digambarkan sebagai perasaan menyenangkan, namun kadang-kadang juga tidak menyenangkan. Disini, pengguna dapat juga merasakan pusing, ketenangan, dan pengurangan rasa nyeri. Sedangkan di dosis lebih tinggi lagi, kratom dapat menyebabkan pembiusan berat dan hilangnya kesadaran.

Apakah Kratom Berbahaya?

Kratom saat ini adalah mata pencaharian bagi banyak orang di Indonesia, terutama Kalimantan Barat. Masyarakat pedalaman telah lama mengkonsumsi kratom untuk berbagai macam alasan. Tetapi meskipun demikian masih sangat sedikit penelitian yang menjelaskan tentang kratom, dan penjualannya pun baru melejit baru sekitar 10 tahun belakangan.

Kenyataannya, pada sekarang belum ada negara di dunia yang melakukan penelitian menyeluruh terhadap kratom dan penggunaannya. Tetapi, yang dapat kita simpulkan sendiri adalah apabila dicampur dengan zat lain, kratom bisa sangat berbahaya. Di dosis sangat tinggi, kratom dapat pula menyebabkan kejang-kejang karena tingginya kadar racun dalam darah.

Efek Samping yang Telah Diketahui

Kratom menyebabkan beberapa efek samping, yang bisa digambarkan mulai dari “ringan” hingga “berbahaya”. Efek samping umum termasuk masalah penglihatan karena pembatasan pupil, muka yang memerah, konstipasi, berkeringat berlebihan, sakit kepala, mual-mual, muntah, gatal-gatal, dan dalam beberapa kasus, tremor (gemetaran). Bila digunakan untuk jangka panjang, pengguna dosis tinggi mungkin merasakan  pengurangan berat badan yang ekstrim, symptom penyakit kejiwaan, dan hiperpigmentasi atau penggelapan kulit muka. Kratom kelihatannya tidak memiliki efek yang sama bagi liver dan organ dalam jika dibandingkan dengan opioid lainnya, dan sejauh ini belum terdeteksi menyebabkan kerusakan dengan tingkat yang sama. Tetapi sekali lagi, kratom belum diteliti secara menyeluruh dan jangka panjang.

Apakah Kratom Menyebabkan Ketagihan?

Walaupun kratom lazim digunakan di Amerika Serikat untuk membantu mengobati ketagihan narkoba lainnya, pada dasarnya kratom sendiri bersifat membuat ketagihan. Kratom mempengaruhi reseptor opioid yang sama dengan narkoba lainnya, dan juga menunjukkan sifat-sifat membuat ketagihan. Sebagai contoh, para masyarakat pedalaman yang telah menggunakan kratom bertahun-tahun, perlahan mulai kebal dengan kratom, dan membutuhkan dosis lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama. Banyak yang kemudian mengkonsumsi kratom secara rutin dalam dosis tinggi, yang kemudian berdampak buruk bagi kehidupan mereka.

Di salah satu studi, hampir 95% pengguna kratom jangka panjang menunjukkan symptom ketagihan dan ketergantungan dengan kratom setelah 6 bulan. Gejala bila tidak dipenuhi ketagihannya pun sangat mirip dengan ketagihan narkotik lainnya, termasuk berkeringat, demam, kegelisahan panik, diare, gemetar otot, insomnia, depresi, perubahan mood secara tiba-tiba, dan mudah emosi. Tetapi kratom juga dinilai jauh lebih lama menyebabkan ketergantungan, dan jauh lebih tidak berbahaya dan merusak organ jika dibandingkan dengan zat lainnya seperti morfin. Jadi, meskipun kratom membuat ketagihan, kratom sendiri jauh lebih tidak berbahaya dibanding zat-zat lainnya.

Penggunaan Kratom untuk Mengobati Ketagihan

Kratom paling popular di Amerika Serikat untuk digunakan sebagai pembantu ketagihan narkotika. Praktek ini digunakan sejak abad ke 17 oleh Malaysia dan Thailand. Kratom juga terdokumentasi membantu meringankan sindrom ketagihan, termasuk berfungsi baik sebagai obat penenang ataupun pereda rasa sakit. Dengan menstimulasi reseptor yang sama, kratom juga bisa berfungsi untuk menghambat sindrom ketagihan sama dengan beberapa obat yang telah digunakan di dunia medis seperti Buprenorphine. Banyak tes dan studi yang mengindikasikan orang-orang yang menggunakan kratom dengan benar dan diawasi oleh tenaga medis, bisa dengan berhasil mengatasi kecanduan mereka terhadap obat-obat terlarang lainnya.

Maju dan Tumbuh bersama UMKM Kalbar!

umkmkalbar.id

Baca Juga :
Kratom, Psikotropika Lokal yang Mendunia
Bajakah, Tanaman Obat Kanker Yang Mencuri Perhatian
Minuman Tradisional Menembus Zaman

Bisnis Baru dikala Pandemi? Mengapa Tidak?

Walaupun COVID-19 tengah melanda dan kehidupan “normal” di seluruh dunia sedang terganggu, bukan berarti masa-masa pandemi adalah waktu yang buruk untuk memulai bisnis baru Anda.

Banyak perusahaan-perusahaan terbesar di dunia dibangun semasa krisis ataupun mampu menghadapi krisis dengan mengidentifikasi permintaan pasar yang baru, kemudian beradaptasi untuk memenuhinya. Masa pandemi juga masa yang sangat baik untuk menggandeng tenaga-tenaga kerja berkualitas, dikarenakan banyaknya sumber daya manusia terlatih yang membutuhkan pekerjaan.

“Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai bisnis.”

