7 Destinasi Wajib Pecinta Alam di Kalimantan Barat

Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Lebih dari 17000 pulau di Indonesia menjadi surga bagi para pecinta travelling. Tidak hanya menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan lokal, keindahan alam Indonesia juga menjadi tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara.

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai berbagai macam destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Kalimantan Barat:

Baca Juga : Profil Provinsi Kalimantan Barat

1. Pulau Lemukutan

Image Credit : Google Image Search

Pulau Lemukutan menjadi salah satu pesona bahari di Kalimantan Barat. Pulau Lemukutan terletak di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Pemandangan bawah laut yang indah membuat tempat ini menjadi spot favorit bagi para wisatawan yang menyukai kegiatan snorkeling. Adapun biota bawah laut diantaranya bulu babi, berbagai jenis terumbu karang, teripang, ikan nemo dan berbagai jenis ikan lainnya. Selain itu, juga ada jenis kerang kima yang sedang di kembangkan di sana. Kondisi air laut yang jernih dan bersih serta terumbu karang yang indah, membuat pulau ini disebut sebagai surganya snorkeling.

Pulau Lemukutan memiliki dua spot wisata handal, Pantai Teluk Melanau dan Pantai Teluk Cina dengan pesona bawah laut yang menakjubkan. Jika ingin berlibur ke Pulau Lemukutan, sebaiknya pastikan waktu kunjungan tidak di musim angin barat, September hingga Desember. Gelombang yang tinggi serta cuaca tidak menentu akan menggagalkan kegiatan diving maupun snorkeling yang telah direncanakan.

Untuk menuju Pulau Lemukutan, dari Pontianak, Ibu Kota Kalimantan Barat, menuju Pulau Lemukutan ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kapal kelotok. Waktu terbaik ke pulau adalah pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB karena semakin siang angin makin kencang sehingga gelombang besar. Sesampai di Pulau Lemukutan, kapal kelotok biasanya merapat di beberapa dermaga milik warga, selain di dermaga resmi. Jika air surut, pengunjung akan dijemput perahu bermesin kecil. Pengunjung bisa melihat pohon-pohon hijau bertajuk tinggi beserta jajaran rumah penduduk dari dermaga.        

2. Pulau Randayan

Image Credit : Google Image Search

Pulau Randayan berada tidak jauh dari Pulau Lemukutan. Pulau ini memiliki ciri khas pasir putih yang menambah keindahan. Pulau Randayan merupakan salah satu pulau di kepulauan Lemukutan Besar yang terletak di Laut Cina Selatan dan bagian barat pulau Kalimantan. Terdapat sebuah villa yang bisa digunakan untuk tempat menginap para wisatawan.

Pulau Randayan memiliki keindahan bak potongan surga, yaitu berupa pantai yang sangat indah dengan view lautan biru dan gugusan pulau. Pantai di Pulau randayan tidak hanya berupa hamparan pasir putih, tetapi juga terdapat pantai dengan hamparan batu karang. Jadi, jika pengunjung bermain-main atau sekedar bersantai di pantai ini pasti sangat mengesankan dan memuaskan Bagian belakang pulau yang menghadap ke laut lepas Natuna terdapat tumpukan-tumpukan batu yang besar. Karena ukuran batu yang besar, membuat lokasi tersebut sangat cocok untuk bersantai sambil menyaksikan indahnya sunset

Untuk menuju Pulau Randayan, pengunjung dapat melalui jalur Teluk Suak. Perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Suak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan jarak sekitar 115 km. Teluk ini berada di 32 km dari Kota Singkawang. Dari Teluk Suak, Anda dapat menggunakan speedboat.

3. Bukit Kelam

Image Credit : Google Image Search

Bukit kelam merupakan landmark Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Masyarakat setempat menyebutnya Bukit Raya. Bukit Kelam merupakan salah satu di antara bukit unik di dunia. Keunikannya adalah bukit ini merupakan sebuah bukit yang murni terdiri dari segumpal batu raksasa. Bukit Kelam menjadi bagian dari obyek wisata andalan Kalimantan Barat. Kawasan Wisata Bukit Kelam berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Jarak Pontianak Ibu kota Propinsi Kalbar ke Sintang sekitar 395 km atau 8 jam bisa dicapai dengan bus DAMRI ataupun taksi. Tersedia juga penerbangan reguler Pontianak-Sintang.

