Tempat Lahirnya Ideologi Negara, Simak Fakta Menarik Gedung Pancasila

Gedung Pancasila terletak di Jalan Pejambon Nomor 6, Jakarta Pusat. Gedung ini menjadi salah satu gedung yang menyimpan sejarah. Gedung Pancasila dibangun pada zaman pemerintah Hindia-Belanda menjadi saksi sejarah saat Presiden Soekarno yang pada masa itu merupakan anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) berpidato di sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 dengan memperkenalkan lima sila (Pancasila) untuk diusulkan menjadi Dasar Negara Indonesia Merdeka.

Berdasarkan cerita resmi dari Kementerian Luar Negeri dan berbagai buku, Gedung Pancasila dibangun sekitar tahun 1830-an, walaupun sebenarnya tidak ada yang tahu persis kapan gedung bersejarah ini dibangun karena sudah termasuk cagar budaya yang berusia lebih dari 50 tahun.

Selain tempat lahirnya Pancasila, gedung ini masih menyimpan banyak sejarah dan fakta menarik lainnya.

Tidak Ada Catatan Kapan Gedung Berubah Nama

Hingga sekarang, belum ada catatan atau pihak yang menyatakan kapan Gedung Volksraad berubah nama menjadi Gedung Pancasila. Secara resmi Indonesia diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal  28 September 1950 dan di tahun yang sama, gedung diserahkan kepada Departemen Luar Negeri. Namanya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, sebab pada 1 Juni 1964, Departemen Luar Negeri memperingati hari lahir Pancasila yang dihadiri oleh Bung Karno dan Moh. Hatta. Gedung ini dinamakan Gedung Pancasila karena perayaan upacara hari lahir Pancasila, sehingga terkait penamaan gedung yang pasti, tidak diketahui pasti.

Pernah Digunakan Pemerintah Hindia-Belanda

Setelah ditinggalkan panglima angkatan perang, pihak pemerintah Belanda memanfaatkan gedung ini sebagai tempat persidangan Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad). Kemudian, gedung ini dinamai Gedung Volksraad dan diresmikan pada Mei 1918 oleh Jenderal Limburg Stirum. Pekerja di dalam gedung ini sebagian berasal dari orang pribumi dan sebagian orang Belanda.

Tempat Tinggal Panglima Angkatan Perang

Selain digunakan sebagai tempat persidangan Volksraad Belanda, gedung ini juga menjadi tempat tinggal Panglima Angkatan Perang Belanda yang juga merangkap sebagai Letnan Gubernur Jenderal. Panglima Angkatan Perang Belanda tinggal di gedung ini hingga tahun 1916 saat Departemen Urusan Peperangan Hindia Belanda masih berada di Jakarta.

Tempat Kuliah dan Mendidik Calon Diplomat

Gedung Pancasila pernah dijadikan sebagai tempat menimba ilmu, tepatnya tempat perkuliahan ilmu ekonomi yang diberikan oleh Moh. Hatta. Setelah periode kemerdekaan, gedung ini berganti nama menjadi Kementerian  Luar Negeri.

Selama tahun 1960-an, banyak calon diplomat yang mendapat pendidikan di sini. Para diplomat mendapat pendidikan melalui beberapa kursus, seperti kursus Atase Pers, Caraka, dan Susdubat I. Berbagai kursus ini merupakan Kursus Dasar Umum Pejabat Dinas Luar Negeri.

Saksi Bisu Pergantian Order Baru

Gedung Pancasila menjadi saksi saat orde lama mulai runtuh dan digantikan oleh orde baru. Di penghujung 1965, gedung ini menjadi sasaran demonstrasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Tempat Persidangan Pemerintah Militer Jepang

Tahun 1943, Pemerintah Militer Jepang di Indonesia membentuk badan Tyuuoo Sangi-In, yaitu Badan Pertimbangan Pusat di Jakarta. Tyuuoo Sangi-In bertugas mengajukan usulan kepada pemerintah dan menjawab pertanyaan pemerintah mengenai soal-soal politik dan memberikan pertimbangan tentang tindakan apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Militer Jepang.