Perusahaan-perusahaan besar di Amerika seperti General Motors (GM), IBM, dan Disney didirikan tepat sebelum masa “Depresi Besar” (Great Depression) meluluhlantakkan ekonomi AS. Google, eBay, dan Amazon juga merasakan “gelembung dot-com” di masa-masa awal berdirinya mereka. Dan kemudian Facebook, Twitter, dan Youtube sukses melewati krisis ekonomi global tahun 2008.

Tak peduli apakah Anda memulai bisnis Anda sebelum, sewaktu, atau setelah resesi atau krisis ekonomi global, akan menguji ketajaman Anda dalam mengarungi dunia bisnis. Krisis ekonomi global malah membantu menonjolkan masalah-masalah generasi baru yang perlu dicarikan solusinya untuk terus begerak maju. Dan di dunia bisnis, masalah masyarakat adalah sinonim dari peluang bisnis. Perusahaan-perusahaan besar dan tradisional bertumbangan karena tidak mampu beradaptasi dengan cukup cepat, dan jumlah tenaga kerjanya yang biasanya kurang efisien dan terlalu besar.

Dan sekarang tiba saatnya krisis ekonomi berikutnya tiba, kali ini diakibatkan oleh COVID-19, para wiraswasta melihat kesempatan emas. Ini adalah peluang untuk bisnis dan startup baru.

Kami percaya wiraswasta dan memulai sebuah perusahaan, berawal dari gagasan ide yang baik yang disesuaikan dengan trend dan masa yang sedang berjalan. Yang membuat lingkungan pekerjaan kita sekarang lebih menarik adalah kebanyakan dari kita sekarang beraktivitas jarak jauh. Sekolah online, meeting online, bekerja dari rumah, dan lain-lain. Ini artinya kita punya lebih banyak waktu untuk menilai kembali aspek-aspek kehidupan kita sebelumnya yang biasanya mungkin kurang kita hargai. Kebebasan untuk keluar rumah, kebebasan untuk berkumpul dengan teman-teman, kebebasan untuk pergi undangan ramai-ramai, kebebasan untuk pergi ke sekolah dan duduk di kelas bersama guru dan teman, dan lain sebagainya.

Dan semua ini, dapat mengarahkan kita ke kesempatan menarik untuk menciptakan produk baru, solusi baru untuk masalah baru, kebiasaan baru, dan dunia yang baru.

Tanpa berlama-lama di jalan untuk pergi kerja atau sekolah setiap harinya, tanpa kehidupan sosial yang seaktif dulu, tanpa banyak hal yang dulunya membuat kita merasa tidak punya waktu, beberapa dari kita mungkin terkejut karena betapa banyak waktu yang kita punya secara tiba-tiba. Begitu banyak waktu untuk digunakan mengeksplorasi ide-ide dan menciptakan produk-produk baru.

Berikut adalah 3 alasan kenapa ini adalah saat yang tepat untuk memulai bisnis baru Anda :

Bila Anda memulai bisnis dengan lingkungan hari ini, jalan bagi bisnis Anda akan semakin membaik esok hari.

Tidak ada yang tahu berapa lama krisis ekonomi ini akan berlangsung. Tetapi, bila Anda bisa membangun sebuah bisnis yang bernilai bagi masyarakat di tengah masa yang penuh dengan lesunya permintaan pasar dan tingginya pengangguran, bayangkan seberapa besar potensi bisnis Anda ketika ekonomi mulai pulih dan menuju masa booming.

Memulai bisnis Anda sekarang juga berarti Anda akan lebih hemat dan hati-hati dengan pengeluaran, mencari pekerja, dan hal-hal dasar yang membuat bisnis Anda tetap operasional. Ini adalah keterampilan penting yang — tak peduli apapun lingkungannya — sangat penting untuk dimiliki seorang wiraswasta.2. Bila Anda memulai bisnis dengan lingkungan hari ini, jalan bagi bisnis Anda akan semakin membaik esok hari.

Sekarang, ada banyak orang terlatih yang sedang mencari pekerjaan.

Tidak hanya bisnis kecil yang terdampak oleh pandemi Coronavirus ini. Perusahaan-perusahaan terbesar, dan startup-startup dengan suntikan dana terbesar pun sedang melakukan PHK sekarang.

Pada saat ini juga, pasar tenaga kerja sedang kebanjiran individu-individu yang sedang mencari peluang-peluang kerja berikutnya. Terlebih lagi semakin banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja untuk bekerja jarak jauh. Hal ini mengakibatkan akan lebih luas kesempatan bagi pencari kerja untuk menemukan perusahaan yang tepat, dan bagi perusahaan untuk menemukan tenaga kerja yang tepat, karena tidak lagi dihambat oleh masalah jarak.

Bisnis yang memecahkan masalah di masa krisis, cenderung tumbuh lebih cepat.

Benar, ekonomi kita berada di ambang resesi, permintaan sedang lesu-lesunya, beberapa sektor industri, seperti pariwisata, industri pernikahan, sedang porak-poranda. Jadi kita harus bagaimana?

Aturan nomor 1 menjadi wiraswasta : Ketika situasi babak belur, kita tidak lalu serta-merta menyerah, lalu kembali ke tempat tidur. Kita bekerja, memecahkan solusi, disaat orang lain tidak ada kerjaan, kita bangun lebih pagi dan tidur lebih larut mencari dan memikirkan peluang.

Dengan banyaknya waktu yang Anda miliki sekarang, tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai bisnis Anda. Di setiap krisis, muncul juga peluang-peluang baru. Bisnis kesehatan, layanan jarak jauh, logistik, dan pelatihan keterampilan online adalah beberapa contoh dari sekian banyak bisnis-bisnis yang sedang naik daun. Selalu ada peluang. Sekarang masalahnya hanya tinggal seberapa yakin Anda untuk memulai, dan siapkah Anda menghadapi masa sulit, yang pastinya akan membaik nanti.

