Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual Untuk UMKM

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi sangat penting di era globalisasi ini. World Intelectual Property Organization (WIPO) sebagai badan khusus PBB yang memiliki otoritas di bidang HKI menyatakan definisi HKI berikut: “Intellectual Property means the legal which result from intellectual activity in the industrial, scientific, literary, and artistic fileds”. Secara garis besar defines HKI adalah kreasi yang dihasilkan dari pikiran manusia yang meliputi invensi, karya sastra, simbol, nama, citra dan desain yang digunakan di dalam perdagangan.Sedangkan HKI menurut Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menjelaskan bahwa HKI adalah hak yang timbul bagi hasil olah pikir otak yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Perlindungan HKI memiliki kaitan yang erat dengan perdagangan di tingkat internasional. Sejak awal abad 18, bangsa Eropa sudah mulai memikirkan HKI. Hal ini tercermin pada pameran internasional atas penemuan-penemuan baru di Vienna pada tahun 1873. Selanjutnya, beberapa negara enggan mengikuti pameran tersebut dikarenakan merasa khawatir jika ide-ide barunya dicuri dan dieksploitasi secara komersial di negara lain (Hadrianti, 2008: 1). Sejak saat itu, perhatian masyarakat internasional terhadap perlindungan HKI meningkat.

Awalnya, perjanjian TRIPs (Trade Related aspects of Intellectual Property Rights) yang dibahas dalam persetujuan putaran Uruguay dalam rangka GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) merupakan langkah yang selanjutnya dilakukan untuk penegakan aturan hukum HKI. Indonesia sebagai negara yang turut menyepakati GATT putaran Uruguay menyesuaikan sistem hukum HKI sebagaimana telah diatur dalam TRIPs. Ratifikasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing the word Trade organization menandakan adanya ketentuan-ketentuan TRIPs dalam sistem hukum Indonesia. Perkembangan teori hukum dan konstelasi hukum positif Indonesia, Intellectual Property Rights (IPR) dikenal dengan beberapa istilah dan singkatan yang berkembang dari waktu ke waktu. Selama periode tertentu sampai tahun delapan puluhan, IPR disebut juga Hak Milik Intelektual. Seiring perkembangannya, Hak Milik Intelektual berubah menjadi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan terakhir pada era setelah tahun 2000-an dikenal dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

TRIPs dikenal sebagai kesepakatan internasional yang paling komprehensif di bidang HKI. TRIPs adalah suatu perpaduan unik dari prinsip-prinsip dasar GATT. TRIPs bukan titik awal tumbuhnya konsep HKI. Berbagai konvensi internasional telah dilahirkan sebelumnya dan telah beberapa kali diubah. Konsep industrial yang dianggap paling signifikan adalah Paris Convention for the Protection of Industrial Property (Paris Convention), sedangkan untuk bidang copyright adalah Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works (Berne Convention). Perkara HKI merupakan bidang perniagaan di mana hal tersebut sangat diperhatikan oleh pemerintah dan pihak luar negeri. Berdasarkan UU No. 37 Tahun 2004 Pasal 300 Ayat 1 yang menyatakan bahwa Pengadilan Niaga juga dapat memeriksa dan memutuskan perkara lain di bidang perniagaan yang penetapannya dilakukan dengan UU. Perkara lain di bidang perniagaan sangat luas, salah satunya adalah HKI, Hukum Perlindungan Konsumen, Hukum Persaingan Usaha, Hukum Perbankan, Hukum Asuransi dan Hukum Pasar Modal.

Plagiarisme di dunia usaha menjadi momok yang menjengkelkan bagi para inovator usaha. Masyarakat tentu sering mendengar banyak produk yang dijual di pasaran sebetulnya merupakan tiruan dari merek terkenal. Bagi para pelaku UMKM, perlindungan HKI merupakan salah satu hal yang karena dari sekian banyak UMKM yang berkembang di Indonesia, keberadaan UMKM tidak terlepas dari keterkaitan dengan adanya HKI. Kualitas produk-produk UMKM yang bernilai tinggi sudah seharusnya diikuti dengan tingginya kesadaran untuk melindungi HKI yang ada di dalam produk tersebut. Perlindungan terhadap produk UMKM melalui HKI akan melindungi produk itu sendiri dari peniru atau pencuri serta mempunyai nilai ekonomi.  Apabila ada pihak lain yang memproduksinya, tentu saja harus seizin pemegang haknya yang akan mendapatkan royalti dari hak eksklusif yang di berikan. Melakukan perlindungan produk UMKM dengan mendaftarkan dalam HKI akan memnuat Indonesia mempunyai daya saing yang kuat dalam menghadapi pasar global.

Credit: Google

Hak Kekayaan Intelektual memiliki beberapa potensi untuk produk UMKM, antara lain:

1. Hak Merek

Hak Kekayaan Intelektual berfungsi sebagai alat pembeda dalam pemasaran produk. Hal ini berarti dengan mendaftarkan produknya, para pelaku UMKM dapat mencegah pihak lain menggunakan merek yang sama. Hak mengenai merek diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2001. Jangka waktu hak merek adalah 10 tahun dan bisa diperpanjang selama merek tersebut masih digunakan

2. Hak Desain Industri

Hak ini diberikan untuk industri baru di mana desain industri berkaitan dengan penampakan luar atau kesan estetis suatu produk. Hak Desain Industri mencegah pihak lain membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor dan mengedarkan produk yang diberi hak desain industri. Hak desain industri berlaku selama 10 tahun dan diatur dalam UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Hanya saja, hak desain industri hingga saat ini tidak dapat diperpanjang karena di dalam TRIPs Agreement, UU Hak Industri tidak mengatur bagaimana perpanjangan jangka waktu perlindungan

3. Rahasia Dagang

Rahasia dagang adalah informasi rahasia yang dianggap memiliki nilai ekonomi seperti resep, masakan, daftar klien, dan sebagainya. Pelaku UMKM yang memegang hak ini dapat melarang pihak lain untuk mengungkapkan rahasia tersebut pada pihak ketiga yang dikhwatirkan dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Hak Rahasia Dagang diatur dalam UU No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Jangka waktu untuk hak ini tidak terbatas.

Credit: Google

Hak Kekayaan Intelektual menciptakan beberapa keuntungan yang signifikan bagi UMKM seperti melindungi ide utama, menciptakan keuntungan yang kompetitif, hingga menarik investor. Pemahaman mengenai HKI serta cara-cara mengurusnya menjadi hal mutlak yang diperlukan para pelaku UMKM. Para pelaku UMKM perlu didorong untuk bisa mengurus HKI terutama bila bisnis tersebut telah mendatangkan keuntungan. Jika tidak segera mempunyai pengakuan legal dari institusi yang berwenang, maka UMKM yang bersangkutan bisa berpotensi menimbulkan sengketa – sengketa HKI di kemudian hari.