Menurut legenda yang beredar, Bukit Kelam adalah batu yang di angkat oleh pemuda Dayak bernama Bujang Besji yang ingin menutup Sungai Melawi dengan Sungai Kapuas. Tapi niatnya gagal setelah digoda oleh bidadari sehingga dia terperosok ke dalam lubang dan batu ini dibiarkan saja sampai sekarang. Ada juga yang mengatakan bahwa Bukit Kelam adalah meteor yang jatuh ke bumi pada masa lalu.

Selama perjalanan menuju puncak, traveler akan disuguhi pemandangan indah khas hutan Kalimantan. Bahkan ada beberapa pohon yang langka. Dari atas puncak bukit ini, terlihat Sintang dan hutan yang terhampar luas. Untuk mendaki sampai puncak bagi yang belum terbiasa memerlukan waktu 4 jam. Dengan kemiringan sampai 15-40 derajat maka dibuatkan tangga untuk mempermudah pendakian. Sedangkan, bagi yang ingin bermalam atau berkemah, perlu menyiapkan perbekalan dan peralatan. Suhu di puncak pada malam hari bisa di bawah 20 derajat.

4. Bukit Bahu

Image Credit : Google Image Search

Bukit Bahu adalah salah satu destinasi wisata alam yang terdapat di Dusun Bangau, Desa Majel, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau. Bukit Bahu juga disebut Bukit Teletubbies dan ada pula yang menyebutnya Bukit Tabantai. Bukit ini berada tidak jauh dari kecamatan Entikong, perbatasan antara dua negara, yang merupakan batas antara Indonesia dan Malaysia sehingga bukit ini dijuluki “Padang Ilalang di Batas Negara”. Untuk menjangkaunya, hanya memerlukan waktu satu jam dari pusat Kecamatan Bonti.

Keindahan bentangan alam perbukitan dibalut dengan deretan awan yang mengantung di puncak bukit serta munculnya sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari menjadi sensasi yang tak mungkin terlupakan saat berada di Puncak Bukit Bahu. Puncak Bukit Bahu diselimuti kabut tebal dan udara dingin yang menerpa kulit. Meski ketinggian puncak bukit tidak terlalu tinggi, namun berada di puncak dengan dibalut kabut tebal, terasa sensasi yang berbeda. Tidak hanya itu, hamparan ilalang yang luas serta hijau juga menyejukkan mata. Hamparan ilalang yang begitu luas ini menjadi ciri khas pemandangan alam di puncak Bukit Bahu. Karena itu, saat berada di Bukit Bahu seperti terhipnotis melihat luasnya landscape hamparan ilalang di puncak bukit.   

Baca Juga : Panduan Oleh-oleh Khas Kalimantan Barat

5. Air Terjun Mananggar

Credit : Google Image Search

Air terjun Mananggar merupakan patahan sungai Landak, sebuah sungai besar yang mengalir di Kabupaten Landak dan mengalir sampai jauh lalu berakhir di Kota Pontiana, bergabung dengan Sungai Kapuas sebelum bermuara ke laut. Air terjun ini merupakan hulu Sungai Landak. Air terjun Mananggar mempunyai ketinggian sekitar 60 meter dengan lebar 60 meter. Karakteristik tampilan air terjun Mananggar menyerupai Air Terjun Niagara tetapi dengan ukurannya lebih kecil sehingga banyak orang menjulukinya “Niagara mini dari Kalimantan Barat”.

Jalan menuju ke dasar Air Terjun Mananggar masih sangat sulit sekali untuk dilewati. Jalan setapak yang masih tertutup tumbuhan belukar membuat para pengunjung  lebih senang melihat panorama dari air terjun tersebut dari atas saja. Keindahan dari Air terjun Mananggar ini tentunya mempunayi keunikan tersendiri. Keunikan dari Air  Terjun Mananggar adalah terdapat sebuah danau yang cukup lebar yang berada di bawah air terjun, berbentuk bulat yang digunakan sebagai tempat mandi, berenang, dan memancing ikan bagi para pengunjung. Pada kiri atas air terjun, terdapat sebuah tempat untuk memohon rezeki kepada Tuhan sang pencipta.  Kegiatan tersebut telah dilakukan masayarakat setempat secara turun-temurun hingga sekarang.