Salam, UMKMKalbar.id

Jokowi Berikan Bantuan Dana bagi UMKM Indonesia

Penanggulangan COVID-19 telah memicu berbagai polemic di kalangan rakyat Indonesia. Masih terus menanjaknya kurva infeksi COVID-19 juga menunjukkan bahwa mungkin pemerintah dan rakyat Indonesia masih belum cukup disiplin dalam menjaga diri dan mengikuti protokol New Normal. COVID-19 bukan hanya menyerang kesehatan publik, tetapi juga memorak-morandakan ekonomi nasional. Salah satu korban yang paling terdampak COVID-19 adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo meresponse pelemahan ekonomi dengan mencanangkan pembagian modal kerja secara gratis kepada kurang lebih 12 juta UMKM bernilai masing-masing 2,4 juta Rupiah. Program bantuan ini diharapkan dapat merangsang peningkatan produktivitas UMKM dan bisnis retail agar bisa pulih kembali. Program ini dijadwalkan mulai digulirkan pada bulan September tahun 2020.

Erick Thohir, selaku Ketua Pelaksana Pencegahan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam program Mata Najwa menyampaikan “Sekarang kita mau coba hibah produktif, kita kasih Rp 2,4 juta buat 12 juta mikro ritel supaya mereka bisa mulai bekerja lagi, produktif lagi.”

Bapak Erick Thohir, Menteri BUMN dan Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional

Dana bantuan ini juga melengkapi berbagai program pemerintah untuk meredam dampak ekonomi COVID-19 setelah Presiden juga mengumumkan bantuan sebesar Rp 600.000 kepada pekerja dengan gaji bulanan dibawah 5 juta rupiah. Bantuan ini direncanakan diberikan kepada pegawai swasta setiap dua bulan sekali selama 4 bulan. Jadi masing-masing pekerja bisa menerima total sebesar Rp 1,2 juta dalam rentang waktu 4 bulan.  Pak Erick juga menambahkan bahwa bantuan ini disalurkan langsung ke rekening masing-masing ppekerja sehingga tidak terjadi penyalahgunaan.

UMKM Indonesia dan Kalimantan Barat, tetap semangat dalam berusaha. Badai COVID-19 pasti akan berlalu!

Bagaimana UMKM di Kalbar dan Indonesia Bisa Bertahan?

Di era pandemic COVID-19 ini, kita semua sebagai pelaku UMKM di Kalbar dan di Indonesia, dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan, atau layu kemudian gulung tikar. Pelaku-pelaku bisnis dituntut untuk bisa bergerak secara cepat dan radikal menyesuaikan dengan aturan PSBB dan kebijakan Physical Distancing dan Social Distancing pemerintah. Pembeli produk barang dan jasa yang tadinya masih sebagian besar offline pun kemudian dengan cepat beralih menjadi online.

Kepala bagian pemasaran Pro-UMKM, Noor Alvi Laili mengatakan, “Kami bersyukur kami sudah memulai proses digitalisasi bisnis-bisnis UMKM di Kalimantan Barat. Di era COVID-19, strategi ini terbukti bermanfaat bagi mitra-mitra kami. Disaat transaksi produk UMKM tradisional lesu, transaksi online kami justru mampu naik tajam”.

“Kami juga berharap semakin banyak pelaku UMKM yang sadar akan pentingnya digitalisasi bisnis mereka sehingga mereka mau dan mampu belajar memulai proses tersebut. Kita di Pro-UMKM selaku pengurus UMKM Kalbar siap menggandeng baik mitra maupun calon mitra kita untuk maju bersama dan terus berkembang di tengah pandemic COVID-19”, lanjutnya.

Ada beberapa hal penting yang wajib dikuasai oleh pebisnis generasi pandemic ini, yaitu kualitas produk, pengemasan produk, iklan, dan teknologi jaringan.

Pertama dalam hal produk, kualitas produk menjadi makin penting disaat menurunnya daya beli masyarakat. Semua orang ingin produk terbaik untuk harga yang paling cocok dengan ekonomi mereka. Harga memang makin penting di saat seperti ini, tetapi juga Value atau nilai produknya. Mereka ingin produk dengan harga terjangkau, berkualitas baik, tahan pengiriman, dan tahan disimpan. Nah disinilah pengemasan produk berperan penting. Pelaku UMKM-UMKM tradisional yang masih menganggap remeh keamanan dan estetika pengemasan produk mereka, secara tidak langsung membatasi usaha mereka sendiri hanya pada pasar-pasar lokal.

Hal kedua adalah iklan. Bukan sembarang iklan, tetapi iklan online atau iklan digital. Iklan digital sendiri tidak harus berbayar. Beriklan bisa dengan mudah dan gratis, dimulai oleh siapa saja melalui platform-platform aplikasi yang sudah mereka gunakan selama ini. Contohnya adalah iklan melalui story dan broadcast WhatsApp, melalui posting Facebook dan Instagram baik di profil sendiri atau dengan berabung bersama komunitas atau grup.

Periklanan ini sudah tentu jauh berbeda dengan pengiklanan offline. Di bidang periklanan digital, Anda selaku pengusaha dituntut untuk tidak hanya menguasai teknologi-teknologi yang tersedia, tetapi juga harus mengenal baik dan mampu mencapai calon-calon konsumen kita. Sebuah skill yang memang perlu waktu dan pengalaman untuk diasah.

Kemudian ilmu di bidang teknologi jaringan. Yang paling penting adalah fitur pembayaran dan akuntansi online juga harus dikuasai oleh pelaku UMKM agar mudah menuntaskan transaksi-transaksi dengan pelanggan tanpa harus bertatap muka, dan tanpa uang tunai. Cara ini jelas sangat asing bagi pelaku-pelaku UMKM tradisional, tapi di zaman ini adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi. Meeting dengan supplier, hingga transaksi masa kini mulai banyak yang dilakukan melalui video conference dengan platform seperti Google Meet, Zoom, dan lainnya.