Baca Juga : Elemen Esensial Dalam Pembuatan Logo Sebagai Identitas Produk
Baca Juga : Mengembangkan Usaha Kecil Anda
Baca Juga : Pentingnya Pemasaran Online untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Makam Juang Mandor, Saksi Sejarah Penjajahan Jepang di Kalimantan Barat

Sebagian masyarakat Kalimantan Barat mungkin sudah sering mendengar nama Kota Mandor. Kota Mandor merupakan wilayah dari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Konon, kata Mandor berasal dari kata “manur”. Manur adalah sejenis nama buah asam hutan. Menurut sejarah, asal-usul daerah Mandor didirikan oleh Lo Fong, seorang Hakka yang berasal dari Kwangtung.    

Berbicara mengenai sejarah yang pernah terjadi di Kota Mandor, mungkin sebagian besar masyarakat belum pernah mendengarnya. Setiap tanggal 28 Juni masyarakat Kalimantan Barat memperingati Hari Berkabung Daerah untuk mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Barat dalam melawan penjajahan Jepang. Dampak Perang Dunia II juga sampai ke Kalimantan Barat. Pada tanggal 22 Februari 1942, Jepang resmi menyatakan bahwa Kalimantan Barat berada di bawah administrasi kependudukan Jepang. Ketika itu Jepang melakukan serangan bertubi-tubi. Peristiwa Mandor atau yang dikenal dengan Peristiwa Mandor Berdarah diperkirakan menelan korban lebih dari 20.000 orang. Pembunuhan terhadap rakyat Kalimantan Barat dilakukan oleh Armada Angkatan Laut (Kaigun) Selatan II. Mereka melakukan pembunuhan secara memilukan, yaitu para korban dibantai dengan cara kepala dipenggal menggunakan katana. Hal ini dibuktikan dari banyaknya katana patah yang ditemukan di sekitar lokasi pemenggalan para korban. Sebelumnya, para korban ditangkap dengan cara disungkup dan dibawa menggunakan truk Tragedi ini dikenal dengan nama “oto sungkup”. Menurut informasi yang diperoleh dari juru kunci Makam Juang Mandor, terdapat beberapa lokasi tempat pembantaian rakyat Kalimantan Barat oleh tentara Jepang, yakni sebuah danau dan sebuah lubang yang sengaja dibuat untuk membakar hidup-hidup atau memancung para korban menggunakan katana.

Salah satu lokasi pembunuhan penduduk Kalimantan Barat oleh tentara Jepang
Jalan sekitar area pemakaman

Untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan rakyat Kalimantan Barat akibat pembantaian sadis yang dilakukan Jepang, dibuat sebuah situs bersejarah yang diberi nama Makam Juang Mandor sebagai saksi bisu peristiwa tragis yang . Makam Juang Mandor memiliki 10 tempat pemakaman, di mana makam satu sampai sembilan merupakan makam rakyat Kalimantan Barat yang menjadi korban yang terdiri dari berbagai etnis. Sedangkan, makam kesepuluh adalah makam para raja dan pejabat yang berpengaruh di Kalimantan Barat pada saat itu. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat juga membangun monumen di lokasi Makam Juang Mandor yang diresmikan pada tanggal 28 Juni 1977. Monumen Mandor dilengkapi dengan relief memanjang yang melukiskan kejadian sebenarnya antara tahun 1942 hingga tahun 1945 di Kalimantan Barat. Bagian pertama relief menceritakan kedatangan Angkatan Laut Jepang serta perampasan harta milik penduduk Kalimantan Barat. Tentara Jepang juga melakukan pemerkosaan yang keji terhadap kaum perempuan. Karena tidak senang dengan perlakuan tentara Jepang, beberapa tokoh masyarakat dan kaum cendekiawan mengadakan usaha perlawanan diawali dengan rapat tersembunyi. Nahasnya, rencana perlawanan tersebut diketahui oleh tentara Jepang yang kemudian dilakukan penangkapan penduduk Kalimantan Barat secara besar-besaran. Tragedi tersebut digambarkan pada relief bagian ketiga.

Relief di Makam Juang Mandor

Mengenai jumlah korban yang terbunuh dan dikubur massal di Mandor terdapat dua versi. Versi pertama bersumber dari orang-orang yang menyaksikan pelaksanaan hukuman mati terhadap Komandan Kompeitai Jepang bernama Yamamoto di Kalimantan Barat tahun 1945. Pengadilan Militer sekutu menyatakan Yamamoto bersalah sebagai penjahat perang dan dijatuhi hukuman mati dengan cara ditembak di lapangan terbuka. Menurut sejarah, tempat berlangsungnya hukuman mati tersebut di lapangan sepak bola Khatulistiwa atau yang saat ini dikenal sebagai markas Polisi Kota Besar (Poltabes) Pontianak. Versi kedua bersumber dari keterangan Kiyotada Takahashi, seorang wartawan Jepang yang berkunjung ke Kalimantan Barat tanggal 21 sampai 24 Maret 1977. Takahashi datang bersama 20 orang temannya yang umumnya pernah bertugas di Kalimantan Barat tahun 1942-1945. Dia menjelaskan jumlah korban ketika Jepang menduduki Kalimantan Barat seluruhnya 21.037 orang. Dokumen mengenai itu telah diserahkannya kepada sebuah museum di Jepang.

Bentuk kuburan massal Makam Juang Mandor
Makam massal nomor 5

Hingga kini, setiap tanggal 28 Juni diperingati sebagai “Hari Berkabung Provinsi Kalimantan Barat” di mana masyarakat Kalimantan Barat dan kantor-kantor pemerintahan melaksanakan ziarah ke Makam Juang Mandor serta memasang bendera setengah tiang. Hari berkabung tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007. Makam Juang Mandor memang seharusnya dijadikan sebagai tempat wisata sejarah yang harus terus diperkenalkan dan didekatkan kepada generasi bangsa. Makam Juang Mandor  merupakan tempat pendidikan senyatanya patriotisme. Perjuangan para pahlawan yang  memiliki jejak hidup yang tidak perlu diragukan lagi serta semangat cinta terhadap tanah air yang patut dijadikan tauladan.

Anda tertarik melakukan wisata sejarah di Makam Juang Mandor? Datanglah ke Mandor, Kabupaten Ngabang, Kalimantan Barat. Setelah selesai berwisata di Makam Juang Mandor, jangan lupa membeli produk-produk dari UMKM Kalbar yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh sebagai pelengkap perjalanan Anda.