6. Danau Sentarum

Credit : Google Image Search

Danau Sentarum adalah danau unik musiman yang terletak di Kapuas Hulu. Lokasi Danau Sentarum berada 700 kilometer Timur Laut dari Kota Pontianak. Terdiri dari 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan. Danau Sentarum memiliki luas 132.000 hektar yang melingkupi tujuh kecamatan yaitu Batang Lupar, Selimbau, Badau, Jongkong, Bunut Hilir, Suhaid, dan Semitau. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan salah satu daerah hamparan banjir (lebak lebung atau floodplain) paling luas yang masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Danau Sentarum memiliki keunikan seperti Rawa Pening yang terletak di Ambawara, yakni dipenuhi air selama musim penghujan dan mengering selama musim kemarau. Danau Sentarum bisa tergenang air hingga 6-14 meter, tetapi ketika kemarau air di danau ini akan menyusut hingga 80% sehingga membentuk kolam-kolam kecil. Air di Danau Sentarum berwarna cokelat kemerahan yang disebabkan adanya bahan asam tannin dari pohon dan daun yang membusuk di dalam air.

            Kawasan Danau Sentarum menjadi habitat bagi 265 jenis ikan air tawar, 675 spesies tanaman, 147 jenis mamalia, 311 jenis burung, 64 jenis reptil dan amfibi serta 154 jenis anggrek alam. Beberapa endemik tumbuhan dan satwa di TNDS yang terkenal seperti Tembesu atau Tengkawang (Shorea Beccariana), Jelutung (Dyera Costulata), Ramin (Gonystylus Bancanus), Meranti (Shorea), Keruing (Dipterocarpus) dan Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri). Selain itu, beberapa satwa unik dapat ditemui di TNDS seperti Siamang (Hylobates Muelleri), keluarga kera seperti Bekantan (Nasalis Larvatus), Orangutan (Pongo Pygmaeus), Long-Tailed Monkey (Macaca Fascicularis), Tupai (Callosciurus notatus, C. Prevostii), Tupai Besar (Ratufa Affinis), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), dan Macan Pohon (Neofelis Nebulosa). Beberapa jenis burung cantik seperti Bekakak (Halcyon Capensis), Enggang Gading (Rhinoplax Vigil), Rangkong (Buceros Rhinoceros), Elang Kepala Putih (Haliastur Indus), dan Burung Raja Udang (Alcedo Meninting).

Baca Juga : Madu Hutan Danau Sentarum dan Pelestariannya

            Menikmati keindahan panorama Danau Sentarum tidak hanya berkutat di sekitar pinggiran maupun di pulau kecil di tengah danau. Para wisatawan dapat mencoba menikmati keindahan Sentarum melalui bukit yang berada di tengah danau, yakni Bukit Tekenang. Bukit Tekenang merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentarum dari ketinggian. Secara administratif, wilayah ini masuk dalam Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bukit Tekenang hanya bisa ditempuh menggunakan jalur air. Pengunjung bisa menyewa speedboat dari Lanjak dengan harga bervariasi tergantung kondisi air dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Para pengunjung juga dapat menikmati keindahan Danau Sentarum dengan cara mengikuti Festival Danau Sentarum. Festival Danau Sentarum 2018 masuk dalam daftar 100 Wonderful Events Indonesia 2018 menjadi event unggulan untuk wisata minat khusus (special interest tourism) bagi Kabupaten Kapuas Hulu. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan para pengunjung selama mengikuti Festival Danau Sentarum, diantaranya menyusuri Danau Sentarum menggunakan kapal-kapal motor khas Kapuas Hulu yang disebut Kapal Bandong. Pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamati kegiatan sehari-hari masyarakat yang tinggal di sekitaran Danau Sentarum. Pengunjung juga disarankan untuk membawa teropong ingin melihat beragam jenis burung di sekitar kawasan Danau Sentarum. Selain kegiatan menyusuri Danau, pengunjung akan disuguhkan Parade Perahu Tradisional yang merupakan kegiatan penyusuran Danau Sentarum menggunakan perahu hias Khas masyarakat Dayak yang disebut Parau Tambe.