Tetapi sifat yang paling penting yang harus dimiliki semua pengusaha adalah kegigihan. Dengan kemauan belajar dan kerja keras yang tinggi, Pro-UMKM percaya bahwa kita bisa bersama melalui pandemi. Tidak hanya melalui dengan bersusah payah, kita juga harus bisa mengembangkan bisnis di era sulit ini. Kami di Pro-UMKM siap membantu dan membina pelaku UMKM Kalimantan Barat untuk bisa mendigitalisasi bisnis mereka.

Tetap semangat, dan sehat selalu. Maju Terus UMKM Kalimantan Barat!

Minimol, Alternatif Belanja ke Pasar di Tengah Pandemi

Merebaknya Pandemi Virus Corona di Indonesia mau tak mau merubah perilaku masyarakat. Kegiatan belanja ke pasar yang tadinya rutin menjadi ritual para ibu rumah tangga dan pemilik usaha rumah makan kini menimbulkan perdebatan.

Pasar Tradisional (wet market) Seafood Huanan di kota Wuhan, Tiongkok, notabene menjadi titik awal penyebaran Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 yang pada saat artikel ini ditulis, telah menginfeksi 3,4 juta orang di hampir seluruh negara di dunia.

Kondisi pasar tradisional di Indonesia pun ketika diteliti lebih lanjut tak jauh berbeda, bahkan beberapa lebih buruk kebersihannya dibandingkan Pasar Huanan. Ditambah lagi banyaknya masyarakat yang selama ini tak memiliki pilihan lain selain belanja di pasar tradisional karena harganya yang murah, membuat physical distancing atau penjagaan jarak hampir mustahil di pasar tradisional.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan bahkan berlawanan dengan anjuran pemerintah untuk dirumah saja dan menjaga jarak satu sama lain.

Kondisi-kondisi ini yang menginspirasi Siswono, seorang pengusaha muda di Pontianak untuk merintis Minimol, layanan belanja pasar tradisional yang diantar ke rumah.

“Kami berusaha untuk menyediakan layanan terpadu untuk pemenuhan kebutuhan dapur masyarakat Pontianak yang memilih untuk tinggal dirumah. Kami menyediakan sayuran, buah-buahan, seafood, bumbu masak, yang dibeli langsung dari pasar dan penyedia di Kota Pontianak dan langsung diantar di hari yang sama untuk menjamin kesegarannya. Hal ini juga merupakan bentuk kontribusi kami untuk membantu Kota Pontianak memutus tali rantai persebaran virus Corona”, sebut pemuda yang akrab disapa Bang Sis ini.

Minimol menerapkan pemesanan berbasis Whatsapp dan Instagram, dan kemudian diantar ke rumah. Saat ini Minimol sudah menjual lebih dari 150 jenis komoditas pasar tradisional, dengan daftar harga yang diupdate setiap hari.

“Bahkan sekarang guna membantu masyarakat, belanja diatas nominal tertentu kita tidak kenakan ongkos kirim dulu” tambah Siswono.

Andre Jaya (28), warga Jl. Merdeka Timur Pontianak yang telah menggunakan layanan belanja online pun mengaku sangat terbantu dengan layanan belanja ini.

“Yah jadi praktis rasanya, gak usah bangun pagi-pagi buat belanja dulu. Gak usah berdesak-desakan juga di pasar, jadi kita tinggal WA aja, lalu nanti diantar, bisa COD juga. Belanjaannya pun segar-segar. Saya dan keluarga merasa sangat terbantu dengan adanya layanan seperti ini. Mudah-mudahan akan lebih baik lagi kedepannya.”

Besar harapan penulis akan lebih banyak muncul usaha-usaha kreatif berbasis teknologi seperti Minimol ini. Selain penyerapan tenaga kerja, usaha-usaha baru seperti ini juga dinilai bisa membantu mengubah perilaku masyarakat menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Minimol Pontianak bisa dihubungi melalui Whatsapp di 08199-64-64-665 atau Instagram di @MinimolPontianak.

Jokowi Beberkan Bantuan Untuk Para UMKM

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi memutuskan untuk membebaskan pajak bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki omzet dibawah Rp 4,8 Miliar pada April-September 2020.

Keringanan pajak tersebut ia umumkan ketika membuka Rapat Terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Program Mitigasi Dampak COVID-19 terhadap UMKM Indonesia. Tujuan dari pembebasan pajak itu sendiri adalah untuk meyelamatkan UMKM yang terdampak aktivitasnya oleh wabah pandemic Virus Corona. Jokowi juga menyebutkan tak hanya pembebasan pajak yang diberikan, tetapi juga bantuan berupa bantuan sosial, pembagian sembako murah, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga keringanan tarif listrik.

“Pelaku UMKM yang masuk miskin dan rentan dari dampak covid-19 harus dipastikan bahwa mereka masuk menjadi penerima bansos, baik itu PKH, sembako, bansos tunai, BLT desa, maupun pengurangan tarif listrik dan Kartu Prakerja,” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meminta jajarannya untuk memberikan keringanan kredit kepada pelaku UMKM yang memiliki angsuran dengan cara memberikan subsidi bunga maupun menunda pembayaran angsuran.

Jokowi Juga melihat ada beberapa kementrian yang bisa memberikan bantuan peringanan kredit, seperti Kementrian Pertanian dan Kementrian Kelautan.

Transaksi Online Produk UMKM Naik 350 Persen

Menteri Kooperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Teten Masduki mengungkapkan transaksi penjualan online produk UMKM meningkat hingga 350 persen di tengah pandemic Virus Corona atau COVID-19. Peningkatan utamanya dirasakan di bagian bahan pokok dan makanan instant. Hal ini sangat dapat dimengerti karena kekhawatiran warga untuk berkumpul di tempat yang ramai seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

“Produk makanan dan minuman herbal atau instant naik sekitar 200 persen, produk bahan pokok naik sampai 350 persen” sebut Teten, Selasa 28 April 2020.