Makanan Khas Suku Dayak yang Wajib Dicoba

Indonesia memang terkenal akan budaya, termasuk kuliner di tiap daerahnya. Salah satuinya seperti makanan khas suku Dayak di daerah Kalimantan. Makanan khas suku Dayak cukup terkenal akan cita rasanya. Simak beberapa makanan khas suku Dayak yang populer berikut ini.

1. Juhu Singkah

Juhu singkah merupakan masakan berbahan dasar umbu rotan muda yang dimasak bersama ikan baung dan terong asam serta berbagai rempah-rempah dan santan. Umbut rotan dalam bahasa Dayak Maanyan disebut dengan uwut nang’e, sedangkan dalam bahasa Dayak Ngaju dikenal dengan nama juhu singkah. Rotan yang digunakan sebagai bahan membuat juhu singkah adalah rotan yang masih muda. Sebelum dimasak, duri-duri yang mengelilingi batang rotan harus dibersihkan terlebih dulu. Selanjutnya, kulit rotan dibersihkan dan dipotong dalam ukuran kecil. Setelah itu dimasak dengan beraneka bumbu dan rempah khas nusantara. Cita rasa yang dimiliki jugu singkah terbilang unik dan khas karena rasa gurih, asam, pedas, manis dan pahit bercampur.  Juhu singkah paling banyak ditemui di Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Masyarakat suku Dayak di Kalimantan Barat juga pada umumnya sering membuat kuliner lezat ini.

Juhu Singkah

2. Bangamat

Bangamat atau paing berbahan dasar daging kelelawar besar/kalong. Daging kelelawar yang hendak dimasak melwati proses pembersihan dahulu. Biasanya, bangamat dimasak dengan dicampur sayur hati dari batang pisang atapun sulur keladi. Tidak semua jenis kelelawar  dibuat masakan ini. Kelelawar jenis pemakan serangga dan penghisap darah tidak digunakan sebagai bahan membuat bangmat., tetapi hanya kelelawar pemakan buah. Pengolahan bangamat biasanya berbeda di setiap suku Dayak. Seperti Dayak Ngaju yang memasak bangamat (paing) menggunakan bumbu yang lebih banyak dibandingkan olahan bangamat dari Dayak Maanyan. Kuliner ini disebut memiliki banyak manfaat karena berbahan dasar daging kelelawar. Daging kelelawar dikenal berkhasiat meningkatkan kebugaran dan stamina, menyembuhkan penyakit asma, serta, menyembuhkan penyakit gatal. Walaupun hal ini belum dibuktikan secara ilmiah hingga sekarang, namun banyak masyarakat yang masih percaya bahwa daging kelelawar memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Bangamat

3. Botok Mengkudu

Botok/bothok adalah makanan khas dari daerah Jawa yang awalnya terbuat dari ampas (bungkil) kelapa yang sudah diambil sarinya (santan). Awalnya, botok dari ampas kelapa hanya dibumbui cabai, garam, merica, dan daun salam. Selanjutnya, dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus uap panas hingga matang. Seiring perkembangan kuliner Indonesia, botok banyak dimodifikasi menggunakan bahan seperti petai cina, tahu, teri, udang hingga tawon. Ternyata, suku Dayak juga mempunyai botok khas yang cukup terkenal. Botok tersebut terbuat dari daun mengkudu. Botok daun mengkudu ini dicampur dengan ikan tongkol atau ikan lain sesuai selera seperti ikan lais dan ikan baung. Cara memasak botok mengkudu ini cukup mudah. Tulang daun mengkudu dibuang tulangnya setelah dicuci bersih, kemudian diiris-iris. Setelah itu, daun mengkudu sebaiknya direbus sebanyak dua kali untuk menghilangkan rasa pahitnya. Daun mengkudu yang telah selesai direbus dan dibuang airnya, kemudian dimasak dengan mencampurkan bumbu, santan, dan ikan.

Botok Mengkudu

4. Wadi

Masyarakat suku Dayak yang tinggal di Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah memiliki kebiasaan turun-temurun dalam mengolah makanan yang disebut wadi. Wadi berarti fermentasi. Wadi merupakan strategi masyarakat setempat untuk mengatur pola makan dan dijadikan cadangan makanan saat masyarakat disibukkan dengan kegiatan berladang atau panen padi. Makanan yang telah diolah menjadi wadi disimpan dalam balanai (belanga) untuk dibawa ke sawah atau ke kebun saat musim bercocok tanam. Pada umumnya, wadi terbuat dari berbagai jenis ikan dan daging babi hutan. Proses pengolahannya menggunakan bumbu yang terbuat dari beras ketan putih atau biji jagung yang disangrai sampai kecoklatan, kemudian ditumbuk kasar. Ikan atau daging babi diaduk dengan garam dan didiamkan selama kurang lebih satu jam. Setelah itu, wadi dicuci bersih, dicampur dengan bumbu yang sudah ditumbuk (sa’mu/kenta). Menurut masyarakat Dayak setempat, belanga untuk menyimpan wadi sebaiknya diberi beberapa lembar daun nangka di bagian atasnya untuk mencegah wadi menjadi busuk dan berulat. Belanga juga harus tertutup dengan rapat. Walaupun pembuatannya terlihat  mudah, tettapi jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam memasukan bumbu-bumbunya serta pada saat perendamannya, maka dapat membuat wadi menjadi tidak lezat lagi atau bahkan tidak bisa dikonsumsi. Pengolahan makanan menjadi wadi merupakan bentuk kearifan lokal warga Dayak dalam menghadapi paceklik atau musim sepi ikan. Pengasinan atau proses fermentasi menjadi wadi berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri merugikan. Melalui cara ini, ikan tidak rusak membusuk meskipun disimpan dalam waktu relatif lama.  

Wadi Ikan

Baca Juga : 13 Manfaat Mentega Tengkawang
Baca Juga : Oleh – Oleh Khas Kalimantan Barat Yang Unik Dan Kaya Akan Cita Rasa
Baca Juga : Mengenal Pasar-Pasar Tradisional di Pontianak

Misteri Puake, Makhluk Penunggu Sungai Kapuas

Bagian dari Budaya Kalimantan Barat
Legenda Rakyat Penghuni Pesisir Sungai Kapuas

Kecelakaan transportasi seringkali terjadi di air, darat, ataupu udara. Beberapa kecelakaan yang terjadi, terkadang tidak bisa dijelaskan secara logika. Salah satunya kejadian bus yang tiba-tiba tersesat  pada tahun 2017, di tengah hutan jati yang berada di Kalimodang, Kabupaten Blora. Bus Garuda Mas dengan rute Jakarta-Blora tiba-tiba masuk ke dalam hutan jati. Berbagai spekulasi cerita mistik beredar di kalangan masyarakat terkait kecelakaan bus misterius tersebut. Masyarakat, bahkan supir bus sendiri juga tidak mengetahui persis bagaimana kronologi kejadiannya. Kecelakaan mistis tersebut menyebabkan sopir bus mengalami patah tulang. Kecelakaan di udara juga telah sering terjadi dan sebagian diantaranya memiliki kisah-kisah mistis yang hingga sekarang masih menjadi tanda tanya besar.