Sidang-sidang yang dilakukan Tyuuoo Sangi-In berlangsung di bekas Gedung Volksraad. Tujuan pembentukan BPUPK tersebut ialah agar rakyat Indonesia tetap memberikan dukungan kepada Jepang, sekalipun kedudukan militer Jepang di front Pasifik sudah goyah. Tugas badan untuk mempelajari soal-soal yang berhubungan dengan segi-segi politik, ekonomi, dan tata-pemerintahan yang diperlukan dalam usaha pembentukan Indonesia yang merdeka “di kelak kemudian hari”.

Manfaat Kesehatan Berjalan Kaki

Jalan kaki merupakan olahraga yang ringan untuk kalian yang malas atau tidak kuat berlari. Walaupun dilakukan nyaris tanpa effort dan keringat, namun banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari berjalan kaki.

Ternyata berjalan kaki untuk olahraga dan kesehatan memerlukan postur tubuh yang baik dan gerakan terarah. Mata lurus ke depan sehingga kepala tidak menunduk, leher, bahu dan punggung rileks, lengan mengayun bebas, otot perut sedikit menegang dan punggung lurus.

Jika postur sudah baik, maka kalian mendapatkan manfaat maksimal dari jalan kaki. Jadi, apa saja manfaat kesehatan yang kita dapat ketika berjalan kaki?

Menjaga Berat Badan

Jalan kaki secara teratur tanpa sadar membuat lingkar pinggang semakin kecil. Karena, jalan kaki dapat membantu meningkatkan respons tubuh terhadap insulin sehingga mengurangi lemak perut. Sebaiknya buat variasi rute atau kontur medan dan coba juga variasikan kecepatan berjalan kaki.

Michele Stanten, pelatih jalan kaki, mengingatkan untuk memberikan interval saat jalan kaki. “Berjalan dengan interval benar-benar meningkatkan ‘after burn’ Anda [kalori yang terbakar setelah jalan kaki selesai],” kata Stanten, mengutip dari Prevention. Untuk menambahkan interval, ia memberikan saran melakukan pemanasan selama 3 menit. Kemudian, habiskan 25 menit untuk bergantian melakukan jalan kaki kecepatan sedang selama 1 menit, lalu jalan kaki cepat selama 1 menit. Akhiri dengan proses pendinginan selama 2 menit.

Mengurangi Nyeri Sendi

Rasa sakit atau nyeri pada sendi membuat orang urung serta malas untuk melakukan aktivitas fisik. Anggapan ini sebaiknya dihapus, sebab dengan jalan kaki akan membantu melindungi sendi, termasuk sendi pada lutut dan pinggul. Jalan kaki akan membantu lubrikasi dan menguatkan otot yang menyokong sendi. Jalan kaki sangat disarankan bagi mereka yang mengidap arthritis atau radang sendi.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Rutin jalan kaki setiap hari dapat meningkatkan kualitas tidur kalian, lho. Penelitian menunjukan, bila konsisten berjalan kaki setiap hari setidaknya 10.000 langkah, jam tidur dan kualitas tidur akan lebih baik. Selain itu, peneliti dari Universitas South Australia mengatakan adanya hubungan dua arah. Bila istirahatnya berkualitas, seseorang akan cenderung lebih aktif secara fisik. Kalau sudah aktif secara fisik, akan cenderung merasa capek dan tidur pun lebih nyenyak.

Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung secara keseluruhan juga ikut terpengaruh bila konsisten jalan kaki. Berjalan kaki dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 31 persen, bahkan mengurangi risiko kematian sebesar 32 persen. Manfaat ini sungguh baik, bahkan jika kalian hanya berjalan santai dengan kecepatan sekitar 3,2 km per jam. Orang – orang yang berjalan lebih jauh, berjalan dengan kecepatan lebih cepat, atau keduanya, memungkinkan mendapat perlindungan terhadap sakit jantung yang lebih besar dari berjalan kaki rutin.

Membuat Mood Jadi Lebih Baik

Selain dapat mengurangi stres, olahraga yang juga termasuk jalan kaki, secara positif memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengatur suasana hati. Sebuah ulasan dalam jurnal kesehatan Mental Health and Physical Activity tahun 2012 menemukan, jalan kaki bisa membantu mengurangi gejala depresi. Kemudian, studi oleh Universitas Duke, AS, dalam jurnal Psychosomatic Medicine pada 2007 menunjukkan bahwa olahraga sama efektifnya dengan antidepresan dalam mengurangi depresi. Risiko untuk kambuh pun berkurang.