Teten membeberkan data ini didapat dari akumulasi transaksi penjualan di beberapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Marketplace-marketplace online ini juga menyebutkan pertumbuhan jumlah akun pengguna mereka meningkat pesat karena berubahnya perilaku masyarakat.

“Jadi ini menunjukkan ada efektifitas e-commerce market online di masa pandemic Corona ini” sambungnya.

Teten mengajak juga para pelaku UMKM untuk semakin gigih meningkatkan pemasaran dan kualitas produk yang dijual di online marketplace, mengingat efektifnya saluran ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pembatasan-pembatasan sosial yang tengah diberlakukan.

“Saya mengajak pelaku UMKM dan koperasi untuk belanja memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi permasalahan pemasaran. Saya juga mengajak masyarakat membeli produk UMKM agar ekonomi di negara terus berputar.”

Di kesempatan yang sama, Teten juga menyebutkan bahwa pemerintah akan berusaha memberikan stimulus bagi para UMKM, yang kabar terbarunya mendapatkan keringanan cicilan dan bebas pajak selama enam bulan.

Fakta-Fakta Tentang Penyebaran Coronavirus COVID-19

Diterjemahkan dan ditambahkan dari artikel New York Times tanggal 02 Maret 2020.

Sebuah virus yang rentan, tetapi sangat mudah menular, dengan ukuran kira-kira satu per Sembilan ratus diameter rambut manusia, menyebar di berbagai komunitas di seluruh penjuru dunia. Coronavirus COVID-19, nama dari virus ini, telah menyerang lebih dari 60 negara pada saat artikel ini ditulis. Coronavirus sendiri resmi diumumkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, melalui pernyataan resmi Presiden Jokowi bahwa 2 orang WNI positif Coronavirus COVID-19 dan sedang di isolasi di Jakarta.

Karena virus ini sangatlah baru, pengetahuan para ahli tentang penyebarannya juga masih terbatas. Tetapi mereka bisa memberikan panduan tentang bagaimana kelihatannya, Coronavirus bisa – dan tidak bisa – menyebar.

Bila Saya berpapasan dengan orang yang terjangkit Coronavirus, apakah saya akan tertular?

Katakan Anda memasuki ke sebuah tempat perbelanjaan. Seorang pebelanja disitu terjangkit Coronavirus. Apakah faktor yang paling membuat Anda beresiko tertular oleh orang tersebut?

Para ahli berkesimpulan masih banyak yang harus mereka pelajari. Tetapi sejauh ini ada 4 faktor yang sangat berperan dalam penularan Coronavirus ini.

  1. Seberapa dekat Anda dengan penderita.
  2. Seberapa lama Anda berada berdekatan dengan penderita.
  3. Apakah si penderita menyemburkan viral droplets (cairan tubuh yang mengandung virus) ke Anda.
  4. Dan seberapa banyak Anda menyentuh muka Anda.

Disamping faktor-faktor di atas, usia dan kesehatan Anda juga menjadi faktor penentu.

Apakah itu Viral Droplet?

Viral Droplet adalah semburan cairan tubuh yang membawa partikel-partikel virus. Sebuah virus adalah sejenis mikroba kecil yang terikat dengan sebuah sel, mengambil alih sel tersebut, dan melanjutkan menyerang inang yang lain. Ini adalah “gaya hidup” dari sebuah virus, cetus Gary Whittaker, sebuah profesor Virology dari Cornell University College of Veterinary Medicine.

Virus yang “telanjang” tidak bisa kemana-kemana kecuali virus tersebut “menumpang” dengan semburan lendir, saliva (air liur), ekskresi, dan cairan-cairan tubuh lainnya, ungkap Kin-on Kwok, seorang professor di Chinese University of Hong Kong’s Jockey Club School of Public Health dan Primary Care.

Indonesia mengumumkan kasus pertama Coronavirus 2 Maret 2020

Droplets lendir dan air liur ini terlontar dari mulut dan hidung saat kita batuk, bersin, tertawa, menyanyi, bernafas, dan berbicara. Bila droplets ini tidak mengenai apa-apa, biasanya mereka mendarat di lantai atau di tanah.

Untuk bisa mendapatkan akses ke sel Anda, droplets tersebut harus masuk lelalui mata, hidung, atau mulut. Beberapa ahli berpendapat bahwa bersin dan batuk adalah cara-cara utama penyebaran Coronavirus Profesor Kwok juga mengatakan berbicara tatap muka atau berbagi makanan dengan seseorang bisa beresiko menularkan virus.

Berapa Jarak yang Harus Dijaga?

Christen Lindmeier, seorang jurubicara untuk World Health Organization (WHO), badan kesehatan PBB mengungkapkan, jarak yang harus dijaga paling baik adalah sekitar 1 meter dari orang yang terjangkit.

Sedangkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) milik pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa jarak penularan juga masih bisa terjadi walaupun berjarak 2 meter.

Seberapa lama saya bisa berada di dekat seorang penderita?

Hal ini belum sepenuhnya jelas, tetapi semakin banyak waktu yang Anda lewati bersama penderita, semakin tinggi pula resiko Anda juga ikut tertular. Maka hal yang paling baik dilakukan adalah menghindari berada berdekatan dengan orang yang tampak flu untuk waktu yang panjang. Faktor lainnya adalah seberapa banyak interaksi Anda dengan penderita, seperti berjabat tangan, atau berbincang-bincang. Semakin banyak interaksi juga semakin meningkatkan resiko Anda terjangkit Coronavirus.

Apakah penderita virus Coronavirus bisa dibedakan?

Belum tentu.