Ilustrasi Puake / Puaka
Credit : Google

Seperti di daerah Kalimantan Barat juga pernah terjadi tragedi kecelakaan mistis yang dikaitkan dengan makhluk misterius yang menetap di Sungai Kapuas, Puaka (puake). Kapal dari pelabuhan Senghie menuju Ketapang yang karam dikaitkan dengan adanya puake yang konon menjadi penunggu Sungai Kapuas. Para sejarawan dan juga budayawan mengatakan puake berasal dari bahasa Melayu yang berarti besar atau raksasa. Keberadaan puake sebagai makhluk penunggu Sungai Kapuas dipercayai telah ada sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia. Beberapa orang meyakini puake merupakan makhluk yang sama sekali tidak mengganggu manusia, tetapi sebagian orang juga mempercayai bahwa puake bisa saja meminta tumbal di waktu-waktu tertentu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai daerah Kalimantan meyakini ada berbagai jenis puake, diantaranya puake buaya putih (sarassa), puake tapah, dan puake biukur yang berwujud kura-kura raksasa. Beberapa diantaranya yang paling sering diceritakan adalah puake buaya putih dan puake berbentuk ular besar. Contohnya, masyarakat Kampung Bansir Laut di Pontianak mempercayai puake yang menyerupai buaya. Masyarakat sekitar menyebut buaya penjaga tersebut sebagai kembaran dari Mak Tua yang sudah meninggal. Konon, puake buaya sering muncul di saat orang-orang sekitar Sungai Kapuas mengadakan acara pernikahan dan acara meriam karbit saat malam takbiran. Alasan lain kemunculan makhluk penjaga Sungai Kapuas tersebut juga dipercaya sebagai tanda mengingatkan masyarakat untuk mengadakan ritual “buang-buang”, seperti minyak, telur ayam kampung, benang, paku dan beras kuning. Sementara, sebagian masyarakat  Pontianak meyakini puake berwujud ular besar yang kepalanya di muara sungai dan ekornya berada di hulu sungai.

Hingga sekarang tidak ada yang tahu persis bagaimana wujud puake sebenarnya. Ada yang mempercayai puake ialah hewan biasa yang berukuran raksasa dan selalu bersembunyi. Karena tempat persembunyiannya di air yang dalam, maka tidak ada yang bisa menemukannya. Ada juga yang mengatakan puake adalah hewan besar yang hidupnya terlalu lama di suatu tempat, sehingga mereka dikendalikan jin atau makhluk halus. Karena itu, puake menjadi semacam siluman dan tidak bisa dilihat secara kasatmata. Memang sulit untuk membuktikan eksistensi puake di Sungai Kapuas ini, apalagi tidak ada sumber pasti yang dapat menjelaskannya secara detail. Satu-satunya legenda puake Sungai Kapuas tersebut masih ada diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Kapuas dan masyarakat Kalimantan pada umumnya.   

Artikel Terkait Sungai Kapuas :
Sungai Kapuas, Urat Nadi Kalimantan Barat
Waterfront City, Destinasi Pariwisata Alternatif di Kota Pontianak

Waterfront City, Destinasi Pariwisata Alternatif di Kota Pontianak

Kota Pontianak tumbuh dari keberadaan sungai sebagai sumber kehidupan kota dan terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan pada pola kotanya dan pertumbuhan penduduknya. Hingga saat ini, keberadaan Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia masih menjadi daya tarik tersendiri. Sungai Kapuas yang menjadi ikon Kota Pontianak menarik minat bagi masyarakat setempat maupun luar daerah. Pemerintah mengembangkan Sungai Kapuas menjadi destinasi pariwisata agar semakin menarik minat para wisatawan. Pemerintah membangun Taman Alun Kapuas sebagai destinasi pariwisata berbasis sungai (waterfront) untuk ruang publik.

Pembangunan waterfront city di Kota Pontianak dijadikan salah satu prioritas pembangunan dan penataan pemukiman di sepanjang pinggiran sungai. Hal tersebut tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebagai Nawa Cita Presiden yang ingin mewujudkan sistem perkotaan nasional untuk mengurangi kesenjangan antara kota-kota di Jawa dan di luar Jawa. Menurut Carr (1992), waterfront adalah bagian dari kota yang berbatasan dengan sungai, laut, atau danau yang berfungsi sebagai ruang publik yang mewadahi kegiatan rekreatif publik. Ruang publik sendiri pada dasarnya merupakan ruang milik bersama dimana publik dapat melakukan berbagai macam aktivitas dan tidak dikenakan biaya untuk memasuki area tersebut.

Baca Juga : Oleh – Oleh Khas Kalimantan Barat Yang Unik Dan Kaya Akan Cita Rasa yang Bisa Didapatkan di Pontianak

Tampak Waterfront Kota Pontianak Tahun 2019
Credits : AY | Photography

Pemerintah membangun Taman Alun Kapuas sebagai destinasi pariwisata berbasis sungai (waterfront) untuk ruang publik. Pembangunan waterfront city di Kota Pontianak dijadikan salah satu prioritas pembangunan dan penataan pemukiman di sepanjang pinggiran sungai. Hal tersebut tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebagai Nawa Cita Presiden yang ingin mewujudkan sistem perkotaan nasional untuk mengurangi kesenjangan antara kota-kota di Jawa dan di luar Jawa. Menurut Carr (1992), waterfront adalah bagian dari kota yang berbatasan dengan sungai, laut, atau danau yang berfungsi sebagai ruang publik yang mewadahi kegiatan rekreatif publik. Ruang publik sendiri pada dasarnya merupakan ruang milik bersama dimana publik dapat melakukan berbagai macam aktivitas dan tidak dikenakan biaya untuk memasuki area tersebut.