Untuk menuju Danau Sentarum, ada dua jalur yang bisa dilewati, yaitu jalur darat dan jalur udara. Pengunjung bisa memilih penerbangan Pontianak-Putussibau dengan perjalanan kurang lebih sekitar 70 menit kemudian meneruskan naik kendaraan umum atau travel dari Putusibau menuju ke Lanjak selama sekitar 1,5-2 jam perjalanan darat. Sementara itu, jika menggunaka jalur darat, pengunjung harus melalui lama perjalanan sekitar 18-21 jam.

7. Bukit Jamur

Credit : Google Image Search

Bukit Jamur berlokasi di Desa Belangko, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Bukit Jamur berada di ketinggian 500 mdpl. Sebagian masyarakat Kabupaten Bengkayang menyebut bukit ini dengan nama Bukit Batu. Bukit Jamur merupakan bukit yang memiliki keindahan seperti Gunung Mahameru. Bukit ini dinamakan Bukit Jamur bukan karena ada jamur atau bukit tersebut menyerupai jamur. Menurut cerita masyarakat sekitar, pada zaman dahulu, bukit ini merupakan tempat yang digunakan untuk menjemur hasil panen. Kata jamur sebenernya adalah kata jemur yang tidak diketahui sejak kapan, bagaimana, dan kenapa bisa berubah.

Titik awal keberangkatan menuju Bukit Jamur adalah Desa Blangko. Dibutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan darat untuk mencapai Desa Blangko dari Pontianak. Setibanya di Desa Belangko, kalian bisa menitipkan kendaraan bermotor di rumah penduduk. Perjalanan menuju puncak Bukit Jamur memerlukan waktu sekitar dua jam. Selama perjalanan menuju puncak Bukit Jamur, para wisatawan akan melewati hutan rimba dengan pepohonan rindang. Wisatawan akan melewati jalur dengan kemiringan hampir 85 derajat. Selain itu, wisatawan juga akan menjumpai sebuah jembatan bernama “Jembatan Cinta”. Jembatan cinta terletak di atas Sungai Sebalo.

Setelah sampai di Puncak Bukit, wisatawan dapat melihat indahnya pemandangan alam Bukit Jamur dan sekitarnya. Pemandangan alam pada saat di puncak seperti lembah dan sawah membuat para wisatawan kagum akan keindahan yang disuguhkan Bukit Jamur.   Tidak hanya di pagi hari, wisatawan juga bisa merasakan keindahan alam Bukit Jamur saat berada di puncaknya pada malam hari. Jika wisatawan ingin menikmati keindahan alam Bukit Jamur yang dikelilingi awan disarankan untuk menempuh perjalanan dari pukul 04.00.  

Yuk, kunjungi tempat wisata di Kalimantan Barat. Sambil liburan jangan lupa beli produk makanan lokal dari UMKM kalbar untuk bekal. Dijamin momen liburanmu semakin berkesan!

Gapura Digital, Pelatihan Gratis Google untuk UMKM Indonesia

Internet telah menjadi sarana yang tidak bisa dilepaskan dari proses penggalian informasi, salah satunya dalam pencarian produk dan jasa. Bagi para pelaku usaha, selain kualitas produk dan pelayanan yang diberikan, pemasaran untuk menarik banyak konsumen juga merupakan hal penting yang harus dilakukan. Sebagian besar pelaku usaha mungkin sudah tidak asing lagi dengan pemasaran melalui media online, tetapi tidak sedikit pula yang masih terkendala akses dan teknis pembelajaran mengenai pemasaran online.