Bagi sebagian besar kasus yang terkonfirmasi Coronavirus, gejala-gejala yang diderita hanya Nampak seperti flu atau demam biasa. Bahkan ada beberapa orang yang positif Coronavirus COVID-19 yang tidak merasa dan mengalami flu atau demam sama sekali.

Hal-hal ini membuat mengidentifikasi siapa saja yang terjangkit Coronavirus dan berpotensi menularkan virus tersebut ke orang lain.

Semakin banyak pula kasus-kasus orang-orang yang tidak merasakan gejala apa-apa justru menularkan Coronavirus COVID-19 ke orang lain. Tetapi WHO masih percaya bahwa kasus-kasus penyebaran Coronavirus dilakukan oleh orang yang jelas tampak sedang flu pada waktu penularan, sebut Mr. Lindmeier.

Apakah virus bisa hidup di gagang pintu, layar sentuh, atau permukaan lain?

Ya. Setelah banyak orang yang mengunjungi Kuil Buddha di Hong Kong jatuh sakit, otoritas kesehatan mengambil beberapa sampel dari lokasi tersebut. Keran di kamar mandi, dan kain-kain alas taplak di kuil tersebut juga positif mengandung Coronavirus, sebut pernyataan resmi badan tersebut.

Secara harafiah, virus COVID-19 yang dikenal oleh nama “Coronavirus” hanyalah yang paling baru diantara banyak virus-virus yang berbentuk serupa dan berasal dari kategori yang sama. Coronavirus (Corona  = Mahkota) sendiri diberi nama demikian karena banyak memiliki “duri” yang muncul dari permukaannya, yang mirip dengan gambar mahkota dari matahari yang bersinar. Sebuah studi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa Coronavirus COVID-19 bisa tinggal di bahan metal, kaca, dan plastik dari 2 jam hingga 9 hari.

Petugas bandara di Korea Selatan menyemprotkan cairan disinfektan ke fasilitas umum.

Apakah permukaan tersebut tampak kotor atau bersih tidak berpengaruh apa-apa. Bila seseorang yang terifeksi Coronavirus bersin kemudian droplets nya menempel di permukaan tersebut, orang berikutnya yang menyentuh permukaan yang sama juga bisa terjangkit. Seberapa banyak virus dan droplets yang dibutuhkan untuk menginfeksi seseorang yang sehat belum bisa dipastikan.

Coronavirus sendiri mudah dihancurkan, tambah Profesor Whittaker. Dengan menggunakan larutan disinfektan sederhana di permukaan tersebut, hampir dapat dipastikan untuk memecah “cangkang” halus yang melindungi mikroba kecil tersebut, dan kemudian membuat virus tersebut tidak berfungsi.

Selama Anda mencuci tangan sebelum menyentuh muka Anda, seharusnya Anda akan baik-baik saja, karena droplets yang mengandung virus tidak bisa menembus lapisan kulit.

Jika Anda khawatir untuk tertular dari orang yang mungkin bersin ke produk-produk yang Anda beli dari China, jangan khawatir. Karena waktu yang diperlukan untuk mengirim barang tersebut dari China atau belahan dunia lain ke tanah air, seharusnya Anda aman. Atau jika benar-benar khawatir, Anda juga bisa membersihkan permukaan benda-benda dengan cairan disinfektan atau mencuci tangan Anda setelah menyentuh benda-benda tersebut.

Apakah merk yang sabun dipakai juga berpengaruh?

Tidak, ungkap para ahli. Selama Anda mencuci tangan dan permukaan dengan bersih dan dengan sabun-sabun disinfektan bahkan sabun-sabun merk biasa sekalipun, Coronavirus hampir pasti akan terbunuh.

Tetangga saya batuk-batuk. Haruskah saya khawatir?

Sampai sekarang tidak ada bukti partikel virus COVID-19 bisa menembus dinding atau gelas, jelas Dr. Ashish K. Jha, direktur dari Harvard Global Health Institute.

Ia juga menambahkan bahwa ia lebih khawatir soal ruangan yang digunakan bersama-sama daripada bahaya yang dimiliki sistem ventilasi, selama perputaran udara di ruangan tersebut baik.

Tetangga mungkin bersin di gagang pintu atau pagar, yang dalam waktu dekat Anda sentuh. “Itu akan menjadi cara lebih natural untuk tertular dari tetangga Anda”, pungkasnya.

Bisakah saya tertular dari bermesraan dengan seseorang yang terjangkit Coronavirus?

Mencium orang-orang yang Anda sayangi jelas bisa menularkan virus tersebut, seperti dijelaskan oleh para ahli.

Walaupun Coronavirus tidak lazim untuk ditularkan secara seksual, saat ini para ahli tidak bisa menyimpulkan bisa atau tidaknya penularan melalui hubungan intim, sebut pernyataan resmi WHO.

Tetapi perlu diiingatkan bahwa jarak, waktu, dan interaksi adalah faktor-faktor terpenting penyebaran Coronavirus COVID-19.

Apakah aman untuk makan di tempat-tempat yang ada penderita Coronavirus nya?

Jika orang yang sakit tersebut ikut mempersiapkan atau menghidangkan makanan tersebut, tentu resiko ini tidak bisa dikesampingkan. Begitu juga tentang berbagi alat makan, dan menggunakan alat makan pribadi langsung ke piring lauk-pauk. Tetapi memanaskan atau memasak kembali makanan-makanan tersebut diyakini akan membunuh virus tersebut, jelas Profesor Whittaker.

Dr Jha pun setuju dengan pernyataan tersebut. “Secara umum, kita belum melihat makanan sebagai mekanisme penularan penyakit”, tukasnya.

Bisakah hewan peliharaan saya menemani saya di karantina?