Baca Juga : Mengenal Pasar-Pasar Tradisional di Pontianak

Eksistensi waterfront city di Pontianak juga telah tertuang pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pontianak periode 2013-2033 bahwa waterfront adalah bagian dari perencanaan ruang dalam strategi ketujuh yang merupakan stretegi untuk meningkatkan ekonomi, sosial budaya, pendayagunaan sumber daya alam, dan teknologi. Selain untuk melakukan penataan dan pengembangan wisata secara modern, dibangunnya waterfront city juga bertujuan untuk mengembalikan wajah Pontianak secara geografis. Kota Pontianak merupakan kawasan kota yang memiliki konsep tata ruang berbasis sentralistik, dalam arti memiliki ketergantungan dengan Sungai Kapuas terutama dari kajian pariwisata. Keberadaan Sungai Kapuas menjadi bagian penting. Masyarakat Kota Pontianak sering menghabiskan waktu libur bersama keluarga di waterfront city. Waterfront city Taman Alun Kapuas Pontianak berlokasi di Jalan Tanjungpura. Pengunjung bisa masuk melewati Gang Irian atau Gang Barito. Sejak pagi, waterfront city Taman Alun Kapuas dikunjungi banyak masyarakat Kota Pontianak untuk melakukan olahraga seperti jogging. Menjelang sore hingga malam, Taman Aun Kapuas dikunjungi banyak muda-mudi dan keluarga untuk menikmati udara segar sembari bersantai.

Waterfront Kota Pontianak banyak dimanfaatkan warga untuk bersantai dan berolahraga
Image Credit : Google Image Search

Sepanjang Taman Alun Kapuas banyak pedagang yang menjual berbagai makanan, baik itu makanan ringan maupun makanan berat. Waterfront city Taman Aluas Kapuas juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang lengkap seperti mushola, toilet umum, hingga pos satpam. Tempat sampah juga telah disediakan agar pengunjung tidak membuang sampah ke sungai.  Mulai dari Jembatan Kapuas I hingga menuju masjid Jami Kesultanan Pontianak, bahkan di sisi Sungai Landak terdapat lintasan waterfront yang dapat dikunjungi. Infrastuktur yang tersedia di Taman Alun Kapuas juga cukup menarik. Selain taman yang luas, banyak spot yang bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk berswafoto. Bagi wisatawan yang ingin berkeliling Sungai Kapuas, tersedia beberapa kapal wisata. Berbagai objek menarik dapat pengunjung lihat di selama menyusuri Sungai Kapuas menggunakan kapal wisata tersebut, mulai dari aktivitas masyarakat pesisir sungai hingga sejumlah bangunan bersejarah seperti Masjid Jami, Pasar Kapuas, dan Keraton Kadriah Kesultanan Pontianak.

Baca Juga : 7 Destinasi Wajib Pecinta Alam di Kalimantan Barat

7 Destinasi Wajib Pecinta Alam di Kalimantan Barat

Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Lebih dari 17000 pulau di Indonesia menjadi surga bagi para pecinta travelling. Tidak hanya menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan lokal, keindahan alam Indonesia juga menjadi tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara.

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai berbagai macam destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Kalimantan Barat:

Baca Juga : Profil Provinsi Kalimantan Barat

1. Pulau Lemukutan

Image Credit : Google Image Search

Pulau Lemukutan menjadi salah satu pesona bahari di Kalimantan Barat. Pulau Lemukutan terletak di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Pemandangan bawah laut yang indah membuat tempat ini menjadi spot favorit bagi para wisatawan yang menyukai kegiatan snorkeling. Adapun biota bawah laut diantaranya bulu babi, berbagai jenis terumbu karang, teripang, ikan nemo dan berbagai jenis ikan lainnya. Selain itu, juga ada jenis kerang kima yang sedang di kembangkan di sana. Kondisi air laut yang jernih dan bersih serta terumbu karang yang indah, membuat pulau ini disebut sebagai surganya snorkeling.

Pulau Lemukutan memiliki dua spot wisata handal, Pantai Teluk Melanau dan Pantai Teluk Cina dengan pesona bawah laut yang menakjubkan. Jika ingin berlibur ke Pulau Lemukutan, sebaiknya pastikan waktu kunjungan tidak di musim angin barat, September hingga Desember. Gelombang yang tinggi serta cuaca tidak menentu akan menggagalkan kegiatan diving maupun snorkeling yang telah direncanakan.

Untuk menuju Pulau Lemukutan, dari Pontianak, Ibu Kota Kalimantan Barat, menuju Pulau Lemukutan ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kapal kelotok. Waktu terbaik ke pulau adalah pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB karena semakin siang angin makin kencang sehingga gelombang besar. Sesampai di Pulau Lemukutan, kapal kelotok biasanya merapat di beberapa dermaga milik warga, selain di dermaga resmi. Jika air surut, pengunjung akan dijemput perahu bermesin kecil. Pengunjung bisa melihat pohon-pohon hijau bertajuk tinggi beserta jajaran rumah penduduk dari dermaga.        

2. Pulau Randayan

Image Credit : Google Image Search

Pulau Randayan berada tidak jauh dari Pulau Lemukutan. Pulau ini memiliki ciri khas pasir putih yang menambah keindahan. Pulau Randayan merupakan salah satu pulau di kepulauan Lemukutan Besar yang terletak di Laut Cina Selatan dan bagian barat pulau Kalimantan. Terdapat sebuah villa yang bisa digunakan untuk tempat menginap para wisatawan.

Pulau Randayan memiliki keindahan bak potongan surga, yaitu berupa pantai yang sangat indah dengan view lautan biru dan gugusan pulau. Pantai di Pulau randayan tidak hanya berupa hamparan pasir putih, tetapi juga terdapat pantai dengan hamparan batu karang. Jadi, jika pengunjung bermain-main atau sekedar bersantai di pantai ini pasti sangat mengesankan dan memuaskan Bagian belakang pulau yang menghadap ke laut lepas Natuna terdapat tumpukan-tumpukan batu yang besar. Karena ukuran batu yang besar, membuat lokasi tersebut sangat cocok untuk bersantai sambil menyaksikan indahnya sunset

Untuk menuju Pulau Randayan, pengunjung dapat melalui jalur Teluk Suak. Perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Suak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan jarak sekitar 115 km. Teluk ini berada di 32 km dari Kota Singkawang. Dari Teluk Suak, Anda dapat menggunakan speedboat.

3. Bukit Kelam

Image Credit : Google Image Search

Bukit kelam merupakan landmark Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Masyarakat setempat menyebutnya Bukit Raya. Bukit Kelam merupakan salah satu di antara bukit unik di dunia. Keunikannya adalah bukit ini merupakan sebuah bukit yang murni terdiri dari segumpal batu raksasa. Bukit Kelam menjadi bagian dari obyek wisata andalan Kalimantan Barat. Kawasan Wisata Bukit Kelam berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Jarak Pontianak Ibu kota Propinsi Kalbar ke Sintang sekitar 395 km atau 8 jam bisa dicapai dengan bus DAMRI ataupun taksi. Tersedia juga penerbangan reguler Pontianak-Sintang.