Oleh karena itu, Google mengadakan program Gapura Digital. Tim dari Pro-UMKM Kalbar diundang Google untuk mengikuti pelatihan bagi pelaku usaha ini. Gapura Digital merupakan akronim dari Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat. Gapura Digital diadakan melalui pelatihan yang dikhususkan bagi para pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program Gapura Digital bertujuan untuk membantu UMKM di Indonesia dengan memberikan kelas pelatihan mengenai dunia digital agar UMKM Indonesia bisa memperkenalkan produknya secara luas melalui internet. Materi-materi yang diberikan program Gapura Digital juga bervariasi seperti memasarkan produk di youtube, memanfaatkan website secara efektif, Search Engine Optimization (SEO) dan cara-cara menggunakan produk-produk dari google.

Seperti kelas Gapura Digital yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 di Hotel Neo Gajahmada, Pontianak. Peserta pelatihan diberikan materi mengenai Stretegi Content Marketing dan Copywriting. Para peserta sangat antusias terhadap materi-materi yang diajarkan. Selain diajarkan bagaimana memanfaatkan digital untuk mengembangkan  bisnis, para pelaku UMKM Pontianak yang hadir sebagai peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan sesama pelaku UMKM Pontianak lainnya. Cara mengikuti program Gapura Digital ini sangat mudah. Peserta bisa mendaftar secara gratis dengan memilih kota peserta di https://gapuradigital.withgoogle.com/.

Gapura Digital Pontianak di Hotel Neo Gajahmada, 25-26 Mei 2019

Detail Gapura Digital di Kota Pontianak bisa dilihat di tautan ini.

Program Gapura Digital ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha kecil, maupun menengah hingga besar di Pontianak karena banyaknya ilmu mengenai dunia digital yang bisa diperoleh hingga bisa bermanfaat untuk memajukan usahanya. Para pelaku UMKM Pontianak juga akan mendapatkan sertifikat apabila mengikuti pelatihan dari setiap materi yang tersedia secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak yang mengadakan program Gapura Digital.

Yuk hadiri Gapura Digital Google di kota Anda masing-masing dan manfaatkan secara maksimal ponsel, komputer, dan akun Google Anda!

Baca Juga : Senjata-Senjata Pemasaran Online Bagi Usaha Kecil

Baca Juga : Pentingnya Pemasaran Online untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Kemitraan Perkuat UMKM Hadapi Pasar Bebas

Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Di sisi lain, UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2002). Sektor UMKM diakui mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar. Survei OECD (Organization of Economic Cooperation Development) menunjukkan sektor UMKM menyerap paling banyak tenaga kerja di Indonesia atau mencapai 70,3 persen selama tahun 2018.

Baca Juga : Potensi Produk Lokal UMKM Kalimantan Barat

Selama ini keberadaan UMKM mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Banyak upaya pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD untuk memperkuat eksistensi UMKM di Indonesia. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat masalah yang dihadapi UMKM Indonesia salah satunya adalah kemitraan UMKM dalam menghadapi pasar bebas. Arus globalisasi yang tidak dapat dihindari mengharuskan para pelaku UMKM Indonesia untuk terus membuat strategi yang mumpuni agar tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

Berbicara tentang globalisasi sangat erat kaitannya dengan pasar bebas. Perdagangan bebas masuk dalam kategori globalisasi ekonomi. Pasar bebas merupakan titik rawan perjuangan UMKM. Berbagai kemudahan perdagangan antar negara seperti pembebasan bea impor. Kawasan yang menerapakan perdagangan bebas menjadikan berbagai barang dari luar negeri mendapatkan kebebasan masuk dan tidak dikenakan pajak ekspor impor sehingga barang-barang tersebut memiliki harga yang murah. Meskipun produk-produk UMKM Indonesia sudah memiliki kualitas yang menjanjikan, persaingan di kancah internasional menuntut pelaku UMKM Indonesia untuk lebih kreatif terhadap produknya.