Ribuan orang telah menjalankan beberapa jenis karantina. Sebagian diperintahkan oleh petugas medis, dan sebagian adalah karantina sukarela dan biasanya berbentuk tidak meninggalkan rumah.

Jadi bisakah kucing atau anjing saya menemani saya di karantina untuk mengurangi kebosanan?

Profesor Whittaker sendiri telah meneliti persebaran Coronavirus COVID-19 di hewan, manusia, dan antara hewan – manusia, berkata dia belum pernah melihat kasus dan bukti bukti bahwa orang yang tertular bisa menyebarkan virus ini ke hewan peliharaannya.

Indonesia dan Malaysia Liburkan Ribuan Sekolah

Ribuan sekolah di Malaysia dan Indonesia telah diliburkan pada hari Kamis, 19 September 2019. Penghentian kegiatan aktifitas belajar mengajar ini diperkirakan telah berdampak pada lebih dari 2 juta pelajar di dua negara. Dalang peliburan sekolah ini tak lain tak bukan adalah asap kebakaran hutan yang tidak terkontrol yang menyebabkan kualitas udara sangat mengkhawatirkan.

Hampir 2500 sekolah di Malaysia, termasuk hampir 300 sekolah di Kuala Lumpur yang juga terdampak parah oleh asap, diperintahkan untuk libur karena kekhawatiran akan dampak-dampak kesehatan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dahsyat di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Di Pontianak sendiri, Indeks Polusi Udara menembus angka 270 di situs BMKG, yang jatuh dalam kategori “Sangat Tidak Sehat”. Ribuan sekolah di Pulau Sumatera dan Kalimantan juga ditutup selama 3 hari, tetapi sangat mungkin liburnya diperpanjang jika kondisi tidak membaik.

Pemerintah Indonesia telah mengerahkan sekitar 5500 petugas keamanan dan 52 pesawat bom-air untuk membantu memadamkan api yang hampir semuanya disebabkan oleh pembebasan lahan untuk perkebunan.

Kebakaran hutan sayangnya terjadi setiap tahun di beberapa negara di Asia Tenggara, namun tahun 2019 adalah salah satu tahun terburuk sejak 2015 dan menimbulkan kekhawatiran akan memperparahnya pemanasan global.

Tidak hanya Indonesia dan Malaysia yang terdampak dari kebakaran hutan, Singapur pun terancam harus menunda atau bahkan membatalkan Grand Prix Formula One Singapore yang akan diselenggarakan hari Minggu 22 September 2019.

Penerbangan di Bandara Internasional Supadio Dibatalkan

Dampak ekonomi juga diperkirakan akan sangat tinggi. Jarak pandang yang buruk telah memaksa bandara dan pelabuhan di Pulau Kalimantan untuk tutup, dan ratusan penerbangan perhari telah dialihkan atau dibatalkan karena keadaan cuaca yang membahayakan keamanan penerbangan.

Sementara Pemerintah Indonesia yang sudah gerah atas hangusnya hutan-hutannya pun menangkap lebih dari 200 orang atas kecurigaan keterlibatan mereka dalam pembakaran hutan, yang disebutkan telah membumi hanguskan sekitar 328.000 hektar sejak Januari. Dari jumlah tersebut, tidak diketahui berapa banyak yang nantinya akan ditanami kelapa sawit.

Juru-Bicara Polri Dedi Prasetyo menyebutkan 99 Persen kebakaran hutan disebabkan oleh manusia saat memberikan keterangan pers di Hari Senin lalu.

Mari kita bersama jaga hutan kita dan laporkan pihak-pihak yang melakukan kegiatan pembakaran hutan. Hutan kita adalah milik kita sendiri, jangan biarkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab merusaknya!

Baca Juga : KARHUTLA Terjadi Lagi, Kabut Asap Kembali Selimuti Indonesia
Baca Juga : Kebakaran Hutan Amazon: Apa yang Terjadi dan Apa yang Bisa Kita Pelajari

Kebakaran Hutan Amazon: Apa yang Terjadi dan Apa yang Bisa Kita Pelajari

Apa yang terjadi di Hutan Amazon?

Ribuan titik api melanda Hutan Amazon, Brazil. Hutan Amazon adalah hutan hujan terbesar di dunia, dan paru-paru dunia penghasil oksigen berubah menjadi penghasil karbon terbesar di dunia. Peristiwa ini tidak jauh berbeda dengan kejadian kebakaran hutan di Indonesia. Apa yang bisa kita pelajari?

Apakah kebakaran ini terjadi setiap tahun?

Ya, tetapi tahun ini (2019) adalah kebakaran terbesar dengan titik api terbanyak. Beberapa daerah terdampak jauh lebih parah dari biasanya. Pada negara bagian Amazonas yang notabene memiliki kebakaran terparah, hari puncak kebakaran tahun ini mencapai 700% lebih tinggi dibanding rata-rata tanggal serupa dari catatan 15 tahun terakhir. Di berbagai negara bagian, jumlah abu dan partikel-partikel kecil lainnya telah mencapai level tertinggi sejak 2010.

Bila dibandingkan dengan catatan BMKG Indonesia, maka tahun dengan kebakaran hutan terparah di Indonesia adalah tahun 2015 dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan sebagai yang paling luas terdampak titik api, masing-masing provinsi mencatat 25% dan 16% hutan terbakar dari total seluruh Indonesia.

Jumlah total hektar hutan terbakar hingga artikel ini ditulis :


Amazon (Brazil, Bolivia) Januari-Agustus 2019 : 74.898 titik api , 906.000 hektar hutan terbakar
Indonesia : 4.258 titik api, 135.749 hektar hutan terbakar

*hutan-hutan baik di Indonesia dan di Amazon masih terus terbakar saat penulisan artikel ini.

Apakah peran pemerintah dalam naik-turunnya angka kebakaran hutan?