Menurut legenda yang beredar, Bukit Kelam adalah batu yang di angkat oleh pemuda Dayak bernama Bujang Besji yang ingin menutup Sungai Melawi dengan Sungai Kapuas. Tapi niatnya gagal setelah digoda oleh bidadari sehingga dia terperosok ke dalam lubang dan batu ini dibiarkan saja sampai sekarang. Ada juga yang mengatakan bahwa Bukit Kelam adalah meteor yang jatuh ke bumi pada masa lalu.

Selama perjalanan menuju puncak, traveler akan disuguhi pemandangan indah khas hutan Kalimantan. Bahkan ada beberapa pohon yang langka. Dari atas puncak bukit ini, terlihat Sintang dan hutan yang terhampar luas. Untuk mendaki sampai puncak bagi yang belum terbiasa memerlukan waktu 4 jam. Dengan kemiringan sampai 15-40 derajat maka dibuatkan tangga untuk mempermudah pendakian. Sedangkan, bagi yang ingin bermalam atau berkemah, perlu menyiapkan perbekalan dan peralatan. Suhu di puncak pada malam hari bisa di bawah 20 derajat.

4. Bukit Bahu

Image Credit : Google Image Search

Bukit Bahu adalah salah satu destinasi wisata alam yang terdapat di Dusun Bangau, Desa Majel, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau. Bukit Bahu juga disebut Bukit Teletubbies dan ada pula yang menyebutnya Bukit Tabantai. Bukit ini berada tidak jauh dari kecamatan Entikong, perbatasan antara dua negara, yang merupakan batas antara Indonesia dan Malaysia sehingga bukit ini dijuluki “Padang Ilalang di Batas Negara”. Untuk menjangkaunya, hanya memerlukan waktu satu jam dari pusat Kecamatan Bonti.

Keindahan bentangan alam perbukitan dibalut dengan deretan awan yang mengantung di puncak bukit serta munculnya sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari menjadi sensasi yang tak mungkin terlupakan saat berada di Puncak Bukit Bahu. Puncak Bukit Bahu diselimuti kabut tebal dan udara dingin yang menerpa kulit. Meski ketinggian puncak bukit tidak terlalu tinggi, namun berada di puncak dengan dibalut kabut tebal, terasa sensasi yang berbeda. Tidak hanya itu, hamparan ilalang yang luas serta hijau juga menyejukkan mata. Hamparan ilalang yang begitu luas ini menjadi ciri khas pemandangan alam di puncak Bukit Bahu. Karena itu, saat berada di Bukit Bahu seperti terhipnotis melihat luasnya landscape hamparan ilalang di puncak bukit.   

Baca Juga : Panduan Oleh-oleh Khas Kalimantan Barat

5. Air Terjun Mananggar

Credit : Google Image Search

Air terjun Mananggar merupakan patahan sungai Landak, sebuah sungai besar yang mengalir di Kabupaten Landak dan mengalir sampai jauh lalu berakhir di Kota Pontiana, bergabung dengan Sungai Kapuas sebelum bermuara ke laut. Air terjun ini merupakan hulu Sungai Landak. Air terjun Mananggar mempunyai ketinggian sekitar 60 meter dengan lebar 60 meter. Karakteristik tampilan air terjun Mananggar menyerupai Air Terjun Niagara tetapi dengan ukurannya lebih kecil sehingga banyak orang menjulukinya “Niagara mini dari Kalimantan Barat”.

Jalan menuju ke dasar Air Terjun Mananggar masih sangat sulit sekali untuk dilewati. Jalan setapak yang masih tertutup tumbuhan belukar membuat para pengunjung  lebih senang melihat panorama dari air terjun tersebut dari atas saja. Keindahan dari Air terjun Mananggar ini tentunya mempunayi keunikan tersendiri. Keunikan dari Air  Terjun Mananggar adalah terdapat sebuah danau yang cukup lebar yang berada di bawah air terjun, berbentuk bulat yang digunakan sebagai tempat mandi, berenang, dan memancing ikan bagi para pengunjung. Pada kiri atas air terjun, terdapat sebuah tempat untuk memohon rezeki kepada Tuhan sang pencipta.  Kegiatan tersebut telah dilakukan masayarakat setempat secara turun-temurun hingga sekarang.

6. Danau Sentarum

Credit : Google Image Search

Danau Sentarum adalah danau unik musiman yang terletak di Kapuas Hulu. Lokasi Danau Sentarum berada 700 kilometer Timur Laut dari Kota Pontianak. Terdiri dari 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan. Danau Sentarum memiliki luas 132.000 hektar yang melingkupi tujuh kecamatan yaitu Batang Lupar, Selimbau, Badau, Jongkong, Bunut Hilir, Suhaid, dan Semitau. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan salah satu daerah hamparan banjir (lebak lebung atau floodplain) paling luas yang masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Danau Sentarum memiliki keunikan seperti Rawa Pening yang terletak di Ambawara, yakni dipenuhi air selama musim penghujan dan mengering selama musim kemarau. Danau Sentarum bisa tergenang air hingga 6-14 meter, tetapi ketika kemarau air di danau ini akan menyusut hingga 80% sehingga membentuk kolam-kolam kecil. Air di Danau Sentarum berwarna cokelat kemerahan yang disebabkan adanya bahan asam tannin dari pohon dan daun yang membusuk di dalam air.

            Kawasan Danau Sentarum menjadi habitat bagi 265 jenis ikan air tawar, 675 spesies tanaman, 147 jenis mamalia, 311 jenis burung, 64 jenis reptil dan amfibi serta 154 jenis anggrek alam. Beberapa endemik tumbuhan dan satwa di TNDS yang terkenal seperti Tembesu atau Tengkawang (Shorea Beccariana), Jelutung (Dyera Costulata), Ramin (Gonystylus Bancanus), Meranti (Shorea), Keruing (Dipterocarpus) dan Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri). Selain itu, beberapa satwa unik dapat ditemui di TNDS seperti Siamang (Hylobates Muelleri), keluarga kera seperti Bekantan (Nasalis Larvatus), Orangutan (Pongo Pygmaeus), Long-Tailed Monkey (Macaca Fascicularis), Tupai (Callosciurus notatus, C. Prevostii), Tupai Besar (Ratufa Affinis), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), dan Macan Pohon (Neofelis Nebulosa). Beberapa jenis burung cantik seperti Bekakak (Halcyon Capensis), Enggang Gading (Rhinoplax Vigil), Rangkong (Buceros Rhinoceros), Elang Kepala Putih (Haliastur Indus), dan Burung Raja Udang (Alcedo Meninting).