Kesulitan yang dihadapi oleh UMKM Indonesia dalam bersaing adalah lemahnya kegiatan branding dan promosi serta penetrasi pasar diluar negeri. Kesulitan ini jangan sampai membuat UMKM kita terdesak untuk masuk pasar luar negeri. Selain itu ada banyak tantangan dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Hingga kini, UMKM Indonesia masih menghadapi persaingan dengan negara lain terkait dengan daya saing infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, pembiayaan lembaga keuangan dan perbankan dalam mendukung perkembangan UMKM Indonesia serta iklim bisnis yang mampu mendorong persaingan dan efisiensi bisnis. UMKM Indonesia didorong untuk memiliki pola pikir yang kompetitif; terhubung ke target pasar; sesuai dengan standar internasional dan proses terbaik di kelasnya atau benchmarking; bersaing secara berkelanjutan; dan beradaptasi dengan praktik bisnis terbaik. Dalam menghadapi pasar bebas, UMKM Indonesia didesak untuk mampu berintegrasi dengan pasar bebas menjadi sebuah kesempatan untuk tumbuh.

Ilustrasi Kemitraan Dalam UMKM

Baca Juga : Berbagai Manfaat Website, Juga Untuk Pemasaran Digital

Baca Juga : Tips dan Trik Menumbuhkan Usaha Kecil Anda

Salah satu upaya yang dapat dilakukan pelaku UMKM dalam menghadapi pasar bebas adalah melalui kemitraan. Kemitraan pada dasarnya dilakukan dalam rangka mempercepat perwujudan perekonomian nasional yang mandiri dan andal sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan, sehingga diperlukan upaya-upaya yang lebih nyata dalam menciptakan iklim yang mampu merangsang terselenggaranya kemitraan usaha yang kokoh di antara semua pelaku kehidupan ekonomi berdasarkan prinsip yangsaling menguntungkan (Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 Tentang Kemitraan). Terwujudnya kemitraan usaha yang kokoh, terutama antara Usaha Besar, Menengah, dan Kecil diharapkan nantinya akan febih memberdayakan Usaha Kecil agar tumbuh dan berkembang semakin kuat dan memantapkan struktur perekonomian nasional yang semakin seimbang. Dalam hal ini peran pemerintah menjadi begitu penting terutama dalam menciptakan iklim, lingkungan, kondisi dan nuansa yang kondusif untuk terciptanya kemitraan yang harmonis dengan penyusunan segala macam kemudahan-kemudahan, menyediakan fasilitas sarana prasarana, permodalan, manajemen, teknologi, dan rekayasa sistematis kemitraan sehingga dimanfaatkan dan digunakan alam membangun dan mewujudkan kemitraan.

Selain itu, kemitraan sangat diperlukan pelaku UMKM dalam mengantisipasi dan mensiasati perkembangan teknologi informasi. Pelaku usaha miro kecil menengah (UMKM) harus mengantisipasi digital ekonomi dengan memahami teknologi informasi. Minimal mereka bisa memanfaatkan gadget untuk mengembangkan usaha melalui e-commerce atau marketplace. Kemitraan juga berakibat positif bagi usaha besar atau investor karena adanya pengembangan produk berorientasi ekspor, penyerapan tenaga kerja, penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. Melalui kemitraan, dimungkinkan akan berbagi informasi satu dengan yang lainnya yang memiliki relevensi terhadap usaha yang dijalankan. Bahkan, lewat kemitraan bisa diperoleh tentang peluang, ancaman, kecenderungan bisnis yang dijalankan atau bisnis lannya.

Karena itu, UMKM Kalbar hadir untuk membangun kerjasama dengan berbagai pelaku UMKM di Kalimantan Barat. Jadilah mitra kami, GRATIS!

Mari Tumbuh dan Maju Bersama UMKM Kalbar!

Penandatanganan Kerjasama CIS PLUT-KUMKM Provinsi Kalbar dan Pro-UMKM

Tim dari Pro-UMKM berfoto bersama Tim Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Prov. Kalbar

Pemerintah semakin serius mendorong pengembangan produk UMKM agar semakin dikenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Untuk itu, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kalbar bekerjasama dengan Pro-UMKM dalam hal desain produk, promosi produk dan hal-hal terkait pencitraan produk berbagai pelaku UMKM di Kalimantan Barat. Penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama tersebut dilakukan di Gedung PLUT-KUMKM Provinsi Kalimantan Barat, Jl. Sutan Syahrir No. 5 Pontianak. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka menjamin dan memberi kekuatan daya saing produk UMKM guna meningkatkan daya saing, kualitas, dan produktivitas yang maksimal.