Seperti marak diberitakan media-media, Presiden Brazil saat ini Jair Bolsonaro telah banyak berkontribusi dalam memperparah keadaan dengan tindakan-tindakan yang memperlemah badan-badan lingkungan, menyerang LSM konservasi lingkungan, dan melonggarkan regulasi penambangan di Hutan Amazon. Tetapi kebakaran hutan dengan skala ini bukanlah salah satu orang. Para pelobi-pelobi perkebunan dan pertanian sangat kuat secara politik dan finansial di Brazil dan perlahan tapi pasti, perusahaan-perusahaan tersebut menggerus sistem perlindungan hutan yang begitu sukses di Brazil pada tahun 2005-2014.

Deforestasi di Brazil sendiri mulai merangkak naik pada 5 tahun terakhir sejak pemerintahan Dilma Rousseff dan Michel Temer. Angka deforestasi naik pesat pada 8 bulan pemerintahan Bolsonaro.

Jair Bolsonaro, Presiden Brazil

Bagaimana dengan Indonesia? Setiap tahun pun hutan Indonesia dilanda oleh kebakaran. Tahun 2019 bukan pengecualian, tetapi ada catatan (lebih) baik di tahun ini dibanding oleh tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini jumlah lahan yang terbakar hanya seperempat dibandingkan dengan tahun 2015. Menurunnya angka ini selain disebabkan oleh ekstrimnya cuaca dan El Nino yang melanda di tahun 2015, ini juga berkat hasil usaha bersama pemerintah dan masyarakat. Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengambil beberapa langkah dalam pengendalian kebakaran hutan. Mulai dari perpanjangan moratorium dalam izin pengelolaan lahan hutan dan lahan gambut, usaha mengembalikan dan meningkatkan kadar air di area tanah gambut seluruh Indonesia oleh Badan Restorasi Gambut (https://brg.go.id) yang baru saja dibentuk, hingga mengancam mencopot jajaran polisi dan tentara yang gagal mencegah kebakaran hutan di daerah masing-masing. Kepolisian Republik Indonesia juga mempersiapkan menggugat pelaku kebakaran hutan, berjumlah 454 tergugat orang dan 85 orang telah ditahan baru-baru ini.

Perusahaan-perusahaan pun tidak luput dari incaran pihak berwenang. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan baru-baru ini mengganjar denda untuk PT Natinal Sago Prima sebanyak 1,07 Triliun Rupiah, dan pengadilan Sumatra Selatan mendenda PT Bumi Mekar Hijau sebesar 79 Miliar Rupiah. Selain itu 30 perusahaan juga dicabut izinnya baik sementara maupun permanen, dan 10 perusahaan lain sedang diproses.

Para petinggi-petinggi agama pun tidak tinggal diam dan turut serta berkontribusi. MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah mengeluarkan fatwa bahwa adalah haram bagi umat Islam untuk dengan sengaja membakar hutan. Pihak MUI dan pemerintah berharap fatwa ini akan menegur dengan keras bagi umat Muslim yang dengan sengaja merusak lingkungan untuk kepentingan ekonomi.

Bagaimana dengan peran komunitas internasional?

Sekjen PBB dan kepala-kepala negara, serta selebriti-selebriti internasional telah menyampaikan kekhawatirannya atas kebakaran hutan yang melanda Brazil dan Indonesia. Kebakaran Hutan Amazon telah menjadi salah satu agenda penting di pertemuan G7 di Prancis, dan dana sebesar Rp 285 miliar telah dijanjikan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Amazon.

Sedangkan kebakaran hutan di Indonesia tahun ini walaupun kalah pamor (dan untungnya juga kalah jumlah titik api dan area yang terbakar) dari kebakaran Amazon, juga mendapat perhatian dari kalangan internasional. Berbagai negara sahabat seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan lain-lain rutin mengirimkan bantuan berupa alat, personel, dan materi untuk membantu mengendalikan karhutla Indonesia.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai individual?

Semua berasal dari kita sendiri, masyarakat yang hidup di daerah-daerah yang terdampak kebakaran hutan. Siapa yang membakar? Kita. Siapa yang terpengaruh? Kita. Siapa yang rugi? Kita. Siapa yang mengalami gangguan kesehatan? Kita. Siapa yang tahun depan bakar hutan lagi? Kita juga.

Tetapi bila ditanya siapa yang diuntungkan dengan mudahnya membakar hutan untuk pembebasan lahan? Maka sayangnya jawabannya tidak selalu kita. Hutan memiliki peran penting di ekosistem dan stabilisasi cuaca. Hutan membantu mencegah banjir di musim hujan dan turut berperan membantu meredam pengaruh kemarau panjang. Gangguan kesehatan, pernafasan, dan lainnya tercatat telah menyebabkan secara langsung maupun tidak langsung, atas 100.000 angka kematian.

Mari berpikir dua kali sebelum membebaskan lahan dengan membakar hutan. Apakah pantas kita semua merusak jutaan hektar hutan alami pertahun, hanya untuk kemudahan dan dampak ekonomi jangka pendek? Apakah pantas kita merusak mata pencaharian masyarakat-masyarakat yang hidup dari hasil hutan bukan kayu, dan budaya, tradisi serta cara hidup mereka? Apakah pantas kita merusak habitat flora dan fauna Indonesia yang terkenal begitu kaya dan akan dinikmati anak cucu kita jauh setelah kita kembali ke dalam tanah?

Mari bersama kita cegah kebakaran hutan. Hutan adalah sumber kehidupan. Lestarikan hutan Indonesia dan dunia. Mulai dari kita sendiri. Sekarang.

Baca Juga : Masih Bisakah Anak Cucu Kita Melihat Hutan Kalimantan
Baca Juga : Kawasan Konservasi Alam Danau Sentarum
Baca Juga : 7 Destinasi Wajib Pecinta Alam di Kalimantan Barat