Baca Juga : Madu Hutan Danau Sentarum dan Pelestariannya

            Menikmati keindahan panorama Danau Sentarum tidak hanya berkutat di sekitar pinggiran maupun di pulau kecil di tengah danau. Para wisatawan dapat mencoba menikmati keindahan Sentarum melalui bukit yang berada di tengah danau, yakni Bukit Tekenang. Bukit Tekenang merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentarum dari ketinggian. Secara administratif, wilayah ini masuk dalam Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bukit Tekenang hanya bisa ditempuh menggunakan jalur air. Pengunjung bisa menyewa speedboat dari Lanjak dengan harga bervariasi tergantung kondisi air dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Para pengunjung juga dapat menikmati keindahan Danau Sentarum dengan cara mengikuti Festival Danau Sentarum. Festival Danau Sentarum 2018 masuk dalam daftar 100 Wonderful Events Indonesia 2018 menjadi event unggulan untuk wisata minat khusus (special interest tourism) bagi Kabupaten Kapuas Hulu. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan para pengunjung selama mengikuti Festival Danau Sentarum, diantaranya menyusuri Danau Sentarum menggunakan kapal-kapal motor khas Kapuas Hulu yang disebut Kapal Bandong. Pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamati kegiatan sehari-hari masyarakat yang tinggal di sekitaran Danau Sentarum. Pengunjung juga disarankan untuk membawa teropong ingin melihat beragam jenis burung di sekitar kawasan Danau Sentarum. Selain kegiatan menyusuri Danau, pengunjung akan disuguhkan Parade Perahu Tradisional yang merupakan kegiatan penyusuran Danau Sentarum menggunakan perahu hias Khas masyarakat Dayak yang disebut Parau Tambe.

Untuk menuju Danau Sentarum, ada dua jalur yang bisa dilewati, yaitu jalur darat dan jalur udara. Pengunjung bisa memilih penerbangan Pontianak-Putussibau dengan perjalanan kurang lebih sekitar 70 menit kemudian meneruskan naik kendaraan umum atau travel dari Putusibau menuju ke Lanjak selama sekitar 1,5-2 jam perjalanan darat. Sementara itu, jika menggunaka jalur darat, pengunjung harus melalui lama perjalanan sekitar 18-21 jam.

7. Bukit Jamur

Credit : Google Image Search

Bukit Jamur berlokasi di Desa Belangko, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Bukit Jamur berada di ketinggian 500 mdpl. Sebagian masyarakat Kabupaten Bengkayang menyebut bukit ini dengan nama Bukit Batu. Bukit Jamur merupakan bukit yang memiliki keindahan seperti Gunung Mahameru. Bukit ini dinamakan Bukit Jamur bukan karena ada jamur atau bukit tersebut menyerupai jamur. Menurut cerita masyarakat sekitar, pada zaman dahulu, bukit ini merupakan tempat yang digunakan untuk menjemur hasil panen. Kata jamur sebenernya adalah kata jemur yang tidak diketahui sejak kapan, bagaimana, dan kenapa bisa berubah.

Titik awal keberangkatan menuju Bukit Jamur adalah Desa Blangko. Dibutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan darat untuk mencapai Desa Blangko dari Pontianak. Setibanya di Desa Belangko, kalian bisa menitipkan kendaraan bermotor di rumah penduduk. Perjalanan menuju puncak Bukit Jamur memerlukan waktu sekitar dua jam. Selama perjalanan menuju puncak Bukit Jamur, para wisatawan akan melewati hutan rimba dengan pepohonan rindang. Wisatawan akan melewati jalur dengan kemiringan hampir 85 derajat. Selain itu, wisatawan juga akan menjumpai sebuah jembatan bernama “Jembatan Cinta”. Jembatan cinta terletak di atas Sungai Sebalo.

Setelah sampai di Puncak Bukit, wisatawan dapat melihat indahnya pemandangan alam Bukit Jamur dan sekitarnya. Pemandangan alam pada saat di puncak seperti lembah dan sawah membuat para wisatawan kagum akan keindahan yang disuguhkan Bukit Jamur.   Tidak hanya di pagi hari, wisatawan juga bisa merasakan keindahan alam Bukit Jamur saat berada di puncaknya pada malam hari. Jika wisatawan ingin menikmati keindahan alam Bukit Jamur yang dikelilingi awan disarankan untuk menempuh perjalanan dari pukul 04.00.  

Yuk, kunjungi tempat wisata di Kalimantan Barat. Sambil liburan jangan lupa beli produk makanan lokal dari UMKM kalbar untuk bekal. Dijamin momen liburanmu semakin berkesan!

Gapura Digital, Pelatihan Gratis Google untuk UMKM Indonesia

Internet telah menjadi sarana yang tidak bisa dilepaskan dari proses penggalian informasi, salah satunya dalam pencarian produk dan jasa. Bagi para pelaku usaha, selain kualitas produk dan pelayanan yang diberikan, pemasaran untuk menarik banyak konsumen juga merupakan hal penting yang harus dilakukan. Sebagian besar pelaku usaha mungkin sudah tidak asing lagi dengan pemasaran melalui media online, tetapi tidak sedikit pula yang masih terkendala akses dan teknis pembelajaran mengenai pemasaran online.

Oleh karena itu, Google mengadakan program Gapura Digital. Tim dari Pro-UMKM Kalbar diundang Google untuk mengikuti pelatihan bagi pelaku usaha ini. Gapura Digital merupakan akronim dari Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat. Gapura Digital diadakan melalui pelatihan yang dikhususkan bagi para pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program Gapura Digital bertujuan untuk membantu UMKM di Indonesia dengan memberikan kelas pelatihan mengenai dunia digital agar UMKM Indonesia bisa memperkenalkan produknya secara luas melalui internet. Materi-materi yang diberikan program Gapura Digital juga bervariasi seperti memasarkan produk di youtube, memanfaatkan website secara efektif, Search Engine Optimization (SEO) dan cara-cara menggunakan produk-produk dari google.