Melalui kerjasama ini diharapkan dapat membantu UMKM yang ada di Kalimantan Barat semakin berkembang. Menurut Siswono selaku  Co-Founder Pro UMKM Kalimantan Barat, para pelaku UMKM sudah seharusnya memperkuat desain brand. Lebih lanjut, Siswono menjelaskan bahwa kemasan dapat juga berfungsi sebagai sarana promosi serta informasi dari produk tersebut sehingga akan meningkatkan citra, daya jual dan daya saing produk.

Bpk. Suherman, S.E. Koordinator Konsultan CIS, berfoto bersama Co-Founder ProUMKM, Siswono

Salah satu anggota Pro-UMKM, Welly Suriady menjelaskan pentingnya para pelaku UMKM memiliki branding juga kemasan produk. “Sekarang kan sudah revolusi industri 4.0, persaingan pasar juga  terus berkembang, apapun sekarang sudah pakai model online. Kemasan produk merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen, jadi desain kemasannya harus dibuat semenarik mungkin. Pelaku UMKM harus terus berkreasi dan berinovasi untuk produk-produknya supaya makin bisa bersaing di pasaran. Kalau produknya enak dan bagus, tapi kemasannya masih kurang pantas, itu kan jatuhnya nanti nggak dilirik, gitu,” ujar Welly.

Pihak PLUT Kalbar mendukung penuh kerjasama tersebut. Suherman selaku Koordinator Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa penandatanganan nota kerja sama ini menjadi penyemangat bagi UMKM yang ada di Kalbar. Untuk mengembangkan produk, pelaku UMKM di Kalimantan Barat masih membutuhkan pendampingan dan kepastian pasar. Jika kedua hal ini diberikan oleh stakeholder terkait, maka pelaku UMKM bisa menghasilkan produk yang tidak hanya bersaing secara regional maupun nasional, tetapi juga berskala ekspor dan siap bersaing dengan produk-produk dari negara lain.

Sementara itu, kesulitan memasarkan produk juga kerap jadi tantangan para pelaku UMKM, terutama yang berasal dari daerah. Karena itu, pihak Pro-UMKM akan membantu pelaku UMKM memasarkan produknya secara digital. Melalui media sosial, identitas dan keunikan dari UMKM Kalbar dapat lebih mudah diingat oleh konsumen dibandingkan melalui promosi cara lama yang membutuhkan banyak tenaga dan biaya. Media sosial juga membuat konsumen bisa dengan mudah memberikan pertanyaan, saran, ataupun kritik pelanggan secara langsung. Dengan cara ini, pemilik usaha bisa lebih mudah dalam menampung serta menjawab setiap masukan tersebut untuk kemajuan dan perkembangan UMKM.

PROFIL PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Propinsi Kalimantan Barat terletak di bagian barat pulau Kalimantan atau di antara garis 2°08 LU-3°05 LS serta di antara 108°0 BT-114°10 BT. Kalimantan Barat dikenal dengan julukan provinsi “seribu sungai” dikarenakan kondisi geografis yang memiliki ratusan sungai besar dan kecil. Beberapa sungai tersebut hingga sekarang dimanfaatkan untuk jalur utama angkutan daerah pedalaman, walaupun sebagian besar prasarana jalan darat yang menjangkau kecamatan telah ada. Sungai yang paling terkenal di Kalimantan Barat adalah Sungai Kapuas. Sungai Kapuas dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia. Panjangnya mencapai panjang 1.143 kilometer dan lebar 70-150 meter. Selain terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas menempati peringkat 138 sebagai sungai terpanjang di dunia.

Ibukota Provinsi Kalimantan Barat adalah Pontianak. Kota Pontianak memiliki Tugu Khatulistiwa yang beralamat di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, tepatnya di Siantan Tugu tersebut dibangun pada 31 Maret 1928 untuk menandai garis lintang nol derajat di Kota Pontianak. Berdasarkan hasil riset BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) pada Maret 2005, posisi Tugu Khatulistiwa tidak lagi berada di nol derajat yang sesungguhnya, tetapi berada pada 0°, 0 menit, 3.809 detik LU; dan 109°, 19 menit, 19.9 detik BT. Sedangkan, posisi nol derajat yang sesungguhnya berada 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah Tugu Khatuslistiwa. Tugu Khatulistiwa direnovasi terakhir pada tahun 1990 dengan penambahan kubah yang melindungi tugu asli. Bangunan tugu juga diperbesar lima kali lebih besar dari tugu aslinya, kemudian diresmikan pada  21 September 1991.

Provinsi Kalimantan Barat terbentuk pada tanggal 1 Januari 1957. Tahun 1956, Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mencabut  Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Nomor 65 Tahun 56). Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1956, Kalimantan Barat secara yuridis telah menjadi provinsi yang otonom. UU tersebut berlaku secara efektif mulai tanggal 1 Januari 1957 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Des. 52/10/50 tanggal 12 Desember 1956. Berdasarkan pertimbangan kelengkapan, kepemerintahan di Kalimantan Barat dibentuk pada 28 Januari 1957 yang ditandai dengan adanya Kepala Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Peralihan, dan Dewan Pemerintahan Daerah (DPD) sehingga Provinsi Kalimantan Barat memperingati hari ulang tahunnya setiap tanggal 28 Januari.

Kalimantan Barat memiliki motto “Akcaya” yang artinya “Tak Kunjung Binasa”. Kata akcaya berasal dari bahasa Sansekerta. Logo akcaya Kalimantan Barat memiliki ciri khas dengan gambar perisai segi enam. Terdapat gambar keris melintang di tengahnya yang bermakna Kalimantan Barat berada di garis khatulistiwa. Pada logo akcaya terdapat gambaran kobaran api di dalam tungku yang bermakna simbol perjuangan yang terus menyala. Gambar perisai, mandau, dan keris berarti kebudayaan daerah. Sedangkan, gambar padi dan kapas memiliki arti kemakmuran. Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 12 wilayah kabupaten dan 2 kota, yaitu:

No Kabupaten/Kota Ibukota Kabupaten
1 Kabupaten Bengkayang Bengkayang
2 Kabupaten Kapuas Hulu Putussibau
3 Kabupaten Kayong Utara Sukadana
4 Kabupaten Ketapang Ketapang
5 Kabupaten Kubu Raya Kubu
6 Kabupaten Landak Ngabang
7 Kabupaten Melawi Nanga Pinoh
8 Kabupaten Mempawah Sungai Pinyuh
9 Kabupaten Sambas Sambas
10 Kabupaten Sanggau Sanggau
11 Kabupaten Sekadau Sekadau
12 Kabupaten Sintang Sintang
13 Kota Pontianak
14 Kota Singkawang

Kalimantan Barat memiliki berbagai macam kekayaan alam yang jumlahnya luar biasa. Sektor pertanian, khususnya bagi daerah Kalbar, sampai saat ini ternyata masih merupakan tulang punggung perekonomian daerah, baik sebagai penghasil nilai tambah dan devisa maupun sumber penghasilan atau penyedia lapangan kerja sebagian besar penduduknya. Begitu juga dengan sektor lainnya, seperti perikanan yang memiliki komoditas unggulan seperti ikan mas, nila, lele, bandeng, dan udang  vannamei. Hutan-hutan yang terletak di Kalimantan Barat juga memiliki sumber daya alam yang banyak dan bervariasi. Hal tersebut membuat jumlah UMKM di Kalimantan Barat bertumbuh pesat dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk diolah menjadi suatu produk.

Potensi yang sangat besar serta wilayah yang sangat luas di Kalimantan Barat melatarbelakangi berdirinya Pro-UMKM. Komunitas Pro-UMKM dibentuk sebagai  wadah yang bertujuan untuk mensinergikan, mengintegrasikan, dan mentransformasikan  para pelaku UMKM di Kalimantan Barat agar mampu memajukan usaha yang digelutinya di skala nasional dan internasional melalui kemampuan usaha, kemandirian, dan daya saing pelaku UMKM Kalimantan Barat.

MARI TUMBUH DAN MAJU BERSAMA UMKM KALBAR!