Seperti kelas Gapura Digital yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 di Hotel Neo Gajahmada, Pontianak. Peserta pelatihan diberikan materi mengenai Stretegi Content Marketing dan Copywriting. Para peserta sangat antusias terhadap materi-materi yang diajarkan. Selain diajarkan bagaimana memanfaatkan digital untuk mengembangkan  bisnis, para pelaku UMKM Pontianak yang hadir sebagai peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan sesama pelaku UMKM Pontianak lainnya. Cara mengikuti program Gapura Digital ini sangat mudah. Peserta bisa mendaftar secara gratis dengan memilih kota peserta di https://gapuradigital.withgoogle.com/.

Gapura Digital Pontianak di Hotel Neo Gajahmada, 25-26 Mei 2019

Detail Gapura Digital di Kota Pontianak bisa dilihat di tautan ini.

Program Gapura Digital ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha kecil, maupun menengah hingga besar di Pontianak karena banyaknya ilmu mengenai dunia digital yang bisa diperoleh hingga bisa bermanfaat untuk memajukan usahanya. Para pelaku UMKM Pontianak juga akan mendapatkan sertifikat apabila mengikuti pelatihan dari setiap materi yang tersedia secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak yang mengadakan program Gapura Digital.

Yuk hadiri Gapura Digital Google di kota Anda masing-masing dan manfaatkan secara maksimal ponsel, komputer, dan akun Google Anda!

Baca Juga : Senjata-Senjata Pemasaran Online Bagi Usaha Kecil

Baca Juga : Pentingnya Pemasaran Online untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Kemitraan Perkuat UMKM Hadapi Pasar Bebas

Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Di sisi lain, UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2002). Sektor UMKM diakui mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar. Survei OECD (Organization of Economic Cooperation Development) menunjukkan sektor UMKM menyerap paling banyak tenaga kerja di Indonesia atau mencapai 70,3 persen selama tahun 2018.

Baca Juga : Potensi Produk Lokal UMKM Kalimantan Barat

Selama ini keberadaan UMKM mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Banyak upaya pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD untuk memperkuat eksistensi UMKM di Indonesia. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat masalah yang dihadapi UMKM Indonesia salah satunya adalah kemitraan UMKM dalam menghadapi pasar bebas. Arus globalisasi yang tidak dapat dihindari mengharuskan para pelaku UMKM Indonesia untuk terus membuat strategi yang mumpuni agar tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

Berbicara tentang globalisasi sangat erat kaitannya dengan pasar bebas. Perdagangan bebas masuk dalam kategori globalisasi ekonomi. Pasar bebas merupakan titik rawan perjuangan UMKM. Berbagai kemudahan perdagangan antar negara seperti pembebasan bea impor. Kawasan yang menerapakan perdagangan bebas menjadikan berbagai barang dari luar negeri mendapatkan kebebasan masuk dan tidak dikenakan pajak ekspor impor sehingga barang-barang tersebut memiliki harga yang murah. Meskipun produk-produk UMKM Indonesia sudah memiliki kualitas yang menjanjikan, persaingan di kancah internasional menuntut pelaku UMKM Indonesia untuk lebih kreatif terhadap produknya.

Kesulitan yang dihadapi oleh UMKM Indonesia dalam bersaing adalah lemahnya kegiatan branding dan promosi serta penetrasi pasar diluar negeri. Kesulitan ini jangan sampai membuat UMKM kita terdesak untuk masuk pasar luar negeri. Selain itu ada banyak tantangan dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Hingga kini, UMKM Indonesia masih menghadapi persaingan dengan negara lain terkait dengan daya saing infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, pembiayaan lembaga keuangan dan perbankan dalam mendukung perkembangan UMKM Indonesia serta iklim bisnis yang mampu mendorong persaingan dan efisiensi bisnis. UMKM Indonesia didorong untuk memiliki pola pikir yang kompetitif; terhubung ke target pasar; sesuai dengan standar internasional dan proses terbaik di kelasnya atau benchmarking; bersaing secara berkelanjutan; dan beradaptasi dengan praktik bisnis terbaik. Dalam menghadapi pasar bebas, UMKM Indonesia didesak untuk mampu berintegrasi dengan pasar bebas menjadi sebuah kesempatan untuk tumbuh.

Ilustrasi Kemitraan Dalam UMKM

Baca Juga : Berbagai Manfaat Website, Juga Untuk Pemasaran Digital

Baca Juga : Tips dan Trik Menumbuhkan Usaha Kecil Anda

Salah satu upaya yang dapat dilakukan pelaku UMKM dalam menghadapi pasar bebas adalah melalui kemitraan. Kemitraan pada dasarnya dilakukan dalam rangka mempercepat perwujudan perekonomian nasional yang mandiri dan andal sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan, sehingga diperlukan upaya-upaya yang lebih nyata dalam menciptakan iklim yang mampu merangsang terselenggaranya kemitraan usaha yang kokoh di antara semua pelaku kehidupan ekonomi berdasarkan prinsip yangsaling menguntungkan (Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 Tentang Kemitraan). Terwujudnya kemitraan usaha yang kokoh, terutama antara Usaha Besar, Menengah, dan Kecil diharapkan nantinya akan febih memberdayakan Usaha Kecil agar tumbuh dan berkembang semakin kuat dan memantapkan struktur perekonomian nasional yang semakin seimbang. Dalam hal ini peran pemerintah menjadi begitu penting terutama dalam menciptakan iklim, lingkungan, kondisi dan nuansa yang kondusif untuk terciptanya kemitraan yang harmonis dengan penyusunan segala macam kemudahan-kemudahan, menyediakan fasilitas sarana prasarana, permodalan, manajemen, teknologi, dan rekayasa sistematis kemitraan sehingga dimanfaatkan dan digunakan alam membangun dan mewujudkan kemitraan.

Selain itu, kemitraan sangat diperlukan pelaku UMKM dalam mengantisipasi dan mensiasati perkembangan teknologi informasi. Pelaku usaha miro kecil menengah (UMKM) harus mengantisipasi digital ekonomi dengan memahami teknologi informasi. Minimal mereka bisa memanfaatkan gadget untuk mengembangkan usaha melalui e-commerce atau marketplace. Kemitraan juga berakibat positif bagi usaha besar atau investor karena adanya pengembangan produk berorientasi ekspor, penyerapan tenaga kerja, penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. Melalui kemitraan, dimungkinkan akan berbagi informasi satu dengan yang lainnya yang memiliki relevensi terhadap usaha yang dijalankan. Bahkan, lewat kemitraan bisa diperoleh tentang peluang, ancaman, kecenderungan bisnis yang dijalankan atau bisnis lannya.

Karena itu, UMKM Kalbar hadir untuk membangun kerjasama dengan berbagai pelaku UMKM di Kalimantan Barat. Jadilah mitra kami, GRATIS!

Mari Tumbuh dan Maju Bersama UMKM Kalbar!